Beranda » Sering Salah Sebut? Inilah Perbedaan Menyetek Dan Menyambung

Sering Salah Sebut? Inilah Perbedaan Menyetek Dan Menyambung

Perbedaan menyetek dan menyambung

Menyetek dan menyambung kadang menjadi istilah yang sering salah dalam penyebutan. Orang Jawa bilang “salah kaprah”. Kedua istilah ini padahal berbeda jauh. Perbedaan menyetek dan menyambung kadang tidak terlalu menjadi perhatian. Padahal jika Anda salah menyebut untuk memberi perintah kepada pekerja Anda, itu akan menjadi sangat fatal.

Perbedaan menyetek dan menyambung sebenarnya sangat mendasar. Menyetek adalah teknik memperbanyak tanaman dengan mengambil sebagian tanaman untuk menjadi tanaman baru. Sedangkan menyambung adalah teknik penggabungan dua tanaman secara vegetatif sehingga membentuk persenyawaan dan kombinasi yang akan terus membentuk percabangan.

Sebagian besar masyarakat kadang menganggap jika “menyambung” adalah “menyetek”. Anda masih bingung dengan pengertian singkat di atas? Mari kita bahas perbedaan menyetek dan menyambung secara lengkap.

Pengertian dan cara menyetek tanaman

Stek adalah cara perbanyakan tanaman dengan cara menanam bagian tanaman (potongan tanaman) ke media tanam untuk menjadi tanaman baru. Istilah stek berasal dari bahasa Belanda “stuk” dan bahasa Inggris “cuttoge”, arti kedua kata tersebut adalah memotong. Stek merupakan cara perbanyakan tanaman secara vegetatif.

Menyetek tanaman

Sumber Gambar: ugaoo.com

Bagian tanaman yang dapat Anda gunakan mulai dari batang, akar, daun, dan mata tunas. Penggunaan bagian tanaman tersebut tentu saja sesuai dengan jenis tanaman yang akan Anda stek. Satu jenis tanaman mungkin hanya dapat Anda perbanyak dengan stek batang saja, atau hanya dengan stek akar saja. Intinya, tidak semua tanaman dapat Anda perbanyak dengan ke-empat bagian yang saya sebutkan tadi.

Berikut empat cara menyetek tanaman sesuai dengan bagian tanaman.

1. Pengertian dan cara stek batang

Stek batang adalah cara menyetek tanaman dengan menggunakan batang atau cabang tanaman induk. Hasil potongan tanaman induk atau “entres” kemudian dapat Anda tanam ke media tanam yang Anda inginkan. Contoh paling mudah untuk perbanyakan stek batang adalah perbanyakan pada tanaman singkong atau ketela.

Stek batang

Stek batang

Salah satu syarat menyetek adalah tanaman induk harus sehat, kurang lebih berumur 1 tahun dengan diameter batang 1 cm. Untuk melakukan stek ini Anda harus menggunakan pisau atau gunting yang sangat tajam. Jika tidak maka hasil potongan akan memar dan rusak. Hal tersebut akan menyebabkan tanaman tidak dapat membentuk kalus yang menjadi penutup luka.

Baca Juga : Tiongkok Kembangkan Bibit Padi Hibrida 22 Ton/Hektar

2. Pengertian dan cara stek akar

Stek akar adalah cara menyetek atau memperbanyak tanaman dengan cara menggunakan bagian akar dari tanaman induk. Dengan cara tersebut diharapkan agar tumbuh tunas dari akar kemudian menjadi tanaman. Beberapa contoh penggunaan stek akar adalah pada tanaman jambu biji, stroberi, cemara, dan sebagainya.

Stek akar

Stek akar

Cara melakukan stek akar adalah dengan mengambil bagian akar dari tanaman induk kemudian menanamnya ke media tanam. Akar yang diambil adalah akar lateral, yakni akar yang tumbuh ke samping dan sejajar dengan permukaan tanah. Akan lebih baik jika Anda menggunakan akar muda dengan ukuran kurang lebih 1 cm atau sebesar pensil.

3. Pengertian dan cara stek daun

Seperti namanya, stek daun adalah cara perbanyakan tanaman dengan menggunakan daun. Cara ini digunakan khususnya untuk tanaman yang bertunas pada bagian daun. Beberapa tanaman yang dapat Anda stek daun antara lain tanaman cocor bebek, begonia, wijaya kusuma, dan sebagainya.

Stek daun

Stek daun

Kebanyakan tanaman yang menggunakan stek daun adalah jenis tanaman hias. Tanaman tersebut biasanya berbatang sukulen, berdaun tebal, dan memiliki kandungan air yang tinggi. Bahan stek daun dapat berupa satu daun penuh atau potongan daun.

4. Pengertian dan cara stek dari tunas

Satu lagi cara menyetek yang dapat Anda gunakan adalah stek tunas. Stek tunas adalah cara menyetek tanaman dengan menggunakan mata tunas yang tumbuh pada tanaman induk. Pengambilan tunas tersebut bersamaan dengan batang yang menjadi penopang. Perbedaan dengan stek batang adalah pada stek tunas harus terlihat tunas terlebih dahulu.

