Beranda » Panduan Lengkap Cara Menanam Tomat, Hasil Melimpah!

Panduan Lengkap Cara Menanam Tomat, Hasil Melimpah!

cara menanam tomat

Tomat merupakan komoditi penting dan memiliki prospek bisnis yang baik. Namun sayangnya, komoditi tersebut masih mengalami banyak kendala. Baik dari penanaman maupun cara perawatan. Oleh karena itu, panduan cara menanam tomat sangat penting untuk meningkatkan hasil dan mutu buah tomat ini.

Tanaman tomat akan tumbuh dengan baik saat musim kemarau dengan pengairan yang cukup. Sedangkan pada musim penghujan tanaman ini kurang maksimal dengan kondisi kelembaban udara dan suhu yang tinggi. Hal tersebut akan menyebabkan tanaman ini berpotensi terkena gangguan penyakit. Dan pada kesempatan kali ini, Tani Millenial akan menjelaskan cara menanam tomat yang baik pada uraian berikut ini.

I. Fase Pra Tanam

bibit tomat

Sumber: 123rf.com

a. Syarat tumbuh tanaman tomat

Tanaman tomat dapat ditanam di daerah dataran rendah maupun dataran tinggi. Namun, seperti penjelasan pada awal tadi, menanam tomat akan lebih baik pada musim kemarau. Meski pada musim tersebut butuh pengairan yang cukup. Selain itu ada beberapa persyaratan lain agar tanaman tomat berkembang dengan baik, yakni:

    1. Tanah yang paling ideal adalah tanah lempung berpasir yang subur, gembur, dan mudah merembeskan air.
    2. pH yang ideal adalah 6-7 (baca: cara mengukur ph tanah).
    3. Curah hujan ideal adalah 750-1.250 mm/tahun.
    4. Kelembaban udara 25%.

    b. Pola tanam tanaman tomat yang baik

    Tanaman tomat akan lebih baik jika menggunakan pola tanam tumpang sari. Sebab dengan penggunaan pola tanam tersebut untuk mengurangi gangguan organisme pengganggu dengan adanya tanaman sela. Sedangkan tanaman yang cocok antara lain; padi, jagung, kubis, dan kacang-kacangan.

    c. Penyiapan lahan untuk menanam tomat

    Lahan yang akan menjadi tempat penanaman tomat merupakan lahan yang gembur. Lahan tersebut sebelumnya tidak ditanami tanaman tomat. Sedangkan untuk pengolahan lahan pada dasarnya ada tiga tahap, yakni:

    1. Pengolahan tanah untuk membalik agregat tanah (pencangkulan kasar). Hal ini bertujuan agar tanah yang berada pada lapisan dalam dapat terangkat ke permukaan. Kedalaman pencangkulan berkisar antara 25 – 30 cm.
    2. Tahap pengolahan tanah yang kedua adalah pencangkulan tipis-tipis untuk lebih menggemburkan tanah.
    3. Tahap selanjutnya adalah dengan memberikan pupuk dasar berupa pupuk kandang dengan dosis 15-20 ton/ha. Setelah penaburan pupuk kemudian tanah kembali dicangkul dan diratakan

    d. Pembuatan bendengan untuk menanam tomat

    Saat pembuatan bendengan, maka harus menyesuaikan dengan kondisi lahan dan musim yang sedang terjadi. Berikut ini beberapa ketentuannya;

    1. Lebar bendengan berkisar 120-160 cm untuk barisan tanaman ganda, dan untuk tanaman tunggal 40-50 cm.
    2. Tinggi bendengan pada musim kemarau adalah 30 cm. Sedangkan pada musim hujan, bendengan lebih tinggi menjadi 40-45 cm.
    3. Sedangkan untuk ukuran parit, ukuran lebar berkisar 20-30 cm dan dengan kedalaman 30 cm. Kemudian pada sekeliling petak bendengan dibuat saluran air dengan lebar 50 cm dan kedalaman 50 cm.
    4. Penggunaan mulsa plastik akan lebih baik daripada menggunakan mulsa dari sisa tanaman. Penggunaan mulsa akan lebih utama dengan plastik berwarna hitam-perak.

