Beranda » Panduan Cara Pembibitan Ikan Lele Yang Tepat

Panduan Cara Pembibitan Ikan Lele Yang Tepat

cara pembibitan ikan lele

Bibit merupakan faktor utama dalam keberhasilan budidaya ikan lele. Dengan menggunakan bibit yang berkualitas, maka potensi keberhasilan akan lebih besar. Meskipun begitu masih banyak peternak ikan lele yang belum menggunakan bibit ikan lele yang berkualitas. Tentu saja hal tersebut karena berbagai alasan, salah satunya kurangnya pemahaman cara pembibitan ikan lele yang tepat. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini Tani Millenial akan mengulas panduan pembibitan ikan lele tersebut secara gamblang, silahkan untuk menyimak ulasannya!

I. Sistem pembibitan ikan lele yang sering digunakan

Dalam pembibitan ikan lele, para peternak mengenal 3 sistem cara pembibitan yang sering mereka gunakan. Nah, berikut ini 3 sistem pembibitan tersebut:

A.Sistem Massal.

Pada sistem ini, cara melakukan pembibitan adalah dengan menempatkan lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu. Kemudian induk jantan akan secara leluasa mencari pasangannya untuk kawin dalam sarang pemijahan. Dengan kondisi seperti ini, pembibitan sangat tergantung pada keaktifan induk jantan mencari pasangannya.

B.Sistem Pasangan.

Peternak ikan lele menggunakan cara ini dengan menempatkan induk jantan dan betina pada satu kolam khusus. Dengan kondisi tersebut penentu keberhasilannya adalah ketepatan menentukan pasangan yang cocok antara kedua induk.

C. Pembenihan Sistem Suntik (Hyphofisasi).

Cara menggunakan sistem ini adalah dengan merangsang lele untuk memijah atau terjadi ovulasi dengan suntikan ekstrak kelenjar Hyphofise. Sedangkan kelenjar tersebut berada di sebelah bawah otak besar. Namun untuk keperluan ini harus ada ikan sebagai donor kelenjar Hyphofise yang juga harus dari jenis lele.

II. Tahap Proses Pembibitan Ikan Lele

A. Pembuatan kolam tempat pembibitan

Ada dua macam/tipe kolam, yaitu bak dan kubangan (kolam galian). Kemudian pemilihan tipe kolam tersebut sebaiknya menyesuaikan dengan lahan yang tersedia. Sedangkan secara teknis baik pada tipe bak maupun tipe galian, pembenihan lele harus mempunyai :

1.Kolam tandon.

Pada kolam ini, kolam harus mendapatkan masukan air langsung dari luar/sumber air. Den kolam ini berfungsi untuk pengendapan lumpur, persediaan air, dan penumbuhan plankton. Itu artinya kolam tandon ini merupakan sumber air untuk kolam yang lain.

2.Kolam pemeliharaan induk.

Kolam ini merupakan kolam untuk memelihara Induk jantan dan bertina selama masa pematangan telur. Selain itu kolam ini sekaligus sebagai tempat pematangan sel telur dan sel sperma.

3.Kolam Pemijahan.

Yakni merupakan tempat perkawinan induk jantan dan betina. Pada kolam ini harus tersedia sarang pemijahan dari ijuk, batu bata, bambu dan lain-lain sebagai tempat hubungan induk jantan dan betina.

4.Kolam Pendederan.

Fungsi kolam ini adalah untuk membesarkan anakan yang telah menetas dan telah berumur 3-4 hari. Kemudian pemindahan dilakukan pada umur tersebut karena anakan mulai memerlukan pakan. Sedangkan anakan ikan tersebut sebelumnya masih menggunakan cadangan kuning telur induk dalam saluran pencernaannya.

B. Pemilihan Induk untuk pembibitan ikan lele

ikan lele jantan dan betina

Sumber: scotcat.com

Induk jantan mempunyai tanda :

  1. Tulang kepala berbentuk pipih
  2. Warna lebih gelap
  3. Gerakannya lebih lincah
  4. Perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung
  5. Alat kelaminnya berbentuk runcing.

Induk betina bertanda :

  1. Tulang kepala berbentuk cembung
  2. Warna badan lebih cerah
  3. Gerakan lamban
  4. Perut mengembang lebih besar daripada punggung alat kelamin berbentuk bulat.

