Beranda » Peternakan Kambing Etawa Ini Menjadi Daya Tarik Wisata Borobudur

Peternakan Kambing Etawa Ini Menjadi Daya Tarik Wisata Borobudur

peternakan kambing etawa

Apakah Anda mengenal kambing etawa? Jenis kambing etawa merupakan kambing yang cukup populer dengan harga jual yang jauh lebih tinggi daripada kambing lainnya. Saat ini kambing etawa asli memang sudah tidak banyak di Indonesia. Kebanyakan merupakan kambing peranakan etawa atau kambing PE. Peternakan kambing etawa tersebar di berbagai wilayah Indonesia, salah satunya di perbukitan Menoreh, perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Peternakan kambing peranakan etawa banyak tersebar di desa-desa di perbukitan Menoreh, khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Magelang dan Purworejo. Dan salah satu yang menarik adalah pengembangan peternakan kambing etawa menjadi daya tarik wisata. Karena lokasinya cukup dekat dengan candi Borobudur, maka peternakan tersebut kini menjadi daya tarik wisata Borobudur.

Peternakan tersebut berada di desa Ngargoretno di wilayah Kecamatan Salaman, 10 km sebelah Barat dari kawasan wisata Borobudur. Selain itu desa Ngargoretno juga berada tepat di bawah desa Wisata Nglinggo dengan kebun tehnya yang terkenal. Desa Ngargoretno merupakan desa yang berada di wilayah perbukitan menoreh dengan kondisi alam pedesaan yang masih asri dan alami.

Baca Juga : Cara Mudah Ternak Kambing Jawa Supaya Untung

Pengembangan desa wisata dengan memanfaatkan manfaat susu etawa

 

Kambing etawa merupakan kambing dwi fungsi, yang berpotensial sebagai penghasil daging dan susu. Kambing etawa asli berasal dari India, dan Belanda membawa jenis kambing ini ke Indonesia pada tahun 1920. Pada waktu itu kambing ini lebih terkenal sebagai kambing perah atau penghasil susu. Sedangkan pada masa itu, kambing ini lebih dikenal dengan nama kambing Benggala atau kambing Jamnapari, sesuai dengan asalnya di India.

Desa Ngargoretno semenjak tahun 2016 telah melakukan pengembangan desa wisata sebagai bentuk untuk menggarap potensi di desanya. Dengan melihat potensi besar kambing etawa, maka potensi ini menjadi salah satu unggulan di desa ini. Kemudian saat ini berbagai aktivitas wisata desa pun telah banyak berkembang di desa Ngargoretno.

Sebelumnya, pemanfaatan kambing etawa hanya sebatas sebagai bibit dan peternak menjualnya pada usia 3 bulanan. Namun saat ini, dengan adanya aktivitas wisata kambing etawa menjadi sarana edukasi peternakan kambing etawa. Para peternak pun mendapatkan dua manfaat sekaligus, dari hasil beternak kambing dan juga aktivitas pariwisata.

Paket wisata edukasi perah susu kambing di lokasi peternakan kambing etawa

perah susu etawa

Para wisatawan yang datang ke desa Ngargoretno dapat belajar berinteraksi dengan kambing-kambing etawa. Wisatawan dapat bermain-main dengan kambing etawa yang konon menjadi kambing paling rupawan tersebut.

Kemudian yang tak kalah menarik, para wisatawan diperbolehkan untuk memerah kambing sendiri. Dengan pembelajaran singkat cara memerah susu kambing etawa, wisatawan langsung dapat mempraktekan cara memerah susu kambing etawa. Wisatawan pun dapat langsung mencicipi susu kambing etawa segar yang bermanfaat bagi kesehatan.

Selain mencoba susu kambing etawa segar, para wisatawan juga dapat membawa pulang susu kemasan yang telah dikemas oleh bumdes desa Ngargoretno. Sebab semenjak pengembangan desa wisata, perkembangan produk UMKM pun selaras mengikuti dengan memproduksi susu etawa kemasan.

Wisata peternakan etawa terintegrasi dengan kawasan wisata Borobudur dan Yogyakarta

Candi Borobudur merupakan peninggalan bersejarah yang menjadi salah satu ikon Indonesia. Saat ini candi Borobudur menjadi salah satu kawasan yang berkembang menjadi kawasan wisata unggul di Indonesia. Pengembangan Candi Borobudur menjadi program super prioritas dari pemerintah Pusat.

Dengan lokasi yang cukup terjangkau dari candi Borobudur, desa Ngargoretno pun dapat memanfaatkan peluang tersebut dan terintegrasi dengan tujuan wisata lain. Para wisatawan tidak hanya mendapatkan pengalaman di desa Ngargoretno saja. Akan tetapi dapat menjelajah ke tempat-tempat lain yang juga sangat menarik.

Wisatawan dapat menggunakan fasilitas Jeep adventur yang akan membawanya menjelajahi kawasan desa Ngargoretno serta daerah lainnya. Selain menggunakan Jeep, wisatawan juga dapat memanfaatkan kendaraan pribadi, atau kendaraan lain yang telah tersedia.

Baca Juga : Petani Australia Gunakan Kambing Untuk Atasi Gulma

Berawal dari pertambangan marmer merah

wisata marmer

Hampir 40% wilayah desa Ngargoretno merupakan batuan marmer merah yang sangat langka di dunia. Jenis marmer ini hanya terdapat dua lokasi di dunia, yakni Italia dan desa Ngargoretno. Oleh karena itu, batuan marmer merupakan kekayaan yang ada di desa Ngargoretno.

Namun begitu, batuan marmer tersebut saat ini berada di dekat pemukiman warga yang tentunya sangat berbahaya jika terjadi penambangan. Lokasinya yang berada di lereng perbukitan maka akan menyebabkan tanah menjadi labil dan mudah longsor jika terjadi penambangan.

Akan tetapi sebuah perusahaan pada tahun 2010-an mulai menambang marmer tersebut dan menyebabkan intensitas kejadian tanah longsor meningkat. Getaran berbagai alat berat tersebut memicu adanya getaran tanah yang membuat tanah menjadi semakin labil.

Kemudian warga desa pun berupaya untuk menolak penambangan tersebut dengan alasan untuk menjaga lingkungan tersebut agar aman. Meski perusahaan tersebut masih ada, akan tetapi berbagai langkah yang mereka lakukan mendapatkan hasil yang positif.

Penolakan akan pertambangan tersebut menjadi salah satu dasar pengembangan desa wisata Ngargoretno sebagai jalan untuk mengangkat potensi desa mereka. Saat ini, selain peternakan kambing etawa, mereka telah mengembangkan potensi pertanian lainnya seperti kopi dan jamu-jamuan.

Tinggalkan Balasan