    e. Pemilihan bibit tomat

    Kriteria pemilihan bibit tomat yang baik adalah sebagai berikut:

    1. Pilihlah bibit yang utuh, tidak cacat atau luka, karena bibit yang cacat biasanya sulit tumbuh.
    2. Biji yang akan menjadi bibit bukan bibit bekas tanaman yang terserang hama dan penyakit.
    3. Benih dan biji bebas dari kotoran.
    4. Pilihlah biji yang tidak keriput.

    f. Fase persemaian bibit tomat yang akan ditanam

    Cara penyemaian benih, berdasarkan tempat penyemaiannya terbagi menjadi dua macam, yakni:

    1. Penyemaian benih tomat dengan sistem bedengan

    1. Pertama-tama pengolahan lahan dengan cara pencangkulan sedalam 30 cm untuk menggemburkan tanah. Kemudian buatlah bendengan dengan lebar 110-120 cm dan dengan ketinggian sekitar 30 cm. Sedangkan arah bendengan membujur dari utara ke selatan.
    2. Selanjutnya taburkan pupuk kandang halus yang telah matang ke dalam bendengan, aduk secara merata. Perbandingan antara tanah dan pupuk kandang adalah 1:3 atau 1:4.
    3. Diamkan bendengan sekitar 3-4 hari, serta jangan lupa untuk membersihkan bendengan dari gulma dan tanaman pengganggu.
    4. Buatlah naungan bendengan untuk menghindari sinar matahari yang terlalu terik dan air hujan.
    5. Siramlah bendengan dengan air sehari sebelum persemaian agar basah.
    6. Sebarkan benih secara merata dan kemudian tutup dengan tanah tipis-tipis.
    7. Buka naungan setelah benih mulai tumbuh (berkisar 4-10 hari setelah penebaran benih). Namun jika kondisi sedang musim hujan, sebaiknya naungan dibiarkan tetap tertutup.

    2. Penyemaian benih tomat dengan kotak semai

    1. Buatlah kotak penyemaian dengan ukuran panjang 40-50 cm, lebar 30-40 cm, dan tinggi 25-30 cm. Selain dengan menggunakan kayu, kotak juga bisa menggunakan plastik atau semen dengan ukuran yang sama. Sedangkan untuk dasar kotak tersebut sebaiknya dilubangi dengan ukuran 0,5 cm.
    2. Kemudian isilah kotak dengan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang setinggi 12 cm. Sedangkan perbandingan campuran tanah dan pupuk kandang adalah 1:1 atau 1:2. Selanjutnya padatkan sedikit demi sedikit.
    3. Basahi media tanam sebelum penyemaian.
    4. Jarak penanaman benih antar baris adalah 5 cm dan kedalaman 0,5-1 cm, kemudian tutup dengan tanah halus tipis-tipis.

    II. Fase Penanaman

    Saat telah berada dalam fase penanaman, maka perlu beberapa hal yang perlu untuk dipersiapkan. Hal itu untuk menunjang agar persiapan pada fase sebelumnya tetap berjalan sesuai dengan rencana. Beberapa hal tersebut adalah:

    a. Penentuan pola tanam tanaman tomat

    Ada dua macam sistem penanaman tanaman tomat, yakni:

    1. Sistem penanaman dirempel

    Yang dimaksud dengan sistem tanam ini adalah tunas-tunas yang tumbuh diambil (dipotong) sedini mungkin. Sehingga satu tanaman hanya memiliki satu batang dan tidak memiliki cabang. Jarak tanam pada sistem ini adalah 50 x 50 cm atau 60 x 60 cm. Sedangkan untuk polanya bisa dengan bujur sangkar atau segitiga sama sisi.

