Beranda » Gejala Kekurangan Dan Kelebihan Unsur Hara Mikro Dan Makro

Gejala Kekurangan Dan Kelebihan Unsur Hara Mikro Dan Makro

kekurangan dan kelebihan unsur hara

Jika Anda menginginkan tanaman yang sehat dan berbuah dengan optimal, maka salah satu caranya adalah dengan memberi pupuk yang tepat. Metode pemupukan yang tepat ini populer dengan istilah 5T (tepat jenis, tepat waktu, tepat dosis, tepat tempat, tepat cara). Kemudian yang paling pokok agar dapat mengaplikasikan 5 T adalah mengetahui gejala kekurangan dan kelebihan unsur hara.

Ada 13 jenis unsur hara yang wajib ada agar tanaman mampu tumbuh dan berbuah dengan optimal. Setiap unsur hara tersebut memiliki fungsi masing-masing yang tidak dapat menggantikan fungsi unsur hara yang lainnya (baca : Unsur hara essensial) . Oleh karena itu, gejala yang timbul pun berbeda-beda, meskipun beberapa gejala menunjukan adanya kemiripan.

Anda perlu mendiagnosis kekurangan maupun kelebihan unsur hara dengan tepat. Agar pemberian nutrisi dapat sesuai dengan kebutuhan tanaman. Kemudian apa saja gejala kekurangan dan kelebihan unsur hara tersebut? Silahkan menyimak artikel ini untuk mengetahui gejalanya.

Gejala kekurangan dan kelebihan unsur hara makro (primer)

Ada 6 jenis unsur hara makro yang dibutuhkan oleh tanaman. Kebutuhan unsur hara makro ini jumlahnya lebih banyak dari pada unsur hara mikro. Berikut gejala kekurangan dan kelebihannya:

1. Unsur hara Nitrogen (N)

Gejala kekurangan unsur hara nitrogen

  1. Tanaman kerdil, tidak normal.
  2. Warna daun kekuning-kuningan.
  3. Kekurangan yang parah akan membuat daun mati
  4. Buah tidak sempurna, cepat masak, kadar protein rendah

Gejala kelebihan unsur hara nitrogen

  1. Terlalu banyak menghasilkan daun dan batang.
  2. Batang lembek dan mudah rebah (khususnya padi).
  3. Kurang, bahkan tidak menghasilkan buah.
  4. Memperlambat pemasakan buah.
  5. Mudah terserang penyakit.

2. Unsur hara Fosfor (P)

Gejala kekurangan unsur hara fosfor

  1. Tanaman kerdil.
  2. Pertumbuhan akar sangat berkurang.
  3. Pertumbuhan cabang dan ranting meruncing sebagai akibat pertumbuhan tangkai daun yang menguncup ke arah batang atau daun.
  4. Masaknya buah lambat.
  5. Warna daun lebih hijau keunguan daripada biasanya.
  6. Daun tua menguning sebelum waktunya.
  7. Hasil buah dan biji kurang atau sama sekali tidak ada.

Baca Juga : 10 Tanaman Bahan Pestisida Organik Yang Di Sekitar Anda

3. Unsur hara Kalium (K)

Gejala kekurangan unsur hara kalium

  1. Daun terlihat lebih tua.
  2. Batang dan cabang lemah dan mudah rebah.
  3. Muncul warna kuning di pinggir dan di ujung daun yang sudah tua, yang akhirnya mengering dan rontok.
  4. Daun mengkerut (keriting) mulai dari daun yang tua.
  5. Kematangan buah terlambat, ukuran buah lebih kecil, buah mudah rontok, warna buah tidak merata, dan tidak tahan simpan lama.
  6. Biji buah menjadi kisut.

4. Unsur hara kalsium (Ca)

Gejala kekurangan unsur hara kalsium

  1. Matinya titik tumbuh pada pucuk dan akar.
  2. Warna buah yang tidak merata.
  3. Buah retak-retak, misalnya pada tomat.
  4. Tangkai bunga membusuk, terutama pada tomat dan cabai.
  5. Buah kosong karena bijinya gagal terbentuk, misalnya pada kacang.
  6. Daun muda berwarna coklat dan terus menggulung, misalnya pada jagung.
  7. Daun terpilin dan mengkerut, terutama pada tembakau.

5. Unsur hara Magnesium (Mg)

Gejala kekurangan unsur hara magnesium:

  1. Pucuk dan bagian diantara jari-jari daun nampak tidak berwarna. Gejala ini mula-mula tampak di bagian bawah daun, kemudian meningkat ke bagian atas.
  2. Daun terbentuk tipis-tipis, tidak seperti biasa.
  3. Daun tampak mengeriting dan melengkung ke atas.

