Beranda » Kelemahan Dan Keunggulan Varietas Padi Hibrida

Kelemahan Dan Keunggulan Varietas Padi Hibrida

keunggulan varietas padi hibrida

Ada beberapa jenis varietas tanaman padi yang kita kenal, salah satunya adalah padi hibrida. Varietas hibrida merupakan jenis unggul yang akan memberikan hasil yang lebih banyak daripada varietas lain. Namun, keunggulan varietas padi hibrida tersebut tentu saja juga memiliki kelemahan. Mari kita bahas apa saja keunggulan dan kelemahannya.

Pengertian padi Hibrida

Varietas padi hibrida merupakan hasil kawin silang dari dua jenis induk yang berbeda. Tujuan dari kawin silang tersebut adalah untuk mendapatkan sifat-sifat baik/pilihan dari induk tersebut untuk menghasilkan benih dengan mutu tinggi.

Induk padi yang menjadi subyek kawin silang merupakan jenis padi yang memiliki sifat superior (efek heterosis), terutama hasil panen yang lebih tinggi. Dan karena tanaman padi merupakan tanaman yang melakukan penyerbukan sendiri, pengembangan padi hibrida membutuhkan jantan steril.

Jantan steril diperoleh dari kawin silang secara berulang-ulang (backcross) dengan induk dari galur maintainer. Dari proses tersebut akan mendapatkan padi jantan steril yang stabil (cytoplasmic male sterile/CMS). Induk CMS inilah yang kemudian menjadi induk untuk menghasilkan padi hibrida.

Padi hibrida saat ini dikatakan sebagai salah satu kunci untuk memenuhi kebutuhan beras dunia yang meningkat dari tahun ke tahun. Itu karena hasil panen dari varietas ini yang dapat melebihi varietas unggul lainnya.

Saat ini ada banyak lembaga baik pemerintah maupun non pemerintah yang mengembangkan teknologi benih padi unggul ini. Di Indonesia pun ada beberapa lembaga yang melakukan penelitian untuk menghasilkan varietas padi Hibrida yang lebih baik.

Baca Juga: 13 Langkah Budidaya Padi Yang Menjadi Kunci Sukses

Keunggulan varietas padi hibrida

Seperti penjelasan pada awal tadi,  padi hibrida merupakan varietas dengan hasil tinggi dan lebih tinggi daripada varietas unggul lainnya. Varietas padi hibrida ini bahkan dapat menghasilkan dua kali lipat lebih banyak daripada varietas lokal.

Kualitas hasil panen tidak hanya dari jumlah atau kuantitas saja. Akan tetapi varietas padi hibrida ini juga menghasilkan butiran padi yang lebih bagus serta nasi yang lebih pulen dan wangi.

Di Indonesia juga telah banyak varietas padi Hibrida yang tersedia. Sejak tahun 1983, Indonesia telah memulai berbagai kegiatan penelitian padi Hibrida. Kemudian pada tahun 2004 dan 2006 BP PADI berhasil merakit 4 varietas padi hibrida dengan nama Hipa3, Hipa4, Hipa5 ceva, dan Hipa6 jete.

Baca Juga: Kenali 7 Hama Tanaman Padi Yang Paling Merugikan Ini

Kelemahan

Meskipun memiliki potensi hasil yang lebih tinggi dari varietas lain, padi hibrida juga memiliki kelemahan yang penting untuk Anda perhatikan. Berikut sejumlah kelemahan padi hibrida tersebut:

  1. Hasil panen padi hibrida akan menghasilkan biji padi (F2) yang tidak dapat digunakan untuk benih padi pada musim berikutnya. Oleh karena itu petani tidak dapat menghasilkan benih padi secara mandiri. Jika ingin menggunakan padi hibrida, maka Anda harus bergantung kepada produsen benih padi.
  2. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, petani membutuhkan insfrastruktur yang memadai serta sarana produksi (terutama pupuk).
  3. Beberapa jenis padi hibrida merupakan varietas yang peka terhadap hama dan penyakit. Oleh karena itu  akan memicu penggunaan pestisida atau obat-obatan yang lebih banyak.
  4. Harga benih padi hibrida merupakan salah satu yang paling mahal. Itu artinya petani harus merogoh kocek yang lebih dalam sebagai modal awal menanam padi.

Baca Juga: Benih Padi Unggul 2020, Inpari Dengan Hasil Tertinggi

Itulah sekilas kelebihan dan kelemahan padi hibrida sebagai varietas unggul yang dapat Anda pilih untuk mendapatkan hasil panen yang lebih tinggi. Dengan uraian tersebut, mungkin Anda telah memahami dan mendapat gambaran apakah akan menggunakan jenis padi hibrida atau tidak. Semoga menambah wawasan dan selamat mencoba.

Sumber referensi: 

Tinggalkan Balasan