Beranda » Jenis Ikan Lele Budidaya Yang Ada Di Indonesia

Jenis Ikan Lele Budidaya Yang Ada Di Indonesia

Jenis ikan lele

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan tawar yang menjadi favorit baik untuk budidaya oleh peternak maupun konsumsi masyarakat. Saat ini usaha peternakan ikan lele ini telah berkembang di berbagai daerah di Indonesia. Dengan potensi bisnis yang semakin tinggi maka peminat usaha budidaya ikan lele pun semakin banyak. Namun begitu karena ada banyak jenis ikan lele yang tersedia, peternak harus mengetahui setiap jenis untuk meminimalisir kesalahan prosedur.

Ikan lele merupakan ikan air tawar yang berasal dari benua Afrika, yakni lele dumbo (Clarias gariepinus). Selain itu ada juga ikan lele lokal (Clarias batrachus), jenis ikan lele lokal ini telah banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Selain jenis tersebut, ada beberapa jenis ikan yang sudah banyak dibudidayakan di Indonesia. Berikut jenis ikan lele yang ada secara lengkap.

1. Jenis ikan lele lokal

Lele lokal (Clarias batrachus) merupakan lele asli dari perairan Indonesia. Masyarakat Indonesia telah membudidayakan jenis ikan ini semenjak tahun 1975 di daerah Blitar, Jawa Timur.

Daging lele lokal sangat gurih dan renyah, sebab lele jenis ini tidak mengandung banyak lemak. Oleh karena itu, banyak masyarakat yang fanatik dalam mengkonsumsi jenis lele lokal ini.

Kelemahan lele lokal adalah lele ini cukup lamban perkembangan bobotnya. Untuk mencapai bobot 500 gram/ekor, lele lokal membutuhkan waktu hingga 1 tahun.

Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Lele Di Ember Bersama Kangkung

2. Lele dumbo

Seperti yang telah kami jelaskan sebelumnya, lele dumbo (Clarias gariepinus) merupakan jenis lele impor dari benua Afrika. Indonesia mendatangkan jenis lele dumbo ini sejak tahun 1985.

Lele dumbo merupakan lele hybrid dari hasil persilangan lele lokal Afrika spesies C. Mossambicus dengan lele Taiwan spesies C. Fuscus. Perkawinan silang tersebut menggunakan C. Mossambicus jantan dan C. Fuscus betina.

Berbeda dengan lele lokal, lele dumbo merupakan jenis lele yang cepat dalam pertumbuhannya. Oleh karena itu, lele dumbo menjadi favorit para peternak ikan lele.

Jenis ikan lele dumbo ini dapat mencapai bobot 500 gram hanya dalam waktu 3-4 bulan. Namun sebagian konsumen tidak menyukai daging lele dumbo karena kandungan lemaknya yang cukup tinggi.

Baca Juga: Panduan Cara Pembibitan Ikan Lele Yang Tepat

3. Jenis ikan lele keli

Lele keli (Clarias meladerma) adalah salah satu jenis lele lokal dari perairan Indonesia. Nama “keli” merupakan nama asal daerah lele ini, yakni Keli, Sumatra Selatan. Sub Balitkanwar Palembang mulai membudidayakanya tahun 1987 dan berhasil memijahkan pada tahun 1989.

Jenis lele keli ini berdasarkan hasil ujicoba lebih unggul daripada lele lokal. Lele keli dapat mencapai bobot 500 gram dalam waktu 5-6 bulan. Selain itu jenis lele keli ini juga tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

Perbedaan dengan lele lokal adalah warna badannya yang lebih gelap (hitam kekuningan). Ukuran kepalanya juga lebih besar, serta jenis lele ini tidak memiliki patil (patilnya tidak tajam).

Baca Juga: Budidaya lele di kolam terpal, Begini Caranya Yang Benar!

4. Jenis ikan lele sangkuriang

Lele sangkuriang (Clarias gariepinus Var) adalah varietas unggul hasil penelitian BBPBAT Sukabumi. Jenis lele sangkuriang ini mulai dilepas pada tahun 2004.

Lele sangkuriang merupakan jenis lele yang lebih unggul daripada lele dumbo. Keunggulannya terletak pada fekunditas telur yang lebih banyak serta potensi telur menetas yang lebih tinggi. Selain itu, bibit lele sangkuriang juga lebih cepat berkembang daripada lele dumbo.

Baca Juga: Cara Ternak Ikan Nila Di Kolam Terpal Untuk Pemula

5. Lele Phyton

Jenis lele phyton (Clarias gariepinus far) ini merupakan hasil pengembangan oleh kelompok pembudidaya Sinar Kehidupan Abadi (SKA) dari Bayumundu, Pandeglang, Banten. Lele phyton merupakan hasil kawin silang lele dumbo asal Thailand (lele D89F2) dengan lele dumbo Afrika (F6).

Nama phyton berasal dari bentuk kepalanya yang menyerupai ular phyton. Sedangkan keunggulan dari lele phyton ini adalah pertumbuhannya yang lebih cepat dari jenis lainnya.

Untuk mencapai ukuran konsumsi, bibit lele phyton ukuran 7-8 cm hanya membutuhkan waktu 50-55 hari. Sedangkan untuk ukuran benih 9-10 cm hanya membutuhkan waktu 40-45 hari. Keunggulan lainnya adalah dapat Anda budidayakan meski lingkungan Anda dingin.

Baca Juga: Budidaya Ikan Gabus? Begini Caranya Agar Sukses!

Dari uraian tersebut dapat kita ketahui jika lele phyton saat ini merupakan jenis yang paling unggul. Meskipun begitu bukan berarti jika jenis lele yang lain tidak dapat Anda budidayakan. Tentu saja ada berbagai faktor yang menentukan jenis apa yang akan Anda ternakan.

Tinggalkan Balasan