Beranda » Cara Ternak Jangkrik Dari Awal Sampai Panen Paling Mudah

Cara Ternak Jangkrik Dari Awal Sampai Panen Paling Mudah

cara ternak jangkrik dari awal sampai panen

Kadang Anda mungkin menganggap jangkrik sebagai hama yang mengganggu tanaman Anda. Serangga yang tersebar banyak di mana-mana. Namun saat ini, ternak jangkrik memiliki potensi usaha yang cukup menjanjikan. Cara ternak jangkrik dari awal sampai panen pun cukup mudah. Dan yang lebih penting tidak membutuhkan modal yang begitu besar.

Anda mungkin juga tahu, jangkrik sering menjadi pakan ternak lain seperti burung atau pakan ikan. Dewasa ini, pertumbuhan peternakan burung dan ikan membuat peternakan jangkrik ikut merangkak naik. Potensinya kian berkembang seiring permintaan pasar yang semakin tinggi. Selain itu, jangkrik ini juga menjadi tepung sebagai pakan udang dan lele.

Selain mudah, cara ternak jangkrik dari awal sampai panen juga tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama. Untuk peternakan jangkrik dengan tujuan memanfaatkan telurnya sebagai bibit hanya butuh waktu  ± 2-4 minggu. Sedangkan untuk peternakan dengan tujuan sebagai pakan burung, pakan ikan atau sebagai tepung hanya butuh waktu 1,5-3 bulan. Beberapa peternak jangkrik di daerah saya sudah menjualnya ketika berumur 40 hari.

Persyaratan lokasi ternak jangkrik

Ternak jangkrik membutuhkan lokasi yang sesuai baik suhu lingkungan maupun sirkulasi udara. Berikut beberapa persyaratannya.

  1. Lokasi udara harus tenang, teduh, dan mendapat sirkulasi udara yang baik.
  2. Jauh dari sumber kebisingan seperti pasar, jalan raya, dan lain sebagainya.
  3. Tidak terkena sinar matahari langsung atau berlebihan.
  4. Perhatikan suhu lingkungan jangan terlalu dingin atau terlalu panas, kisaran 30-35o

Berdasarkan pengalaman para peternak jangkrik, lokasi terbaik untuk berternak jangkrik adalah lokasi dengan suhu yang hangat. Dengan lokasi yang hangat pertumuhan jangkrik akan lebih optimal. Sedangkan dengan lokasi yang terlalu dingin atau terlalu panas, perkembangan jangkrik akan lebih lambat.

Baca Juga : 3 Cara Budidaya Ayam Kampung Yang Menguntungkan

Jenis jenis jangkrik yang diternakan

Anda mungkin mengenal berbagai jenis jangkrik alam yang banyak berkeliaran di kebun-kebun. Di Indonesia terdapat lebih dari 100 jenis jangkrik yang berbeda-beda. Akan tetapi yang saat ini banyak menjadi sumber pakan burung atau ikan adalah jenis Gryllus Mitratus dan Gryllus testaclus.

Kedua jenis jangkrik ini dapat Anda bedakan dari bentuk tubuhnya. Gryllus Mitratus memiliki wipositor yang lebih pendek dan memiliki garis putih pada pinggir sayap punggung. Kemudian jenis jangkrik ini juga memiliki penampilan yang sangat tenang.

Pedoman pokok ternak jangkrik dari awal sampai panen

Untuk beternak jangkrik Anda harus melakukan persiapan yang matang, jika tidak maka Anda bisa merugi. Ada beberapa tahap budidaya yang harus Anda lakukan, yakni:

  1. Membuat rencana usaha ternak jangkrik.
  2. Menentukan struktur organisasi kepengelolaan .
  3. Menyusun spesifikasi pekerjaan.
  4. Menetapkan fasilitas fisik.
  5. Merencanakan pemasaran hasil panen jangkrik.
  6. Mencari sumber pendanaan sebagai modal peternakan jangkrik.
  7. Melaksanakan usaha ternak jangkrik.

Baca Juga : