Beranda » Pengertian Kelompok Tani Dan Cara Mendirikannya

Pengertian Kelompok Tani Dan Cara Mendirikannya

pengertian kelompok tani

Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah kelompok tani ini. Mungkin Anda menjadi Anggota, atau bahkan mengurusi kegiatan kelompok tani ini. Atau mungkin juga Anda masih mencari-cari informasi bagaimana membentuk kelompok tani. Namun sudah pahamkan Anda pengertian kelompok tani tersebut?

Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, semenjak dahulu kita merupakan masyarakat yang sangat erat dengan gotong royong dan kebersamaan. Dunia mengenal Indonesia sebagai sebuah bangsa yang memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Meski harus kita sadari bahwa akhir-akhir ini sikap gotong royong dan kebersamaan tersebut kian terkikis. Nah, dalam dunia pertanian, kelompok tani merupakan salah satu bentuk dari sikap kebersamaan dan gotong royong yang harus kita jaga dan lestarikan.

Secara umum, kelompok tani adalah perkumpulan dari orang-orang yang memiliki profesi dalam bidang agrikultur. Jadi tidak hanya untuk para petani dan pekebun saja, akan tetapi nelayan, pemudidaya ikan, maupun peternak pun dapat membentuk kelompok tani. Lalu, apakah pengertian tersebut telah sama dengan kebijakan pemerintah? Mari kita lihat beberapa keterangan pada ulasan berikutnya.

Pengertian kelompok tani menurut peraturan perundang-undangan

Kelompok tani merupakan bagian dari kelembagaan petani yang sah menurut pemerintah. Melalui Kementrian pertanian, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pedoman kelembagaan kelompok tani ini. Kebijakan-kebijakan tersebut adalah :

  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.
  2. Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 273/Kpts/OT.160/4/2007 tentang Pedoman Pembinaan Kelembagaan Petani.
  3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.
  4. Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 82/Permentan/OT.140/8/2013 tentang Pedoman Pembinaan Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani.
  5. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 67/PERMENTAN/SM.050/12/2016 tentang Pembinaan Kelompok Tani.

Dan berdasarkan atas peraturan-peraturan tersebut pengertian kelompok tani adalah kumpulan petani/peternak/pekebun yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan. Selain itu, pembentukan kelompok tani ini juga berdasar atas kesamaan kondisi sosial, ekonomi dan sumberdaya, kesamaan komoditas, dan keakraban.

Dari pengertian di atas dapat kita  pahami bahwa kelompok tani memiliki pengertian yang cukup luas. Kelompok tani tidak hanya mengacu kepada orang yang becocok tanam saja. Akan tetapi peternak, pembudidaya ikan, pekebun, nelayan, dan profesi-profesi lain yang berhubungan dengan dunia Agrikultur dapat membentuk kelompok ini.

Kemudian dengan adanya berbagai kebijakan yang ada, artinya kelompok tani merupakan kelompok yang telah mendapatkan pengakuan dari pemerintah. Dengan adanya hal itu maka kelompok tani pun dapat mengakses kebijakan lain, seperti pembinaan dan akses bantuan bagi petani.

Baca Juga : Cara Mendapatkan Pupuk Bersubsidi Tahun 2021

Manfaat kelompok tani bagi dunia pertanian

Pembentukan kelompok tani memiliki berbagai manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan para petani. Dengan adanya kelompok tani maka para petani memiliki alat untuk melakukan perjuangan dalam mengakses kebijakan dari pemerintah. Selain itu pertanian berkelompok pun akan lebih cepat berkembang dari pada dengan individualis. Berikut beberapa manfaat adanya kelompok tani tersebut:

  1. Menjadi tempat untuk mempererat persaudaraan dan kekerabatan antara petani.
  2. Dapat menjadi tempat untuk saling berbagi pengalaman dan ilmu pengetahuan.
  3. Sangat berguna dalam model pertanian organik/alami yang membutuhkan kerjasama yang erat antara petani.
  4. Sebagai media/alat untuk mengakses layanan yang diberikan oleh pemerintah.
  5. Menjadi media untuk menyuarakan perjuangan bagi petani dalam mempengaruhi kebijakan yang positif bagi petani.
  6. Sebagai wujud dari kebersamaan dan gotong royong antar para petani.
  7. Dan sebagainya.

Cara mendirikan kelompok tani

Meskipun pada awal tadi telah banyak kebijakan mengenai kelompok tani tersebut, akan tetapi besar kemungkinan pada setiap daerah memiliki kebijakan yang lebih spesifik. Sebab, peraturan peraturan perundangan tersebut sifatnya lebih luas bagi seluruh wilayah Indonesia. Meski dapat dipastikan tidak ada perbedaan, namun besar kemungkinan ada ketentuan yang lebih spesifik di daerah Anda.

Pembentukan kelompok tani pada dasarnya tidak harus mengacu kepada persyaratan yang ada. Namun jika Anda bermaksud untuk mengakses berbagai program pemerintah, alangkah baiknya Anda mengacu kepada petunjuk yang Ada. Anda dapat meminta petunjuk pembentukan kepada Pemerintah Desa, atau Petugas Penyuluh pertanian di daerah Anda. Atau Anda juga dapat menghubungi Pengurus Gapoktan di desa Anda jika telah terbentuk.

