Beranda » Panduan Panen Dan Pasca Panen Tanaman Buah Pala

Panduan Panen Dan Pasca Panen Tanaman Buah Pala

tanaman buah pala

Tanaman buah pala merupakan jenis tanaman rempah yang asli berasal dari Indonesia, tepatnya kepulauan Maluku. Pala merupakan salah satu komoditi yang bersejarah di Indonesia. Tanaman ini menjadi salah satu sebab bangsa-bangsa Eropa datang dan menjajah Indonesia. Hingga saat ini, dunia perdagangan internasional mengenal buah pala dari Indonesia dengan nama Banda Nutmeg. Dan saat ini Indonesia merupakan negara pemasok buah pala terbesar di dunia. Indonesia memasok 70% kebutuhan pala dunia.

Tanaman buah pala memiliki nama latin Myristica Fragrans Houtt. Sedangkan tanaman ini merupakan anggota family Myristicaceae. Kemudian susunan taksonomi Myristica fragrans Houtt adalah sebagai berikut:

  • Divisi     : Spermatophyta
  • Kelas     : Angiospermae
  • Bangsa  : Dicotyledonae
  • Family   : Ramales
  • Genera  : Myristica
  • Jenis      : Myristica fragrans Houtt

Tanaman pala merupakan tanaman yang multi produk. Tidak hanya sekedar buahnya saja yang dapat dijual. Akan tetapi bagian-bagian tanaman lain pun memiliki nilai ekonomi. Dari biji pala, fuli, daun dan minyak atsiri merupakan komoditas pasar yang penting. Biji pala merupakan bahan bumbu masak dan minuman penyegar. Selain itu, biji pala juga menjadi bahan baku untuk beberapa jenis industri. Beberapa industi tersebut antara lain; pengawetan ikan, pembuatan sosis, makanan kaleng, adonan kue, dan sebagainya.

Sedangkan minyak atsiri dan lemak dalam buah pala ini merupakan penambah nafsu makan yang sangat baik. Selain itu, minyak dari buah pala ini juga menjadi bahan baku untuk industri. Dan beberapa industri tersebut antara lain; obat-obatan, pembuatan sabun, parfum, minuman, dan sebagainya.

Untuk menghasilkan buah pala yang berkualitas, tentu saja perlu standar mutu yang baik. Sedangkan untuk mendapatkan mutu yang baik, perlu teknis budidaya yang baik pula. Selain itu, sangat perlu untuk memproses pemanenan dan pengolahan pasca panen yang sesuai. Hal tersebut agar ketika memasarkan buah pala, kondisi buah benar-benar dalam kondisi terbaiknya.

Baca juga : Cara Membudidayakan Tanaman Buah Pala Yang Benar

Pemanenan tanaman buah pala

Tanaman pala merupakan jenis tanaman tahunan yang membutuhkan waktu 5-7 tahun untuk mulai berbuah. Meskipun terbilang lama, namun tanaman ini mampu bertahan hingga 200 tahun. Sedangkan untuk pemanenan setiap tahunnya, buah ini dapat dipanen dua kali.

Pemanenan buah pala dilakukan setelah buah pala benar-benar cukup tua. Dan untuk umur buah yang siap panen tersebut berkisar 9-10 bulan sejak dari bunga. Sedangkan untuk tanda-tanda buah pala ini cukup tua antara lain:

  1. Kulit buah berwarna kusam tidak mengkilap mirip beludru berwarna merah kuning tua.
  2. Fulinya berwarna merah tua.
  3. Tempurung bijinya mengkilat dan berwarna coklat tua.

Kemudian untuk cara memanen buah ini adalah dengan menggunakan galah dengan keranjang pada ujungnya. Selain itu, pemanenan juga dapat dengan langsung memetik buah tersebut.

Akan tetapi jika pemanenan buah pala tersebut untuk penyulingan, maka pemetikan buah ketika masih berusia muda. Umur buah yang baik untuk penyulingan berkisar 4-7 bulan. Sebab dalam usia-usia tersebut kadar minyak atsiri dari buah pala masih tinggi.

Baca Juga : 5 Teknologi Canggih Pertanian ini Dipakai Petani Jepang

Pengolahan pasca panen

Buah pala terdiri atas daging buah (pericarp) dan biji terdiri atas fuli, tempurung dan daging biji. Sedangkan fuli merupakan serat tipis (areolus) berwarna merah atau kuning muda. Kemudian fuli tersebut berbentuk selaput berlubang-lubang seperti jala yang terdapat antara daging buah dan biji pala. Dan untuk satu buah pala segar akan menghasilkan :

  1. Daging buah 83,3 %
  2. Fuli 3,22 %
  3. Tempurung biji 3,94 %
  4. Daging biji 9,54 %

Ketika memetik buah pala, maka sebaiknya untuk segera membelahnya. Hal tersebut bertujuan untuk memisahkan daging buah, biji, dan fulinya. Selanjutnya keringkan biji dan fuli yang telah terpisah tadi sebelum melakukan pengolahan lebih lanjut.

Pengeringan buah pala gelondongan

Pengeringan gelondongan ini dilakukan selama 6 hari. Kemudian segera pecahkan buah pala tersebut untuk memisahkan kulit gelondongan dengan daging biji.

Pengeringan daging biji

Penjemuran biji pala sebaiknya menggunakan alas tikar. Atau dapat juga dengan memanfaatkan lantai semen. Penjemuran tersebut dilakukan dibawah sinar matahari yang tidak terlalu panas.

Pengeringan fuli buah pala

Pengeringan juga untuk fuli yang telah terpisah dari bijinya. Setelah pengeringan selesai maka pipih fuli tersebut dengan alat penggilingan. Kemudian jemur kembali sampai kadar airnya tinggal 10-12 %. Proses penjemuran tersebut membutuhkan waktu 2-3 hari dengan suhu kurang dari 60°C.

Sumber gambar : grid.id

Tinggalkan Balasan