Beranda » Kegunaan Kapur Dolomit Untuk Tanah Dan Tanaman

Kegunaan Kapur Dolomit Untuk Tanah Dan Tanaman


Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan kapur dolomit ini. Saya yakin, setiap awal pengolahan lahan pasti memanfaatkan kapur dolomit untuk lahan pertanian Anda. Namun, apakah Anda juga tahu secara pasti apa kegunaan kapur dolomit? Jika sudah maka itu bagus, jika belum sepenuhnya mari kita bahas bersama-sama.

Kapur dolomit biasanya berupa butiran-butiran kecil berwarna putih. Meskipun penggunaanya hampir sama seperti pupuk, akan tetapi kapur dolomit bukan merupakan pupuk. Kapur dolomit lebih dapat dikatakan sebagai bahan tambah sebagai pembenah tanah.

Meski bukan merupakan pupuk, akan tetapi pupuk dolomit sangat mempengaruhi hasil pemupukan yang Anda lakukan. Peran utamanya adalah untuk mengkondisikan tanah agar memiliki nilai keasaman yang netral.

Ketika nilai keasaman tanah netral, atau lebih populer dengan istilah pH, maka tanaman akan dapat menyerap pupuk dengan optimal. Dan bukan itu saja kegunaanya untuk lahan pertanian dan tanaman Anda. Lebih jelasnya silahkan untuk melanjutkan penjelasan berikut ini.

Apa itu kapur dolomit?

Kapur dolomit merupakan pupuk umum, meski beberapa orang tidak menganggapnya sebagai pupuk. Kapur dolomit ini adalah magnesium karbonat. Ia mengandung Kalsium dan magnesium dalam jumlah yang bervariasi. Namun umumnya kapur dolomit memiliki 20% Kalsium dan 10%  Magnesium.

Kapur dolomit terbuat dari bebatuan tambang. Namun ketika Anda membelinya, kapur dolomit telah berbentuk serbuk baik kasar maupun halus tergantung merek dagangnya. Beberapa merek dagang saat ini telah menyediakan dalam bentuk cairan.

Penggunaan kapur dolomit pada lahan pertanian memang sudah umum, dan kadang memang disarankan. Itu karena kemampuan kandungan kapur dolomit tersebut untuk meningkatkan nilai keasaman tanah.
Baca Juga : 13 Unsur Hara Essensial dan Manfaatnya Untuk Tanaman

Apa saja kegunaan kapur dolomit untuk lahan pertanian Anda?

Jika Anda menggunakannya dengan benar, kapur dolomit akan memberikan manfaat yang besar untuk lahan Anda. Salah satu manfaat terbesarnya adalah menetralkan nilai keasaman tanah atau yang lebih populer dengan istilah pH.

Nah, apa saja manfaat yang akan Anda dapatkan? Simak ulasan berikut ini:

1. Berfungsi untuk mengoreksi pH tanah

 

Meski beberapa jenis tanaman mampu hidup maksimal dengan kondisi pH yang tidak netral, namun sebagian besar tanaman akan maksimal pertumbuhannya pada kondisi tanah yang netral. Penggunaan kapur dolomit akan mampu membuat kondisi keasamaan atau kebasaan tanah menjadi netral dan mampu membuat tanaman berkembang lebih maksimal.

2. Menetralisir zat – zat yang meracuni tanah

Tanah mengandung berbagai zat yang kompleks. Namun tidak semua zat tersebut bermanfaat bagi tanaman. Ada beberapa zat yang kemudian membuat tanaman terganggu pertumbuhannya. Penggunaan kapur dolomit ini akan menetralisir zat-zat berbahaya tersebut agar tanaman berkembang dengan maksimal.

3. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi penyerapan zat – zat hara

Meski pemberian pupuk telah cukup, namun belum tentu tanaman tersebut mampu berkembang dengan maksimal. Itu karena penyerapan zat-zat hara kurang efektif dan efisien. Penggunaan kapur dolomit ini mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari pemupukan tersebut. Dengan hal tersebut maka petani ada kemungkinan untuk menghemat biaya pemupukan.

4. Menjaga tingkat ketersediaan unsur hara mikro sesuai kebutuhan tanaman.

 

Sumber: gardenerspath.comUnsur hara mikro memang telah tersedia dalam tanah. Namun unsur hara ini kadang hilang hingga menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi tidak maksimal. Penggunaan kapur dolomit akan menjaga ketersediaan unsur hara tersebut.

Bagaimana cara menggunakan kapur dolomit yang baik dan benar?

Meski memiliki banyak manfaat, akan tetapi penggunaan kapur dolomit ini juga harus sesuai dengan petunjuk. Beberapa pendapat mengatakan, penggunaan kapur dolomit yang tidak sesuai akan menyebabkan persoalan lain yang merugikan lahan Anda.

Jika tujuan utama Anda adalah untuk menetralisir pH, maka anda harus mengukur pH tanah Anda terlebih dahulu. Anda bisa membeli peralatan pengukur pH yang telah banyak dipasaran saat ini. Atau Anda dapat menggunakan cara mengukur pH dengan perlengkapan sederhana.

Setelah mengetahui ukuran pH lahan, Anda baru bisa mengaplikasikan kapur dolomit tersebut. Aplikasikan seperlunya saja, sesuai dengan dosis rekomendasi. Jika berlebihan mungkin saja malah akan berakibat buruk bagi lahan pertanian Anda.

Tinggalkan Balasan