Beranda » Jenis Kelinci Di Indonesia Yang Menjadi Favorit Peternak

Jenis Kelinci Di Indonesia Yang Menjadi Favorit Peternak

Kelinci merupakan hewan peliharaan yang kini menjadi salah satu favorit peliharaan masyarakat Indonesia. Selain karena kelucuannya, hewan yang satu ini juga memiliki prospek ekonomi yang cukup besar. Dan meski hewan ini tidak asli Indonesia, namun saat ini telah banyak jenis kelinci di Indonesia yang menjadi peliharaan warga masyarakat. Jenis kelinci tersebut bervareasi, dan sebagian besar berasal dari benua Amerika dan Eropa.

Mengetahui jenis kelinci yang ada di Indonesia, sangat penting bagi anda yang ingin berbudidaya hewan ini. Pasalnya setiap jenis kelinci memiliki harga, kegunaan, dan cara perawatan yang berbeda-beda. Dan akan lebih baik jika anda memelihara jenis kelinci yang pas sesuai dengan kebutuhan anda. Nah, Tani Millenial akan membahas jenis kelinci yang telah menjadi favorit banyak peternak di Indonesia. Silahkan untuk menyimak ulasan berikut hingga selesai.

1. Kelinci jenis Bligon

Kelinci bligon ini merupakan jenis kelinci yang garis keturunannya sudah tidak jelas dari jenis kelinci apa. Biasanya jenis kelinci ini merupakan hasil kawin silang antar jenis kelinci yang berbeda. Dan jenis kelinci ini memiliki harga yang lebih rendah daripada jenis kelinci yang masih murni.

Daripada jenis kelinci murni, kelinci bligon relatif lebih mudah dalam pemeliharaanya. Itu karena kelinci ini telah sesuai dengan kondisi iklim di Indonesia. Biasanya kelinci jenis ini memiliki postur tubuh yang lebih kecil daripada kelinci jenis murni. Meski ada beberapa jenis yang postur tubuhnya agak sedikit besar.

Kelinci bligon sangat cocok dipelihara untuk anda yang sedang memulai untuk beternak kelinci. Sebab, cara pemeliharaanya lebih mudah dan tidak terlalu rentan terhadap penyakit. Selain itu harga kelinci bligon ini juga relatif lebih murah.

2. Kelinci jenis Rex

Kelinci ini memiliki bulu yang pendek dan halus seperti beludru. Rex pada mulanya berasal dari Prancis. Pertama kali ditemukan pada tahun 1919 dan merupakan kelinci liar. Setelah itu kemudian para peternak dan industri bulu mengembangkan jenis kelinci ini.

Kelinci rex memiliki bentuk kepala yang lebih besar daripada jenis kelinci lainnya, telinga tegak keatas, dan kaki lebih kecil. Sedangkan untuk berat rata-rata mampu mencapai 4,5 kg. Dan seperti jenis kelinci murni lainnya, kelinci betina juga memiliki lipatan di bawah dagu. Untuk warna bulu dari kelinci ini bervareasi, kebanyakan berwarna hitam atau putih, atau kombinasi keduannya.

Di Indonesia kelinci rex menjadi kelinci peliharaan dengan tujuan yang bermacam-macam. Kelinci ini bisa menjadi kelinci kontes, pedaging, maupun peranakan. Perawatan kelinci ini relatif lebih mudah, terutama jenis kelinci yang merupakan keturunan yang telah lama di Indonesia.

3. Flemish Giant

Seperti namanya, kelinci ini merupakan kelinci raksasa yang mampu mencapai bobot 10 kg. Flemish Giant pada mulanya dikembangkan di dekat kota Gent, Belgia pada awal abad ke-16. Dan kelinci ini merupakan nenek moyang dari banyak ras kelinci di dunia.

Flemish Giant mampu mencapai panjang hingga 1,3 meter. Sedangkan berat rata-rata dari kelinci jenis ini adalah 6,5 kg. Kemudian warna bulu dari kelinci ini ada enam macam. Yakni; hitam, biru, coklat kekuningan, berpasir, abu-abu muda, abu-abu baja, dan putih.

Meski pada mulanya kelinci ini menjadi kelinci pedaging, namun saat ini di Indonesia lebih banyak menjadi kelinci kontes. Harga jenis kelinci ini masih cukup mahal. Dan untuk pemula, sebaiknya untuk belum memelihara kelinci ini selain mendapatkan bimbingan dari peternak yang lebih senior.

4. Kelinci jenis Angora

angora

Sumber: ccspca.com

Angora merupakan salah satu jenis kelinci tertua. Pada mulanya kelinci ini juga dimanfaatkan bulunya sebagai wol. Dan ada 11 ras kelinci angora yang berbeda di seluruh dunia. Sedangkan untuk negara asalnya adalah Turki.

Kelinci angora memiliki ciri bulu yang panjang dan tebal. Dan masing-masing ras memiliki karakter perawakan yang berbeda-beda. Namun yang paling pokok adalah bulu panjangnya setiap ras memiliki ciri yang hampir sama. Begitu juga dengan warna bulu yang bervareasi.

Di Indonesia kelinci ini banyak peternak yang memanfaatkanya untuk kontes atau pembibitan. Meski di luar negeri para peternak sebagai wol, namun di negeri kita ini belum banyak dimanfaatkan untuk itu. Kemudian kelinci jenis ini memang kurang cocok untuk para peternak pemula yang masih belajar dalam memelihara kelinci.

5. Kelinci New Zealand (NZ)

Saat ini kelinci New Zealand atau NZ ini menjadi favorit para peternak di Indonesia. Kelinci jenis ini berasal dari Amerika Serikat dan masuk ke daftar kelinci resmi pada tahun 1916. Konon, kelinci ini merupakan campuran ras dari Flemish Giant dan kelinci Belgia.

NZ merupakan salah satu kelinci yang besar dan mampu mencapai bobot 5,5 kg. Sedangkan perawakannya cukup lebar, berotot namun tidak terlalu panjang. Kelinci jenis ini memiliki 4 jenis warna yang berbeda, yakni putih, merah, hitam, dan kombinasi.

New Zealand ini merupakan jenis kelinci yang sangat baik untuk menjadi kelinci pedaging. Selain karena pertumbuhanya yang cepat, kelinci ini memiliki jumlah daging yang lebih banyak daripada jenis lain. Dan di Indonesia, banyak peternak kelinci pedaging yang lebih memilih jenis kelinci ini. Namun begitu, banyak pula yang menjadikan kelinci ini sebagai kelinci kontes.

Itulah lima jenis kelinci yang saat ini menjadi favorit para peternak di Indonesia. Jika anda juga berminat untuk memelihara kelinci, maka perbanyaklah untuk mempelajari cara budidaya yang benar. Sebab, meski bisa dikatakan mudah, namun memelihara kelinci memang membutuhkan suatu pengalaman yang cukup. Semoga bermanfaat, Salam Tani.

Baca Juga: 6 Jenis Ras Ayam Lokal Yang Ada Di Indonesia

Tinggalkan Balasan