Beberapa contoh penggunaan stek tunas adalah pada tanaman nanas, anggur, atau tanaman hias semacam aglonema dan dieffenbanchia. Cara melakukan stek tunas adalah dengan memotong batang tanaman induk kemudian dipotong 2-4 cm. Setiap potongan, setidaknya harus memiliki satu mata tunas.

Baca Juga : Cara Menyemai Cabe Agar Bibit Cepat Tumbuh Dan Sehat

Pengertian dan cara menyambung tanaman

Seperti penjelasan di awal tadi, menyambung adalah suatu cara menggabungkan tanaman satu spesies untuk mendapatkan kombinasi percabangan dan pembuahan. Meski menggunakan entres yang berupa potongan dari tanaman lain, namun ini tentu saja berbeda dengan menyetek. Perbedaannya adalah jika pada menyetek, entres ditanam pada media tanam. Sedangkan pada menyambung, entres digabungkan dengan tanaman lain atau tanaman yang telah di tanam.

Perbedaan lainnya yakni menyambung bukan untuk memperbanyak tanaman, akan tetapi untuk mendapatkan sifat tanaman yang sama dengan induk entres. Dengan menyambung maka Anda akan mendapatkan dua sifat tanaman dalam satu tanaman. Sebagai contoh Anda membutuhkan tanaman dengan akar kuat dan buah yang lebat. Jika tidak tersedia bibit semacam itu maka Anda dapat melakukannya dengan menyambung.

1. Keuntungan dan kerugian menyambung tanaman

Menyambung tanaman memiliki beberapa keuntungan, yakni:

  1. Mengekalkan sifat-sifat klon yang tidak dapat dilakukan dengan teknik lain seperti stek, cangkok, dan sebagainya.
  2. Dapat memperoleh batang bawah yang kuat.
  3. Bisa memperbaiki jenis tanaman yang telah tumbuh. Tidak perlu merusak/mengganti tanaman jika tidak Anda inginkan.
  4. Dapat mempercepat pembuahan tanaman.

Di sisi lain, teknik menyambung juga memiliki kekurangan, yakni;

  1. Untuk tanaman perkebunan kemungkinan cabang akan mudah patah jika ada angin yang sangat kencang.
  2. Jika tingkat kecocokan batang bawah (rootstock) dan batang atas (scion) kemungkinan kegagalan sangat besar.

2. Cara menyambung tanaman

Nama lain atau nama asing menyambung adalah “grafting”. Ada beberapa teknik yang berbeda dalam menyambung tanaman ini. Berikut beberapa jenis penyambungan tanaman yang banyak digunakan:

1. Okulasi (Bud-grafting/budding)

Okulasi ini mungkin lebih Anda kenal sebagai menempel. Yakni cara menggabungkan tanaman dengan hanya menggunakan sebagian kecil entres saja(mata tempel). Ada beberapa teknik dalam okulasi ini. Okulasi biasa, okulasi-T, dan okulasi irisan berkayu.

Okulasi

Okulasi

Pada teknik ini, bagian tanaman untuk menyambung dapat berupa bagian kulit yang bertunas atau juga dengan sedikit bagian kayu. Secara detil akan kami bahas pada kesempatan lain.

2. Mengenten (Grafting/Scion grafting)

Mengenten, menyambung, ataupun grafting mungkin sebenarnya sangat familier untuk Anda. Hanya saja karena perbedaan istilah maka terlihat sedikit keganjilan. Ada beberapa teknis untuk grafting ini, yakni teknik Veneer, teknik grafting stripped/Rind, dan teknik top clef graft. Perbedaannya dapat Anda lihat pada gambar berikut.

"<yoastmark

venner

Grafting stripped

grafting stripped

top clef graft

top clef graft

3. Inarcing (Grafting by approach)

Teknik menyambung yang terakhir adalah inarcing (grafting by approach). Teknik menyambung yang satu ini adalah cara menyambung dengan bagian atas dan bawah masih berhubungan dengan akar. Artinya, kedua tanaman masih memiliki akar. Saat ini kebanyakan digunakan dalam pembibitan tanaman. Anda mungkin pernah melihat bibit buah yang memiliki tiga batang atau lebih. Itulah penggunaan inarcing ini.

Kembali seperti yang saya ungkapkan di awal tadi, sangat penting untuk mengetahui perbedaan menyetek dan menyambung. Anda mungkin akan sedikit paham apa yang akan terjadi jika terjadi salah komunikasi dengan pekerja Anda. Anda menginginkan menyambung batang kopi akan tetapi entresnya di tanam di tanah,cukup fatal bukan?

Semoga artikel perbedaan menyetek dan menyambung ini menambah wawasan Anda sekalian. Selamat merawat tanaman Anda dan semoga sukses dalam segala usahannya.

Referensi artikel:

  1. Panduan Pertanian Alami, Heri Agus Setiawan, 2019
  2. Sirkular Inovasi Teknologi Jeruk, Balai Penelitian Tanaman Jeruk Dan Buah Subtropika
  3. Petunjuk Teknis Perbanyakan Tanaman Dengan Cara Sambungan (Grafting), Suwandi. Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta.
  4. Teknik Grafting (Penyambungan) Pada Jati (Tektona grandis L. F). Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman, Yogyakarta.
  5. Pembiakan Vegetatif Stek, Bambang B. Santoso, 2018

Tinggalkan Balasan