Beranda » China Kembangkan Kapal Budidaya Ikan Terbesar Dunia

China Kembangkan Kapal Budidaya Ikan Terbesar Dunia

kapal budidaya ikan

Ada berbagai macam cara untuk budidaya perikanan yang ada di dunia ini yang kita kenal. Dari cara-cara umum di kolam-kolam, karamba, tambak atau di dalam gedung seperti di Singapura. Namun ada satu lagi yang cukup unik, yakni dengan menggunakan kapal berteknologi tinggi. Kapal budidaya ikan tersebut merupakan teknologi pertama di dunia yang kini ada di negeri tirai bambu, China. Sejak tahun 2019 yang lalu mereka telah mengembangkan teknologi ini untuk meningkatkan hasil perikanan mereka.

Dalam bidang perikanan atau kelautan tersebut, kita tentu sedikit banyak mengenal China. Konflik yang terjadi antara China dan Indonesia di Laut Natuna, memperlihatkan sepenting apakah komoditi perikanan bagi kedua negara. Kemudian terlepas dari konflik tersebut, China menunjukan betapa seriusnya mereka yang berniat untuk meningkatkan produksi ikan. Dan yang perlu kita ketahui adalah China saat ini merupakan salah satu penghasil ikan di dunia.

China menunjukan keseriusannya dalam mengembangkan produksi ikan dengan berbagai metode. Salah satunya adalah pembangunan armada kapal budidaya ikan yang dapat berpindah-pindah di laut lepas. Teknologi tersebut merupakan teknologi pertama yang ada di dunia. Kemudian teknologi ini menjadi salah satu teknologi yang praktis dalam pengembangan budidaya ikan.

Kapal budidaya ikan tersebut berbobot 100.000 ton

Melansir berita globaltimes.cn kapal tersebut memiliki panjang 249,9 meter, lebar 45 meter. Sedangkan bobot kapal tersebut sebesar 100.000 ton. Dan kapal tersebut diperkirakan akan mampu menghindari angin topan, badai, air pasang serta cuaca buruk lainnya. Kemudian kapal tersebut di desain dengan kecepatan 10 knot dan akan beroperasi di seluruh dunia.

Media lain, salmonbussines.com memberitakan proyek tersebut diawali dengan pembangunan kapal pertama seberat 3.000 ton. Kapal tersebut di beri nama “Guoxin 101”, dan telah pada 6 November 2020 untuk pertama kalinya diluncurkan dari kota pelabuhan Taizho. Sedangkan proyek pembangunan kapal tersebut, pendanaannya berasal dari perusahaan negara, Qingdao Conson Group.

Kemudian langkah selanjutnya dari proyek tersebut adalah membangun “Guoxin 1” dengan berat kapal 100.000 ton. Kapal tersebut akan sebesar kapal tangker minyak Aframax. Kemudian perusahaan negara tersebut akan bekerjasama dengan China Shipbuilding Group. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan grup galangan kapal terbesar di dunia. Selain itu Pilot National Laboratory of Marine Science and Technology (Qingdao) dan Chinese Academy of Fishery Sciences juga bergabung merancang kapal itu. Mereka berencana untuk membangun 50 kapal dengan ukuran yang sama.

Dikatakan sebagai cara budidaya yang ramah lingkungan

Setiap kapal memiliki 15 tangki air dengan kapasitas 80.000 meter kubik air. Sedangkan budidaya ikan tersebut menggunakan sistem pertukaran air. Air dalam tangki tersebut akan bersirkulasi dengan air laut yang alami. Dengan cara tersebut ikan budidaya akan mampu mempertahankan pertumbuhan yang baik dalam waktu yang lama. Itu karena suhu dan salinitas air yang sesuai. Selain itu, siklus perkembangbiakan ikan juga akan diperpendek serta kualitasnya ditingkatkan.

Sistem tersebut bertujuan untuk menghasilkan ikan tanpa mencemari lingkungan. Dengan lokasi budidaya ikan jauh di lautan maka lumpur/limbah akan mudah terbawa oleh arus air laut. Sedangkan air laut bersih yang konstan akan selalu mengisi tangki air dalam kapal tersebut. Oleh karena itu mereka akan mengembangkan ikan berkualitas tinggi. Jenis ikan tersebut antara lain ikan Salmon Atlantik dan ikan yellow croaker.

Kapal tersebut akan menghasilkan 200.000 ton ikan/tahun

Berita lain globaltimes.cnmenyatakan bahwa saat ini China merupakan penangkap ikan terbesar di dunia. Negara tersebut memiliki seperempat jumlah kapal penangkap ikan di seluruh dunia. Namun negara tersebut kemudian menginginkan keberlanjutan dan perlidungan akan sumber daya laut tersebut. Mereka berfikir jika sumber daya habis maka mata pencaharian pun akan habis.

Langkah selanjutnya yang mereka lakukan adalah dengan mengembangkan teknologi cerdas dalam budidaya ikan. Selain itu mereka juga melakukan pembatasan terhadap perusahaan penangkap ikan. Mereka menggabungkan perusahaan kecil agar lebih efisien dan menghindari eksploitasi yang berlebihan. Selain itu mereka berharap perusahaan merger tersebut akan lebih baik pengelolaanya serta lebih kompetitif.

Proyek pembangunan kapal budidaya ikan lepas pantai tersebut merupakan terobosan yang kini mereka promosikan. Kedepan 50 kapal yang mereka bangun akan mampu menghasilkan 200.000 ton ikan laut tiap tahun. Hasil tersebut bernilai 11 miliar yuan atau 1,68 milyar dolar AS.

Baca Juga : Aplikasi Android Canggih Ini Khusus Budidaya Perikanan

 

Tinggalkan Balasan