C. Persiapan Lahan untuk pembibitan

Proses pengolahan lahan (pada kolam tanah) meliputi :

A. Pengeringan.

Untuk membersihkan kolam dan mematikan berbagai bibit penyakit.

B.Pengapuran.

Dilakukan dengan kapur Dolomit atau Zeolit dosis 60 gr/m2 untuk mengembalikan keasaman tanah dan mematikan bibit penyakit yang tidak mati oleh pengeringan.

D. Pemasukan Air ke dalam kolam

Cara menasukan air adalah secara bertahap, mula-mula setinggi 30 cm. Kemudian biarkan selama 3-4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.

Pada tipe kolam berupa bak, persiapan kolam yang dapat dilakukan adalah :

  1. Pembersihan bak dari kotoran/sisa pembenihan sebelumnya.
  2. Penjemuran bak agar kering dan bibit penyakit mati. Pemasukan air fapat langsung penuh.

E. Proses Pemijahan ikan lele

Pemijahan adalah proses pertemuan induk jantan dan betina untuk mengeluarkan sel telur dan sel sperma. Kemudian tanda induk jantan siap kawin yaitu alat kelamin berwarna merah. Sedangkan induk betina tandanya sel telur berwarna kuning (jika belum matang berwarna hijau). Lalu sel telur yang telah dibuahi menempel pada sarang dan dalam waktu 24 jam akan menetas menjadi anakan lele.

F. Pemindahan bibit ikan lele

Cara pemindahan :

  1. Kurangi air di sarang pemijahan sampai tinggi air 10-20 cm.
  2. Siapkan tempat penampungan dengan baskom atau ember yang diisi dengan air di sarang.
  3. Samakan suhu pada kedua kolam
  4. Pindahkan benih dari sarang ke wadah penampungan dengan cawan atau piring.
  5. Pindahkan benih dari penampungan ke kolam pendederan dengan hati-hati pada malam hari, karena masih rentan terhadap tingginya suhu air.

G. Pendederan bibit ikan lele

Pembesaran bibit ikan lele hingga berukuran siap jual, yaitu 5 – 7 cm, 7 – 9 cm dan 9 – 12 cm dengan harga berbeda. Kolam pendederan permukaannya diberi pelindung berupa enceng gondok atau penutup dari plastik. Hal tersebut untuk menghindari naiknya suhu air yang menyebabkan lele mudah stress. Pemberian pakan mulai dimulai sejak anakan lele dipindahkan ke kolam pendederan ini.

III. Manajemen Pakan bibit ikan lele

Jenis pakan untuk anakan lele berupa :

  1. Pakan alami berupa plankton, jentik-jentik, kutu air dan cacing kecil (paling baik). Anakan lele akan mengkonsumsi jenis pakan ini pada umur di bawah 3 – 4 hari.
  2. Pakan buatan untuk umur diatas 3 – 4 hari. Kandungan nutrisi harus tinggi, terutama kadar proteinnya.

IV. Manajemen Air untuk pembibitan ikan lele

Secara fisik ukuran kualitas air adalah sebagai berikut :

  1. Air harus bersih
  2. Berwarna hijau cerah
  3. Kecerahan/transparansi sedang (30 – 40 cm).

Sedangkan secara kimia ukuran air adalah sebagai berikut :

  1. Bebas senyawa beracun seperti amoniak
  2. Mempunyai suhu optimal (22 – 26 0C).

Baca Juga: Cara Mudah Mengetahui Kualitas Air Budidaya Perikanan

V. Manajemen Kesehatan bibit ikan lele

Pada dasarnya, anakan lele yang dipelihara tidak akan sakit jika mempunyai ketahanan tubuh yang tinggi. Kebanyakan penyebab anakan lele menjadi sakit adalah kondisi lingkungan (air) yang jelek. Kemudian kondisi air yang jelek sangat mendorong tumbuhnya berbagai bibit penyakit baik yang berupa protozoa, jamur, bakteri dan lain-lain. Oleh karena itu dalam manajemen kesehatan pembenihan lele, yang lebih penting adalah penjagaan kondisi air dan pemberian nutrisi yang tinggi.

Tinggalkan Balasan