Akan tetapi, secara umum pembentukan kelompok tani sama seperti pembentukan organisasi pada umumnya. Berikut beberapa hal yang harus Anda persiapkan:

1. Mengumpulkan calon anggota

Sebuah perkumpulan jelas harus memiliki anggota dan tidak dapat Anda lakukan sendiri. Anda harus mengorganisir petani atau profesi lainnya untuk membentuk kelompok tani. Besar kemungkinan jika mengikuti prosedur pemerintah akan menyebutkan jumlah minimal anggota. Anda dapat meminta petunjuk instansi terkait pada daerah Anda.

Calon anggota yang Anda kumpulkan merupakan orang-orang yang memiliki visi dan misi yang sama. Selain itu, mereka juga merupakan orang yang memiliki profesi yang sama dengan Anda. Dan yang lebih penting juga bermukim pada wilayah yang sama. Akan lebih baik jika hanya satu lingkup desa saja.

2. Membentuk kepengurusan

Hal selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah membentuk kepengurusan kelompok tani. Kepengurusan tentu saja menjadi bagian yang sangat penting dalam sebuah organisasi. Pengurus tersebutlah yang nantinya akan menjadi motor penggerak berjalannya kelompok tani.

Tidak ada persyaratan khusus mengenai tata cara pembentukan kepengurusan kelompok tani. Akan tetapi pemilihan secara demokratis akan lebih baik. Dan yang tak kalah pentingnya adalah kesepakatan para anggota. Anda harus bermusyawarah terlebih dahulu bagaimana tata cara pembentukan kepengurusan yang akan dilakukan.

Secara umum, struktur organisasi kelompok tani sama seperti organisasi lain, yakni :

  1. Ketua
  2. Wakil Ketua
  3. Sekretaris
  4. Bendahara
  5. Seksi-seksi
  6. Anggota

Selanjutnya saat pembentukan kepengurusan kelompok tani tersebut, jangan lupa untuk mendokumentasikan. Absen daftar hadir, notulensi hasil musyawarah, foto atau rekaman suara, berita acara pembentukan kelompok, dan daftar pengurus terpilih. Dokumen-dokumen tersebut merupakan dokumen umum yang biasanya berguna saat penetapan kelompok tani.

3. Membuat AD/ART Kelompok tani

AD (Anggaran Dasar) merupakan peraturan mendasar untuk kelompok tani. Peraturan tersebut akan menjadi acuan bagaimana organisasi kelompok tani Anda nantinya berjalan. Sedangkan ART (Anggaran Rumah Tangga) merupakan peraturan yang lebih luas dan menjadi penjabaran dari AD (Anggaran Dasar).

AD/ART sama halnya seperti peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar peraturan sebuah negara. Keberadaanya tentu harus ada agar organisasi dapat berjalan sesuai dengan ketentuan awal yang telah disepakati. AD/ART akan menekan penyelewengan organisasi dari hal-hal yang tidak baik bagi perkembangan kelompok.

4. Membuat dan menyerahkan dokumen pembentukan kelompok tani

Jenis dokumen yang dibutuhkan pada tiap-tiap wilayah besar kemungkinan memiliki perbedaan. Anda dapat meminta petunjuk instansi setempat. Meski dokumen yang telah kami sebutkan pada no 1 tadi telah cukup untuk menjadi dokumen pendukung untuk penetapan kelompok tani.

Penetapan kelompok tani pertama kali adalah dari Pemerintah Desa. Setelah Anda menyerahkan dokumen yang dibutuhkan, kelompok tani Anda akan mendapatkan SK Penetapan Kelompok Tani. Tentu saja hal tersebut juga harus sesuai dengan persyaratan administratif di wilayah Anda masing-masing.

5. Membuat dan menjalankan program kerja

Sebuah organisai tentu tidak dapat berjalan tanpa adanya program dan rencana kerja. Oleh karena itu Anda dan kelompok tani Anda harus segera membuat program untuk berjalannya kelompok tani. Dengan hal itu maka kelompok tani Anda dapat berjalan dan menjadi media untuk memajukan petani di wilayah Anda.

Poktan (Kelompok Tani) dan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani)

Pada kalimat-kalimat sempat menyebutkan istilah Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). Pada intinya, kedua kelompok ini merupakan organisasi petani. Akan tetapi secara struktural dan bentuk keduanya berbeda. Gapoktan merupakan gabungan dari kelompok tani yang memiliki struktur organisasi tersendiri. Pembentukan gapoktan pun berdasar atas pembentukan oleh kelompok tani atau keputusan instansi terkait.

Pada umumnya, gapoktan kemudian menjadi bagian dari kelembagaan pemerintah desa. Posisi gapoktan akan berada di atas kelompok tani secara struktural. Artinya jika di wilayah Anda telah berdiri gapoktan, untuk mendirikan kelompok tani Anda juga harus mendapat persetujuannya.

Itulah sekilas mengenai kelompok tani, baik pengertian maupun cara pembentukannya. Semoga memberikan tambahan wawasan bagi pembaca sekalian. Semoga sukses dengan kelompok tani Anda.

Sumber gambar cover: nuruinternational.org

Tinggalkan Balasan