Beranda » Kenali 7 Hama Tanaman Padi Yang Paling Merugikan Ini

Kenali 7 Hama Tanaman Padi Yang Paling Merugikan Ini

Salah satu hambatan dalam budidaya tanaman padi adalah serangan hama yang menyerang tanaman. Dengan serangan hama tanaman padi tersebut, petani akan menderita kerugian atau bahkan gagal panen. Oleh karena itu, petani akan melakukan berbagai upaya pencegahan dan pengobatan yang mungkin menghabiskan banyak biaya.

Hama merupakan organisme atau binatang pengganggu yang merusak tanaman. Sedangkan kerusakan yang sering terjadi mulai dari akar dalam tanah, batang, daun dan hingga buah. Pada kesempatan kali ini, Tani Millenial akan menjelaskan hama yang sering menyerang tanaman padi tersebut. Silahkan untuk menyimak uraian berikut ini.

1. Hama Putih (Nymphula depunctalis), hama penggorok daun tanaman padi

Bentuk hama putih  ini menyerupai ngengat atau kupu-kupu berwarna putih. Di seluruh bagian tubuhnya bulu-bulu yang halus. Sedangkan kehidupan dari hama ini bergantung pada air untuk bernafas. Hama ini termasuk dalam hama sekunder.

Hama putih menyerang tanaman padi mulai dari vase vegetatif hingga generatif. Mereka akan menyerang bagian daun dengan menggorok daun hingga berubah menjadi bercak berwarna putih. Kemudian daun tersebut hanya akan tertinggal kerangkannya saja.

Gejala serangan hama ini berupa garis memanjang berwarna putih pada permukaan daun bagian bawah. Serangan khasnya adalah adanya potongan daun yang seperti tergunting. Potongan daun tersebut akan menjadi tempat tinggal larva. Ia kemudian akan mampu bernafas ketika potongan tersebut berada di air. Ia akan mengapung di atas air ketika siang hari dan makan pada waktu malam hari.

2. Padi Thrips (Thrips oryzae)

Thrips merupakan hama yang penting untuk tanaman padi. Biasanya hama ini menyerang selama musim kemarau. Dan penyerangan hama ini mulai dari awal pembibitan atau sekitar dua minggu setelah penyemaian awal. Kurangnya genangan air dan cuaca kering yang menjadi dorongan untuk serangan hama ini.

Serangga ini ada hampir di semua lingkungan persawahan. Hama ini jumlahnya melimpah pada bulan Juli-September dan Januari-Maret. Sedangkan kerusakan yang timbul menyebabkan daun melengkung dan berubah warna. Daun yang terserang memiliki guratan keperakan atau bercak kekuningan. Daun-daun tersebut kemudian akan melengkung dari pinggir ke tengah. Jika infeksi parah maka ujung daun akan layu.

Thrips dewasa pada siang hari terbang mencari sawah dengan tanaman padi yang baru. Kemudian ia akan bertelur di jaringan daun. Lalu setengah dari bagian telur tersebut terbuka. Lava neonatus kemudian akan memakan jaringan lunak daun muda yang belum terbuka.

3. Hama Wereng Penyerang Batang Padi

hama wereng

Sumber : news.wsu.edu

Wereng padi coklat (Nilaparvata lugens), wereng padi berpunggung putih (Sogatella furcifera) dan wereng penyerang daun padi: wereng padi hijau (Nephotettix apicalis dan N. Impicticep). Merusak dengan cara mengisap cairan batang padi dan dapat menularkan virus.

Wereng merupakan hama yang sering menyerang sawah tadah hujan maupun sawah basah dengan irigasi. Serangan wereng juga terjadi pada sawah yang terendam terus menerus, naungan tinggi dan kelembaban tinggi. Kemudian penggunaan pupuk Nitrogen (N) yang berlebihan dan penyemprotan insektisida pada awal musim juga mendukung perkembangan hama ini.

Serangan wereng akan menyebabkan daun menjadi orange-kuning kemudian menjadi coklat dan kering. Serangan wereng yang parah kemungkinan gagal panen adalah 100%. Oleh karena itu hama ini menjadi hama yang paling berbahaya untuk tanaman padi.

