Beranda » Prinsip Pertanian Organik Dan Manfaatnya Untuk Pertanian

Prinsip Pertanian Organik Dan Manfaatnya Untuk Pertanian

Prinsip pertanian organik

Anda tentu sering mendengar istilah pertanian organik ini, atau mungkin Anda pun telah menerapkan model pertanian alamiah ini. Akhir-akhir ini istilah pertanian organik semakin populer setelah berbagai persoalan pertanian sintetis muncul. Prinsip pertanian organik yang sejatinya telah ada semenjak dahulu kala, kini kembali dengan berbagai model pada pertanian modern.

Pertanian organik sebenarnya sejalan dengan sejarah kehidupan manusia. Pada awalnya manusia belum mampu untuk becocok tanam maupun berternak. Awalnya nenek moyang manusia tersebut bertahan hidup dengan berburu dan mengumpulkan bahan makanan dari hutan.

Seiring berjalannya waktu, manusia kemudian mulai menetap di gua-gua, kemudian mereka pun mulai menjinakan binatang dan bercocok tanam. Pola pertanian mereka tersebut berdasarkan atas pengalaman bertahun-tahun yang mereka lalui. Mereka jelas tidak mengenal obat-obatan dengan bahan kimia seperti saat ini.

Selama ribuan tahun, pola pertanian tersebut berkembang menjadi budaya masyarakat yang bahkan dengan nilai-nilai spiritual manusia. Oleh karena itu, saat ini pun masih banyak upacara atau adat istiadat yang sering terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Model sistem pertanian baru kemudian muncul setelah adanya perang dunia ke-2. Waktu itu kemudian muncul model pertanian baru yang populer dengan istilah “Revolusi Hijau”. Model pertanian ini merupakan model yang menggunakan bahan-bahan kimia untuk memacu pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Kondisi pasca perang yang panjang dan sulitnya memenuhi kebutuhan pangan menjadi landasan mengapa pertanian tersebut lahir. Pada awalnya negara-negara yang mempraktekan model tersebut mampu memenuhi kebutuhan pangan, bahkan sampai berswasembada pangan. Hal serupa yang juga terjadi di Indonesia.

Akan tetapi kemudian model pertanian tersebut menimbulkan persoalan dengan menurunnya kesuburan tanah. Lahan-lahan pertanian menjadi keras dan kurang subur akibat sisa-sisa bahan kimia yang tidak dapat diuraikan oleh tanah. Seiring dengan berjalanya waktu, produktivitas pertanian pun menurun. Dan kemudian, pertanian organik kembali muncul menjadi solusi dari persolan tersebut.

Definisi pertanian organik

“Pertanian organik adalah sistem produksi pertanian yang menggunakan bahan-bahan alami dan menghindari atau membatasi penggunaan bahan-bahan kimia sintetis (KKBI)”.

Pertanian organik merupakan sistem pertanian dimana petani juga bertanggung jawab terhadap lingkungan, manusia, hewan dan tumbuhan. Dalam sistem pertanian ini juga akan membahas berbagai aspek lain seperti budaya, sosial, ekonomi, kesehatan, dan sebagainya. Artinya, sistem pertanian organik bukan hanya soal penggunaan pupuk dan pestisida saja.

Pertanian organik memiliki arti yang lebih luas yang menjadi salah satu bentuk mengapa manusia hidup di muka bumi ini. Sebagai manusia, kita hanya mendapat pinjaman lahan dari Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, kita pun wajib untuk merawat dan menjaganya. Sebab lahan tersebut kelak masih akan dipinjamkan kepada manusia lainnya.

Baca Juga : 5 Strategi Menaikkan Harga Panen Pertanian Paling Jitu

Mengapa pertanian organik perlu dilakukan?

Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa model pertanian ini perlu diterapkan. Padahal dengan penggunaan bahan-bahan alami kemungkinan besar produktivitas tanaman akan terganggu. Mungkin juga seperti tidak masuk akal, pada zaman se modern ini kita harus kembali menggunakan cara-cara lama.

Akan tetapi, mengapa Anda harus menerapkanya karena ada berbagai latar belakang yang patut untuk Anda perhatikan. Berikut ini ada berbagai latar belakang yang menjadi alasan masuk akal mengapa harus ada pertanian organik.

