Beranda » Peran Pranoto Mongso Pada Pertanian Berkelanjutan

Peran Pranoto Mongso Pada Pertanian Berkelanjutan

peran pranoto mongso pada pertanian berkelanjutan

Pranoto mongso merupakan sebuah metode penentuan musim dalam pertanian yang berkaitan erat dengan pemahaman suku jawa. Kemudian metode ini berisi tentang kejadian-kejadian yang terjadi pada jangka waktu tertentu. Sedangkan kejadian tersebut merupakan sebuah hasil pengamatan yang panjang selama bertahun-tahun. Orang-orang Jawa kuno menggunakan pengalaman dan pengamatan kemudian menandai waktu tersebut (niteni). Lalu, adakah peran pranoto mongso pada pertanian berkelanjutan?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, mari kita bahas apa itu pertanian berkelanjutan.

Apa itu pertanian berkelanjutan?

Pertanian berkelanjutan merupakan metode pertanian yang memanfaatkan sumber daya alam dengan tetap memperhatikan kelestarian alam. Dalam hal ini, pertanian tidak hanya berfokus pada hasil produksi saja. Akan tetapi dalam pertanian berkelanjutan lebih mengutamakan hasil produksi secara terus-menerus. Hal tersebut berdasar atas perkembangan pertanian modern yang menghasilkan produk melimpah namun bersifat sementara.

Bukan hal yang asing bagi kita jika penggunaan pupuk dan obat-obatan kimia dapat menghasilkan produk yang melimpah. Akan tetapi dalam jangka waktu yang panjang produk kimia telah menyebabkan degradasi lahan atau pemiskinan unsur hara. Kemudian dengan kondisi tersebut hasil pertanian kian lama akan menurun meski pada awalnya naik drastis.

Dalam metode pertanian berkelanjutan, hal paling pokok adalah menjaga lahan agar tetap produktif. Oleh karena itu, penggunaan bahan-bahan alami untuk menambah nutrisi tanaman lebih diutamakan. Begitu pula dengan pengendalian hama dan penyakit yang lebih menggunakan cara-cara yang alamiah.

Baca Juga : Tujuan Pertanian Berkelanjutan Yang Wajib Diketahui

Dimana peran pranoto mongso?

Seperti penjelasan pada awal tadi, pranoto mongso merupakan metode penentuan musim tradisional. Penentuan tersebut berdasarkan berbagai pengalaman dari tahun ke tahun. Kemudian para petani pada musim-musim tertentu hanya akan menanam jenis tanaman tertentu sesuai dengan pengalaman tersebut.

Pengguna pranoto mongso akan mencocokan tanaman dengan kondisi lingkungan yang akan terjadi. Sebagai contoh pada saat musim kering tentu akan menanam tanaman yang hanya membutuhkan sedikit air. Begitu pula dengan sebaliknya, pada musim hujan tanaman yang cocok tentu yang membutuhkan banyak air.

Selain hal tersebut, pada ketentuan pranoto mongso juga ada petunjuk keberadaan serangga atau hama. Artinya para petani juga akan mengetahui hama apa yang akan muncul pada musim tertentu. Dengan hal tersebut, petani dapat menghindari penanaman tanaman yang rentan terhadap hama tersebut.

Dengan petunjuk pranoto mongso, ada kemungkinan bahwa penanaman akan sesuai dengan kondisi cuaca dan serangan hama. Itu artinya, kesempatan kegagalan panen akan lebih kecil. Pengendalian hama akan lebih baik karena penanaman tanaman akan berbeda waktu dengan perkembangan jenis hama tertentu.

Baca Juga : Pranoto Mongso: Penangalan Jawa Untuk Pertanian

Kesimpulan peran pranoto mongso pada pertanian berkelanjutan

Penggunaan metode lawas semacam ini kadang memang dianggap ketinggalan zaman. Akan tetapi, metode semacam ini merupakan metode yang lebih ekonomis dan tentu saja telah teruji pengalaman. Hanya saja, dalam kondisi perubahan iklim saat ini ada kalanya ketentuan tersebut menjadi kurang tepat. Akan tetapi dengan pengamatan-pengamatan yang lebih teliti, hal tersebut ada kemungkinan untuk diatasi.

Itulah beberapa peran pranoto mongso pada pertanian berkelanjutan. Semoga artikel ini menambah wawasan para pembaca sekalian.

Baca Juga : Mongso Kasongo 2021, Inilah Kejadian Unik Yang Terjadi

Sumber gambar : peakoil.net

Tinggalkan Balasan