    2. Sistem penanaman bebas

    Penggunaan sistem ini bertujuan untuk membiarkan tunas-tunas yang tumbuh menjadi cabang-cabang yang besar dan berbuah. Sedangkan untuk jarak tanam sistem bebas adalah 80 x 100 cm; 80 x 80 cm; 80 x 100 cm; 100 x 100 cm. Dan bentuk pola tanamnya bisa menggunakan bujur sangkar, persegi panjang atau segitiga sama sisi.

    b. Pembuatan lubang tanam untuk bibit tomat

    Sehari sebelum penanaman, sebaiknya bedengan terlebih dahulu disiram atau digenangi air terlebih dahulu. Kemudian pembuatan lubang tanam berukuran diameter 7-8 cm dan dengan kedalaman 15 cm. Dan untuk jarak tanamnya sesuai dengan pola penanaman.

    c. Cara penanaman bibit tomat

    Jika penanaman tomat pada saat musim kemarau, maka gunakanlah plastik mulsa berwarna hitam perak. Namun jika penanaman bertepatan dengan musim penghujan, sebaiknya untuk memasang plastik pelindung yang tembus padang pada bedengan yang akan ditanami.

    III. Pemeliharaan tanaman tomat

    Setelah fase penanaman selesai, maka kita akan memasuki fase pemeliharaan tanaman tomat. Berikut beberapa hal yang perlu anda lakukan.

    a. Penyulaman bibit tomat yang mati atau tidak berkembang

    Jika ada bibit yang pertumbuhanya terganggu atau mati, maka tanaman harus segera menyulami tanaman tersebut. Waktu pengamatan tanaman tersebut mulai 1 minggu setelah penanaman.

    b. Penyiangan gulma dan tumbuhan pengganggu di area penanaman tomat

    Pembersihan gulma dan tanaman pengganggu ini bertujuan agar tidak terjadi persaingan dalam mendapatkan unsur hara. Selain itu juga untuk menjaga agar gulma dan tanaman pengganggu tersebut tidak menjadi inang hama dan penyakit.

    c. Pembubunan atau pendangiran

    Tujuan pembubunan tersebut adalah untuk memperbaiki aliran udara dalam tanah. Selain itu juga untuk mengurangu zat atau gas berbahaya yang berada dalam tanah. Kedua hal tersebut berfungsi agar perakaran tanaman tumbuh lebih sehat dan tanaman menjadi lebih cepat besar.

    d. Perempelan tunas-tunas tanaman tomat

    Tunas yang berada di ketiak daun harus sesegera mungkin dirempel agar tidak menjadi cabang. Perempelan paling lambat dilakukan selama 1 minggu sekali. Kemudian pada tanaman yang tingginya terbatas, saat melakukan perempelan harus berhati-hati agar tunas terakhir tidak ikut terempel. Hal tersebut bertujuan agar tanaman tidak terlalu pendek.

    e. Pemupukan tanaman tomat

    Berikut tabel pemupukan tanaman tomat lengkap pupuk organik dan anorganik:

    Waktu PemberianPupuk kandang/
    Pupuk Kompos (Ton/ha)
    Za (Kg/ha)SP36 (Kg/ha)KCL (Kg/ha)
    Penggolahan Lahan15-20---
    Awal tanam-200170120
    10 Hst-100--
    24 Hst-100-60
    44 Hst-100-40

    f. Penyiraman tanaman tomat

    Penyiraman air sebaiknya secukupnya saja. Sebab tanaman tomat pertumbuhanya akan terganggu dan mudah terserang penyakit jika terlalu berlebihan dalam  pemberian air. Namun, jika kekurangan air pertumbuhanya pun akan terganggu, terlebih lagi pada saat awal pertumbuhan.

    g. Pemasangan ajir

    Pemasangan ajir bertujuan untuk menjaga tanaman agar tidak roboh. Waktu pemasangan ajir tersebut akan lebih baik sebelum penanaman untuk menjaga akar tanaman agar tidak rusak.