  1. Selama lebih dari 50 tahun ada ketergantungan terhadap penggunaan pupuk dan pestisida kimia. Penggunaan bahan kimia tersebut padahal menurunkan kualitas kesuburan tanah. Tanah-tanah mulai kehilangan unsur hara yang menjadi kebutuhan tanaman. Selain itu penggunaan bahan-bahan kimia juga telah menyebabkan berbagai pencemaran lingkungan.
  2. Menurunnya kualitas kesehatan akibat mengkonsumsi produk pertanian yang  menggunakan bahan kimia sintetis.
  3. Agar kearifan lokal dan pengetahuan petani lokal lebih dapat dihargai.
  4. Permintaan pasar dunia yang kini mengharapkan produk-produk makanan yang sehat dan bebas dari bahan-bahan kimia.
  5. Sebagai wujud keadilan terhadap alam semesta.

Baca Juga : Cara Membuat Pupuk Dari Nasi Basi Dengan Mudah

Sistem pertanian organik

Pada dasarnya, pertanian organik memiliki konsep yang berbeda dengan bertanian modern dengan menggunakan bahan-bahan kimia. Pertanian modern lebih berupaya dalam hanya meningkatkan hasil pertanian semata. Aspek-aspek lain yang penting tidak begitu menjadi perhatian dalam pertanian modern.

Pertanian organik memiliki empat sistem yang saling terkait satu sama lainnya. Konsep ini merupakan sebuah bentuk untuk menjadikan pertanian bukan hanya sebagai pendulang hasil semata. Berikut sistem pertanian organik tersebut:

  1. Sustainabilitas (berkelanjutan). Pertanian organik harus bersifat berkelanjutan. Artinya kesuburan tanah, kesehatan, dan ekonomi harus tetap terjaga secara terus menerus.
  2. Equitabilitas (Keamanan). Pertanian organik juga harus aman bagi semua aspek kehidupan yang menyangkut manusia, lingkungan dan makhluk hidup lainnya.
  3. Stabilitas (Keseimbangan). Pertanian organik harus tetap menjaga keseimbangan alam dan tidak boleh untuk melakukan eksploitasi yang berlebihan. Sebab, pada dasarnya Tuhan menciptakan alam ini secara seimbang agar tidak terjadi  masalah lingkungan.
  4. Produktivitas (produksi). Dalam pertanian organik, hasil panen bukan hanya soal kuantitas semata. Akan tetapi kualitas produk juga harus lebih baik dan lebih sehat agar dapat mengatasi berbagai persoalan pangan yang ada.

Baca Juga : Gejala Kekurangan Dan Kelebihan Unsur Hara Mikro Dan Makro

Prinsip dasar pertanian organik

Untuk mencapai sebuah tujuan maka manusia membutuhkan prinsip agar tidak berbelok di tengah jalan. Begitu pula dengan pertanian organik ini, Anda harus memegang berbagai prinsip pokok agar terlaksana dengan baik. Berikut ini prinsip-prinsip yang harus Anda pegang ketika akan menerapkan pertanian organik.

1. Keyakinan yang kuat (Spiritual)

Sebelum menerapkan model pertanian organik Anda harus yakin jika model ini pun akan memberikan hasil yang menguntungkan secara ekonomi. Anda harus percaya kepada Tuhan, jika niatan Anda tersebut merupakan sesuatu yang baik dan sebagai wujud syukur dengan menjaga ciptaan-Nya.

Tuhan pun telah memberikan contoh melalui ciptaan-Nya yang dapat kita saksikan setiap waktu. Pepohonan dan tanaman yang berada di hutan tentu saja tidak mendapatkan campur tangan dari manusia. Namun, pepohonan tersebut tetap hidup dan bahkan tetap berproduksi.

Tanaman di hutan mendapatkan nutrisi dari alam sekitarnya. Ekosistem alam telah membantu alam menyediakan nutrisi untuk keberlangsungan kehidupan pepohonan tersebut. Bahkan tanaman tersebut tidak rentan terhadap penyakit maupun hama.

Pertanian organik pun pada dasarnya menerapkan hal yang semacam itu. Menjaga atau bahkan menciptakan ekosistem agar tanaman dapat hidup secara alami dengan bahan-bahan yang alamiah.

2. Mempertahankan budaya dan kearifan lokal

Perkembangan teknologi menjadikan budaya dan kearifan lokal menjadi semakin tersingkirkan. Padahal belum tentu budaya tersebut merupakan hal yang buruk, melainkan suatu pengetahuan yang penting. Namun karena tidak lagi menjadi trend, kemudian menjadi terlupakan.