Baca Juga: 5 Jenis Sapi Terbesar Di Dunia, Bobotnya Lebih Dari 1,7 Ton

6. Unsur hara Belerang (S)

Gejala kekurangan unsur hara belerang/sulfur

  1. Daun muda berwarna hijau muda hingga kuning merata.
  2. Perkembangan tanaman lambat.
  3. Tanaman kurus dan kerdil.
  4. Pematangan buah terlambat.

Gejala kekurangan dan kelebihan unsur hara mikro

Meski kebutuhan unsur hara mikro ini lebih sedikit daripada unsur hara makro, namun kekurangan unsur hara ini juga akan menyebabkan masalah untuk tanaman. Berikut lebih jelasnya:;

1. Unsur hara Seng (Zn)

Gejala kekurangan unsur hara Seng (Zn)

  1. Pucuk daun muda berwarna kuning muda sampai putih, terutama pada jagung.
  2. Ruas pada pucuk lebih pendek sehingga membentuk gejala “rosef” (saling bertumbukan pada satu titik tumbuh).
  3. Pembentukan bakal buah terhambat atau tanaman sama sekali tidak bisa berbuah.
  4. Pembentukan warna kuning di antara tulang daun pada daun muda. Kemudian jaringan di antara tulang daun juga mati.
  5. Ukuran daun menjadi lebih kecil, sempit dan menebal.

2. Unsur hara Besi (Fe)

Gejala kekurangan unsur hara besi:

  1. Kekurangan akan terlihat lebih awal pada daun muda.
  2. Gejala awalnya adalah muncul warna kuning di antara tulang daun kemudian menjadi putih.
  3. Pertumbuhan tanaman terhenti.
  4. Daun berguguran.
  5. Bagian pucuk daun mulai mati.

Baca Juga : Cara Membuat Pestisida Nabati Bawang Merah Dengan Mudah

3. Unsur hara Mangan (Mn)

Gejala kekurangan unsur hara mangan hampir sama dengan gejala kekurangan unsur hara Besi. Daun muda akan berwarna kuning, tetapi tulang daunya masih berwarna hijau.

4. Unsur hara Tembaga (Cu)

Gejala kekurangan unsur hara tembaga:

  1. Daun muda akan menguning.
  2. Pertumbuhan tanaman akan tertekan.
  3. Daun berbuah memutih.
  4. Daun-daun tua gugur.
  5. Kekurangan hara tembaga pada padi ditunjukkan lewat daun muda yang memutih dengan ujungnya mengering.
  6. Beberapa sayuran menunjukan gejala layu, kemudian timbul bercak berwarna kebiru-biruan
  7. Pada kulit buah jeruk terlihat retak-retak dan bercak hitam seperti luka yang mengering.
  8. Pada tahap vegetatif, pada batang jeruk tumbuh tonjolan getah yang meleuh
  9. Tanaman menjadi kerdil.
  10. Mengalami pigmentasi (pewarnaan) yang buruk.

5. Unsur hara Boron (B)

Gejala kekurangan unsur hara boron

  1. Pada apel, warna pucat, kulit buah retak, dan rasanya seperti gabus.
  2. Pada kubis, daun menjadi lebih tipis dan muncul bercak-bercak kuning di pinggir daun.
  3. Kembang kol, selain bercak kuning, daun juga akan menggulung ke bawah.
  4. pada jeruk, daun akan mengecil dan muncul bercak kuning. Bunga lebih cepat rontok, daging buahnya keras dan kulit buah menipis.
  5. pada jagung, tongkol membengkok.

Baca Juga: Pengertian Dan Fungsi Cairan EM4 Untuk Kompos

6. Unsur hara Molibdenum (Mo)

Gejala kekurangan hara molibdenum:

  1. Munculnya warna kuning di antara tulang daun.
  2. Pada jeruk, bagian daunya muncul bintik-bintik kuning yang kemudian mengering
  3. Pada kembang kol, daun menjadi lebih panjang dan sempit.
  4. Daun menggulung, keriput dan mengering.

7. Unsur hara Khlor (CI)

Gejala kekurangan unsur hara khlor sangat jarang dilaporkan. Satu-satunya yang terlihat adalah pada tanaman tomat. Gejala pada tanaman tomat adalah pertumbuhan akar akan tertekan, daun layu dan berwarna kuning, serta muncul bercak-bercak kuning di permukaan.

Itulah gejala-gejala kekurangan dan mungkin kelebihan unsur hara pada tanaman. Solusinya adalah dengan menambah atau mengurangi pemberian unsur hara tersebut. Seperti pada awal tadi, diagnosis merupakan hal yang paling pokok yang harus Anda ketahui. Semoga bermanfaat.

Sumber gambar cover : canolacouncil.org

Tinggalkan Balasan