    h. Pemangkasan cabang

    Dengan melakukan pemangkasan cabang dan hanya meninggalkan satu cabang utama, maka buah tomat akan memiliki kualitas yang lebih baik. Buah tomat akan lebih besar dibandingkan dengan tanaman yang tidak dilakukan pemangkasan.

    i. Pengamatan hama dan penyakit

    Keberhasilan dalam budidaya tomat ini sangat bergantung juga pada pengamatan hama dan penyakit yang menyerang tanaman. Dan berikut ini tabel hama yang sering menyerang tanaman tomat beserta pengendaliannya.

    Nama HamaSasaran HamaCara pengendalian
    GuremDaun, bunga dan buahPengendalian kimiawi (copper fungisida dan dieldrin)
    Ulat tanahBatangPengendalian kuratif (dengan memasang umpan campuran dedak, gula dan paris green)
    CacingAkarPengendalian kimiawi (Nematisida)
    Siput/bekicotDaun1). Pengendalian mekanik (langsung dengan tangan)
    2). Pengendalian kuratif (memasang umpan dengan Metadex dan bekatul)
    3). Pengendalian Preventif (dengan membuat got keliling area penanaman)
    Kutu pucukPucuk tanaman1). Pengendalian kimiawi (Folidol dan diendrin)
    2). Pengendalian bercocok tanam (melakukan pergiliran tanaman)

    Kemudian untuk Penyakit yang sering menyerang tanaman tomat ada pada tabel berikut ini

    Nama PenyakitPengendalian
    Penyakit Jamur Phythophthora infestansPengendalian kimiawi (fungisida protektan kocide 54WDG dan sistemik starmyl 25WP)
    Penyakit layu1). Pengendalian mekanik (tanaman dicabut dan bibakar)
    2). Penggunaan fungisida saat awal tanam
    Penyakit akar1). Pengendalian bercocok tanam (rotasi tanaman)
    2). Pengendalian mekanik (tanaman dicabut dan dibakar)
    Penyakit virus mozaikPengendalian mekanik (tanaman dicabut dan dibakar)
    Penyakit bengkak akarPengendalian kimiawi (Nematisida)
    Pengendalian bercocok tanam (Pengairan)
    Busuk ujung buah tomat1). Pengendalian bercocok tanam (Pengapuran, pemupukan, dan pengairan)
    2). Pengendalian kimiawi (pemberian CaCI2)
    3). Pengendalian mekanik (buah busuk dikumpulkan dan dimusnahkan)

    IV. Fase Panen

    Masa panen buah tomat adalah saat tanaman berusia 60-100 hari, atau tergantung pada varietas dan cara perawatan. Kriteria masak petik dapat dilihat dari warna kulit buah kekuningan, ukuran buah, bagian tepi daun tua telah mengering. Dan tanaman dan batang tanaman telah menguning dan mengering.

    a. Waktu pemetikan buah tomat

    Pemetikan buah tomat akan lebih baik pada waktu pagi atau sore hari dengan kondisi cuaca yang cerah. Sebab pemetikan buah tomat pada waktu siang hari dapat menyebabkan daya simpan buah tomat menjadi lebih pendek.

    b. Cara pemanenan buah tomat

    Cara memetik buah tomat cukup memuntir buah secara hati-hati hingga tangkai buah terputus.

    c. Periode panen buah tomat

    Buah tomat tidak dapat masak secara bersama-sama. Oleh karena itu pemetikan dilakukan setiap 2-3 hari sekali hingga buah habis.

    Itulah panduan lengkap cara menanam tomat dari Tani Millenial. Semoga artikel ini memberi tambahan wawasan kepada para pembaca sekalian agar usaha penanaman tomat berhasil dan sukses. Salam Tani.

    Baca juga : Cara Menanam Jahe Yang Benar Agar Panen Melimpah

Tinggalkan Balasan