Beranda » Kandungan Pupuk Urea dan Cara Penggunaannya

Kandungan Pupuk Urea dan Cara Penggunaannya

Kegunaan pupuk urea

Pupuk urea adalah pupuk dengan merek dengan merek dagang “Pupuk Urea” produksi PT.Petrokimia Gresik. Urea merupakan jenis pupuk tunggal dan kandungan pupuk urea adalah Nitrogen (N). Saat ini pupuk urea merupakan salah satu jenis pupuk yang mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Kandungan unsur hara Nitrogen (N) dalam pupuk urea merupakan salah satu unsur hara yang sangat penting untuk tanaman. Jika kekurangan unsur Nitrogen ini tanaman tidak dapat tumbuh dengan normal. Nitrogen juga merupakan unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah paling banyak oleh tanaman.

Unsur Nitrogen merupakan unsur mobil, yakni unsur yang mudah terlindi dan mudah menguap. Dengan sifat tersebut maka tanaman akan mudah mengalami defisiensi (kekurangan unsur hara). Selain itu, tanaman akan menyerap Nitrogen dalam bentuk yang berbeda tergantung pada sifat tanah, jenis tanaman dan tahapan dalam pertumbuhan tanaman.

Baca Juga : Kegunaan Pupuk NPK Dan Efek Samping Bagi Tanaman

Kandungan unsur hara dan spesifikasi pupuk urea

Seperti penjelasan pada awal tadi, pupuk Urea merupakan pupuk tunggal yang hanya memiliki satu jenis unsur hara, yakni Nitrogen (N). Berikut untuk spesifikasi lengkap pupuk Urea.

  1. Kadar Nitrogen (N) : 46%
  2. Kadar Air : Maks 0,5%
  3. Bentuk : Prill
  4. Kadar Biuret : Maks 1%
  5. Ukuran butir : 90% min 1,00 – 3,55 mm
  6. Warna : Merah muda (Pink)
  7. Sifat : Higroskopis, mudah larut dalam air

Baca juga : 5 Kesalahan Pemupukan Yang Bisa Bikin Gagal Panen

Fungsi dan manfaat pupuk Urea

Seperti halnya unsur Nitrogen (N), unsur hara yang terkandung dalam pupuk Urea memiliki peran utama bagi pertumbuhan tanaman. Fungsi pupuk urea terutama pada pertumbuhan bagian-bagian vegetatif tanaman. Berikut fungsi lengkap pupuk urea untuk tanaman.

  1. Untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman.
  2. Dapat menyehatkan pertumbuhan daun. Daun tanaman akan lebih lebar dengan warna yang lebih hijau.
  3. Untuk meningkatkan kadar protein dalam tubuh tanaman.
  4. Meningkatkan berkembangnya mikrorganisme dalam tanah.
  5. Mikroorganisme sangat penting bagi perombakan bahan organik.

Baca Juga: Kandungan Pupuk Phonska Dan Cara Penggunaanya

Dampak negatif pupuk urea

Keberadaan Nitrogen (pupuk Urea) di lingkungan memiliki dampak positif dan dampak negatif. Dampak tersebut dapat secara langsung maupun tidak langsung. Dampak positifnya adalah manfaatnya bagi tanaman seperti yang telah diulas sebelumnya. Sedangkan berikut ini merupakan dampak negatif aplikasi pupuk Urea, terutama jika berlebihan dalam penggunaannya.

  1. Tanaman akan menghasilkan terlalu banyak daun dan batang.
  2. Batang menjadi lembek dan mudah rebah (khususnya padi).
  3. Kurang atau bahkan tidak menghasilkan buah.
  4. Memperlambat pemasakan buah.
  5. Mudah terserang penyakit.
  6. Kosentrasi nitrat menjadi tinggi dan menumpuk pada bagian daun sayuran yang dapat dimakan. Jika mengkonsumsi makanan tersebut maka akan membahayakan kesehatan manusia.
  7. Dapat menimbulkan pertumbuhan gulma air, pertumbuhan tanaman air dan algae serta senyawa toksik dapat membunuh organisme air.

Baca Juga: Cara Membuat Bokashi Dari Kotoran Kambing Dengan Mudah

Cara penggunaan

Pupuk urea memiliki sifat mudah terlarut dalam air. Dengan sifat ini, pupuk urea akan menyediakan unsur hara nitrogen dalam waktu yang cepat. Akan tetapi sifat tersebut juga memiliki kerugian jika Anda mengaplikasikannya di permukaan atau tidak Anda masukan kedalam tanah. Pupuk urea juga mudah kehilangan nitrogen ke udara hingga 40% dari yang Anda aplikasikan.

Oleh karena sifat-sifat tersebut maka pemberian pupuk urea perlu efisiensi. Strateginya adalah dengan mengatur waktu dalam pemberian pupuk Urea. Waktu pemberian pupuk dengan hasil baik adalah 2 kali pemberian pupuk (Ramadhani et al., 2014).

Untuk dosis pada tiap tiap komoditi dapat anda lihat pada brosur pupuk urea yang dapat Anda unduh disini.

Tinggalkan Balasan