4. Hama Walang sangit (Leptocoriza acuta)

hama walang sangit

Sumber : alchetron.com

Walang sangit atau kutu padi menyerang buah padi yang masak susu. Serangan tersebut akan menyebabkan buah tidak terisi dan berubah warna. Sedangkan walang sangit dewasa akan memakan biji-bijian yang telah terisi.

Walang sangit menyerang pada hampir semua lingkungan persawahan. Namun pada umumnya ia menyerang pada sawah tadah hujan dan sawah dataran tinggi. Serangan hama ini berpotensi untuk mengurangi hasil panen padi hingga 30%.

Ada beberapa penyebab datangnya hama ini. Adanya hutan di dekat sawah, rumput liar, dan cara penanaman tanaman padi. Hama mulai aktif ketika musim hujan datang. Selain itu cuaca hangat, langit mendung, dan gerimis yang sering terjadi mendukung perkembangan populasi hama.

5. Hama Penggerek batang tanaman padi

hama pengerek batang padi

Sumber : alchetron.com

Terdiri atas penggerek batang padi putih (Tryporhyza innotata), kuning (T. Incertulas), bergaris (Chilo supressalis) dan merah jambu (Sesamia inferens).

Kerusakan yang timbul tergantung pada fase pertumbuhan tanaman. Pada fase Vegetatif (pembentukan batang, daun, dan anakan), maka daun tengah atau pucuk tanaman mati karena titik tumbuhnya dimakan. Pucuk yang mati akan berwarna coklat dan mudah dicabut. Gejala ini biasa disebut Sundep.

Pada fase generatif (pembentukan malai), maka malai akan mati karena pangkalnya dikerat atau digerek oleh larva. Malai yang mati akan tetap tegak, berwarna abu-abu putih dan bulir-bulirnya hampa. Malai ini mudah dicabut dan pada pangkalnya terdapat bekas gigitan larva. Gejala ini biasa disebut Beluk.

6. Hama tikus (Rattus argentverter)

cara mengusir tikus

Sumber: knowledgebank.irri.org

Hama tikus menyerang batang muda (1-2 bulan) dan buah. Gejalanya ada tanaman padi yang roboh pada petak sawah dan pada serangan hebat ditengah petak tidak ada tanaman. Hama ini berpotensi mengurangi panen padi hingga 10-20%. Bahkan hama pengerat ini pada daerah tertentu dapat menyebabkan kerugian hingga 30-50%.

Serangan hama tikus banyak terjadi pada lahan sawah irigasi. Dan hama ini menyerang baik pada musim hujan maupun musim kemarau. Akan tetapi pada sawah tadah hujan, dampak terbesar terjadi pada musim penghujan. Hal itu karena tersedianya makanan, air, dan tempat tinggal agar hama ini berkembang biak dengan optimal.

Hama tikus dapat berkembang biak dengan sangat cepat. Dan perkembangbiakan tikus tersebut mengikuti musim panen padi yang terjadi. Misalnya saja dalam 1 tahun terjadi dua kali panen padi, artinya tikus juga akan berkembang dua kali.

Baca Juga : Tips Jitu Cara Mengusir Tikus Di Sawah

7. Burung Pemakan buah padi

Ada lebih dari 70 spesies burung yang menyerang padi di seluruh dunia. Dan di Asia Tenggara ada sekitar 14 spesies. Hama burung menyerang menjelang panen, tangkai buah patah, biji berserakan. Selama periode fase susu, burung hanya memeras biji padi. Akan tetapi pada fase biji padi yang telah matang, hama ini memakan seluruh bagian biji padi.

Serangan hama burung ini dapat menyebabkan gagal panen. Sebab peyerangan hama ini mulai dari fase pemasakan hingga panen. Oleh karena itu sangat penting untuk mengelola hama ini dengan baik.

Baca juga : Benih Padi Unggul 2020, Inpari Dengan Hasil Tertinggi

10 Fakta Tentang Padi Yang Menarik Dan Jarang Diketahui

Tiongkok Kembangkan Bibit Padi Hibrida 22 Ton/Hektar

Tinggalkan Balasan