Beranda » Mengintip Teknologi Pertanian Vertikal Di Negara Maju

Mengintip Teknologi Pertanian Vertikal Di Negara Maju

Pada prinsipnya, untuk memperoleh hasil yang maksimal dari berkebun, tanaman harus memperoleh cahaya matahari yang cukup. Kadang, tanaman peneduh pun akan sangat mengganggu pertumbuhan. Namun, perkembangan teknologi membuat prinsip tersebut seolah tak berguna lagi. Kini, di kota-kota maju di dunia mulai menjamur perkebunan dalam gedung-gedung tinggi. Cahaya matahari jelas tidak berperan dalam pertanian semacam ini. Dunia menyebut model ini sebagai pertanian vertikal.

Pertanian model ini, menggunakan prinsip dasar pertanian hidroponik. Kemudian dengan teknik ini akan menghilangkan prinsip dasar pertanian konvensional pada umumnya. Penggunaan tanah dan sinar matahari tidak lagi terpakai dengan model pertanian ini. Kebun berada dalam ruangan tertutup, bahkan bertingkat beberapa lapis. Lantas, bagaimana tanaman mampu hidup dengan kondisi semacam itu?

Teknologi menjadi jawaban dari pertanyaan yang sangat wajar tersebut. Melalui teknologi, para petani modern tersebut memanipulasi iklim dan cahaya dalam ruangan tertutup. Pertanian ini berjalan karena berbagai kombinasi teknologi terkini yang syarat dengan ilmu pengetahuan dunia modern. Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Roel Janssen, Direktur Global City Farming di Philips Lighting.

Kemudian di mana saja pertanian dalam ruangan tersebut kini diterapkan? Mari kita lihat beberapa contohnya dalam ulasan berikut ini:

1. Perkebunan vertikal Nordic Harvest di Denmark

Nordic Harvest terletak di sebuah gedung di lantai 14 yang berlokasi Gronttorvet, dekat Kopenhagen. Perkebunan vertikal ini merupakan salah satu perkebunan terbesar di Eropa (baca keterangannya). Perkebunan ini mampu 1000 ton/tahun dengan 15 kali panen.

Dalam perkebunan ini, tidak ada penggunaan pupuk kimia maupun pestisida. Sebab, dengan memanipulasi ruangan sesuai dengan kondisi yang sesuai, maka tidak ada bakteri, hama, atau penyakit yang menyerang tanaman. Produk-produk Nordic Harvest baru bisa dinikmati pada bulan Maret 2021 ini.

2. Perkebunan vertikal Vertivegies di Singapura

Setelah pada ulasan sebelumnya kita telah membahas pertambakan vertikal di Singapura, kini saatnya kita membahas perkebunan vertikalnya. Perkebunan dalam ruangan ini telah beroperasi semenjak 2018 yang lalu. Dengan berbagai kombinasi teknologi terkini, perusahaan ini mampu menjadi solusi di tengah keterbatasan Singapura dalam lahan pertanian.

Hasil produksi dari perkebunan ini juga 100% organik. Mereka merawat tanaman tanpa penggunaan pupuk kimia, pestisida dan juga obat-obatan kimia yang lainnya.

3. Perkebunan vertikal Jones Food Company di Inggris

Dari Singapura kita beralih ke Inggris. Jones Food Company menjadi perusahaan yang mengembangkan perkebunan dalam ruangan dengan luasan 5000 meter persegi. Perkebunan ini berlapis 17 dengan ketinggian mencapai 12 meter.

Dengan berbagai teknologi yang mereka miliki, mereka mengoperasikan perkebunan ini mulai dari pembibitan. Mereka membuat bibit yang terjamin kwalitasnya dengan penggunaan peralatan modern. Salah satu yang menarik yakni penggabungan sistem pertanian konvensional dan modern.

4. Perkebunan vertikal Techno Farm Keihanna di Jepang

Jepang tak mau ketinggalan dengan negara maju lainya. Mereka juga mengembangkan pertanian vertikal yang tentunya dengan teknologi tinggi mereka. Techno Farm Keihanna mulai beroperasi pada tahun 2018 yang lalu. Dan merupakan salah satu pertanian vertikal terbesar di dunia.

Tecno Farm Keihanna menggabungkan teknologi robotika, IoT, dan teknologi canggih lainnya untuk mengoperasikan perkebunan ini. Dan mereka mampu menghasilkan 30.000 daun selada dalam satu hari dengan luas lahan 11.550 meter persegi.

5. Perkebunan vertikal Aerofarm di Amerika Serikat

 

Amerika Serikat memiliki pertanian vertikal yang kini menjadi perkebunan dalam ruangan terbesar di dunia. Aerofarm menjadi perusahaan raksasa yang kini mengoperasikan beberapa pertanian vertikal di Amerika Serikat.

Aerofarm mengatakan jika produktivitas mereka 390 kali daripada pertanian konvesional. Mereka juga menggunakan air dalam jumlah yang lebih sedikit, 95% dari pertanian konvensinal. Aerofarm juga mengoperasikan pertanian ini dengan perlengkapan canggih dengan teknologi penginderaan dan ilmu data terbaru.

Pertanian vertikal memang menjadi solusi bagi kota atau negara yang memiliki lahan pertanian terbatas. Namun begitu model pertanian ini juga memberi ancaman bagi para petani konvensional. Hanya karena sekarang teknologi yang digunakan masih mahal maka pertanian konvensional belum tergusur. Kedepan, kita hanya berharap jika segala kemajuan tersebut juga akan membawa dampak yang positif dan merata. Salam Tani.

Baca juga: 13 Unsur Hara Essensial dan Manfaatnya Untuk Tanaman

Tinggalkan Balasan