Istilah budaya tentu saja tidak hanya sebatas pada ritual-ritual tertentu saja. Akan tetapi kata budaya memiliki arti yang lebih luas. Istilah budaya tersebut juga menyangkut soal pengetahuan praktis yang berdasarkan pengalaman selama bertahun-tahun.

Keberadaan ilmu pengetahuan baru semestinya tidak menghapus pengetahuan lama tersebut. Akan tetapi sebagai pelengkap dan penyempurna pengetahuan yang turun-temurun tersebut.

3. Bersikap adil kepada diri sendiri, orang lain, dan alam

Tujuan utama pertanian organik adalah menciptakan kondisi yang adil bagi semua aspek kehidupan baik secara ekologis maupun ekonomis. Kemudian sistem tersebut juga harus mampu memenuhi kebutuhan Anda tanpa mengeksploitasi alam yang berdampak pada kerusakan. Pada prinsip ke tiga ini harus memperhatikan aspek bersikap adil kepada:

  1. Diri sendiri, artinya aktivitas yang Anda lakukan harus berdampak pada diri sendiri (alami). Mulai dari apa yang Anda konsumsi, bahan-bahan yang Anda gunakan tidak beracun, serta menguntungkan secara ekonomi.
  2. Orang lain, artinya dalam melakukan pertanian organik ini pasti akan menghasilkan suatu produk, baik berupa makanan atau kebutuhan pangan lain. Semua produk harus merupakan produk yang bermutu dan berkualitas. Produk tersebut tidak mengandung bahan residu kimia yang berbahaya bagi kesehatan.
  3. Alam,yang maksudnya dalam pertanian organik Anda tidak boleh merusak alam. Sebab alam merupakan komponen kehidupan yang mempengaruhi kehidupan yang lain. Jika alam rusak maka komponen kehidupan yang lain pun akan ikut rusak.

4. Melestarikan keragaman hayati

Dengan melakukan pertanian organik Anda akan berperan dalam melestarikan keragaman hayati. Sebagai dampaknya Anda akan mendapatkan berbagai keuntungan, antara lain:

  1. Menghasilkan beraneka ragam jenis makanan dan obat-obatan yang dapat menjaga ketahanan pangan nasional.
  2. Dengan menekan beraneka jenis tanaman dapat meningkatkan kesuburan tanah. Sehingga kesuburan yang ada dalam tanah dapat bermanfaat secara maksimal.
  3. Meningkatkan produktivitas. Dengan adanya keragaman jenis tanaman maka tidak akan ada lagi over produksi atau hasil yang berlebihan. Sebagai dampaknya harga produk tersebut akan terkontrol dengan sendirinya.
  4. Mengendalikan hama. Setiap jenis tanaman memiliki karakter yang berbeda, sehingga tanaman tidak akan terserang hama secara keseluruhan. Selain itu ada berbagai jenis tanaman yang dapat menjadi pengendali hama.
  5. Menciptakan iklim mikro. Keragaman tanaman akan memiliki keragaman ketinggian, keragaman bentuk kanopi, serta keragaman perakaran. Oleh karena itu jika Anda melakukannya maka akan menjadi suatu ekosistem tersendiri pada wilayah yang sempit.
  6. Mengendalikan erosi dan hemat air. Keragaman tanaman dan pola tanam akan menjadikan tanah terlindungi dari erosi dan dapat menghemat air.

Baca Juga: 5 Kesalahan Pemupukan Yang Bisa Bikin Gagal Panen

5. Ilmu pengetahuan yang luas

“Ilmu pengetahuan modern bukanlah untuk mengganti keberadaan pengetahuan lokal, akan tetapi sebagai pelengkap dan penyempurna.”

Dalam menerapkan pertanian, Anda semestinya harus bekerja sama dengan alam, bukan melawannya. Alam merupakan guru yang terbaik bagi manusia. Berbagai ilmu pengetahuan sejatinya telah tersedia di alam yang luas ini. Kita hanya perlu memperhatikan dan mengamati berbagai pertanda yang alam berikan. Jika kita bersahabat dengan alam, maka ia akan memberi berbagai ilmu yang luar biasa banyaknya.

Tinggalkan Balasan