Beranda » Ingin Jadi Negara Pertanian Terdepan, Ini Langkah Vietnam!

Ingin Jadi Negara Pertanian Terdepan, Ini Langkah Vietnam!

negara pertanian terdepan

Vietnam merupakan salah satu negara yang masih cukup muda di dunia. Namun perkembangan perekonomian sangat signifikan, terutama untuk bidang pertanian. Bahkan mereka berniat untuk menjadi negara pertanian terdepan di dunia. Mereka mencanangkan program untuk berada dalam posisi 15 besar negara pertanian di dunia pada 2030 nanti.

Dunia pertanian di Vietnam memang termasuk sektor yang sangat penting. Sektor pertanian tersebut telah menyumbang PDB sebesar 14,85% dengan nilai 934,73 trilyun VNB. Produk-produk utama mereka adalah; padi 43,45 juta ton, daging babi 28,15 mn kepala, dan budidaya ikan 3,1 juta ton (sumber: statista.com).

Selain sektor produksi pertanian, Vietnam juga berupaya agar sektor pengolahan pertanian berada di peringkat 10 besar dunia. Lantas langkah apa saja untuk mencapai tujuan mereka dalam dalam 10 tahun kedepan? Berikut Tani Millenial akan mengulas langkah-langkah yang akan dilakukan oleh Vietnam, simak ulasanya!

1. Promosi ekspor produk agro-perikanan pada tahun 2030 sebagai langkah agar mereka cepat menjadi negara pertanian terdepan

Kementrian Pertanian dan Pembangunan Pedesaan (MARD) telah menyerahkan proyek promosi tersebut kepada pemerintah. Vietnam berharap akan mampu meningkatkan nilai ekspor mereka untuk produk agro-perikanan. Pada tahun 2025 nanti mereka berharap nilai ekspor mencapai 50-51 miliar USD. Sedangkan pada tahun 2030, peningkatan dapat mencapai 60-62 miliar USD.

Pangsa pasar ekspor Vietnam memang cukup luas. Terlebih lagi mereka terkenal sebagai negara yang memiliki pertanian organik terbesar. Vietnam memiliki 58 ribu hektar lahan pertanian organik. Sedangkan untuk produsen pertanian organik mencapai sepuluh ribu produsen (sumber: statista.com).

2. Menggeret investor untuk berinvestasi dalam industri pengolahan hasil agro-pertanian

Selain melakukan promosi pangsa pasar, MARD juga akan mengkaji kebijakan investasi swasta. Meski dalam lima tahun terakhir investasi sektor tersebut telah naik tiga kali lipat, namun menurut para ahli belum menjadi gelombang yang cukup kuat. Pada tahun 2020 sebanyak 18 pabrik pemrosesan hasil pertanian telah dibuka dan menjadi sinyal positif iklim investasi di Vietnam.

Namun mereka juga berharap bahwa investor tidak hanya meningkatkan nilai produknya saja. Akan tetapi mereka menginginkan para investor tersebut dapat membantu para petani mengakses standar internasional.

3. Menyelaraskan kerangka hukum untuk mengembangkan pertanian berteknologi tinggi

Kebijakan investasi tersebut memang masih mengalami berbagai hambatan dengan kebijakan yang belum selaras. Akses pemodalan pertanian masih cukup sulit dengan banyaknya prosedur yang harus terpenuhi. Selain itu, untuk mendirikan kawasan pertanian berteknologi tinggi masih sulit dan memerlukan bantuan dari pemerintah daerah.

Maka dari itu para pengusaha bidang pertanian berharap jika kerangka kebijakan tersebut dapat menunjang cita-cita Vietnam tersebut. Salah satu dampak yang diharapkan sebagai contohnya adalah penyederhanaan pinjaman untuk pertanian berteknologi tinggi.

Saat ini perkembangan pertanian di Vietnam telah mengimbangi negara kita. Mereka telah menjadi salah satu negara pertanian terdepan di dunia. Dalam beberapa jenis komoditi mereka bahkan telah melewati jumlah produksi di Indonesia, sebagai contohnya adalah produksi lada. Pada awalnya Indonesia yang menjadi penghasil lada terbesar kini telah tergeser oleh Vietnam. Tentunya ada banyak hal yang harus dilakukan untuk dapat bersaing dengan Vietnam. Karena mau tak mau, pasar bebas yang saat ini terjadi mengharuskan kita untuk tetap mampu bersaing dengan negara lain.

Sumber : vietnamplus.vn

Baca juga : Mengintip Tambak Ikan Berlantai Delapan Di Singapura

Tinggalkan Balasan