Beranda » Mongso Kasongo 2021, Inilah Kejadian Unik Yang Terjadi

Mongso Kasongo 2021, Inilah Kejadian Unik Yang Terjadi

Mongso kasongo 2021

Pranoto mongso sejak lama menjadi panduan bagi para petani jawa kuno, khususnya dalam bidang pertanian. Terdapat 12 mongso dalam satu tahun. Saat ini kita berada dalam mongso kawolu atau ke delapan. Dan sebentar lagi akan menginjak mongso kasongo 2021, atau disebut juga mongso mareng. Mongso tersebut merupakan musim terakhir dalam tata aturan pranoto mongso.

Orang jawa sering menyebut mongso kasongo sebagai mongso mareng. Kemungkinan besar, sebutan ini karena pada musim ini muncul serangga terbang bernama gareng. Beberapa pendapat menamai serangga ini sebagai garengpung, tongkeret, cengkeret atau turaes (sunda), atau nyeng-nyeng (Makasar). Ia merupakan serangga yang selalu bersuara sepanjang hari dengan suaranya yang khas.

Mongso kasongo adalah mongso “gareng ngereng”

Sebuah artikel di wikipedia ini mengatakan jika garengpung atau gareng ini sama. Begitu juga dengan beberapa artikel lain yang mengatakan hal serupa. Namun, gareng yang muncul pada mongso kasongo ini berbeda dengan tongkeret. Perbedaanya adalah waktu kemunculan, waktu bersuara, dan bunyi suaranya.

Gareng hanya muncul pada mongso kasongo, dan kemudian bertahan hingga 1-2 bulan berikutnya. Meski pada akhir-akhir ini muncul dalam waktu yang lebih lama, kemudian para petani kemudian sering membuat lelucon mengenai kemunculan tersebut. Sedangkan tongkeret tidak hanya muncul pada mongso kasongo saja. Tongkeret muncul hampir sepanjang tahun (meski tidak ada referensi artikel mengenai hal itu).

Gareng juga bersuara hampir sepanjang hari, ia mulai bersuara ketika matahari muncul dan hingga ashar. Namun tongkeret hanya bersuara pada waktu-waktu tertentu. Umumnya tongkeret hanya bersuara ketika menjelang sore, atau ketika suasana mendung gulita. Oleh para petani, tongkeret sering menjadi petanda jika hari telah sore.

Satu perbedaan lagi adalah, gareng ini suka berkoloni dan bersuara bersama-sama. Sedangkan tongkeret lebih suka sendirian. Namun, baik tonkeret maupun gareng ini lebih suka hinggap pada pepohonan yang memiliki kulit yang lebih kasar. Mereka biasanya hinggap di pohon mindi, sengon jawa atau pohon berkulit kasar lainnya.

Baca juga: Pranoto Mongso: Penangalan Jawa Untuk Pertanian

Mongso kesembilan itu juga merupakan waktu “gangsir ngentir”

Gareng menjadi salah satu fenomena dari berbagai fenomena lain saat monso kasongo tersebut. Pada musim ini, serangga lain gangsir yang juga bersuara. Gangsir berbentuk seperti jangkrik namun memiliki badan yang lebih besar. Gansir ini juga merupakan hama bagi petani yang suka memakan tanaman atau umbi-umbian.

Pada musim ini, curah hujan mulai menurun menjadi 252,5 m. Sedangkan tanaman padi sudah mulai berbulir dan menjelang panen. Mongso kasongo sendiri berusia selama 25 hari. Nah, apakah fenomena itu akan terjadi pada mongso kasongo 2021 ini? Kita lihat buktinya pada bulan Maret nanti.

Baca juga: 3 Alasan Penanggalan Jawa Menjadi Penanda Pertanian

Tinggalkan Balasan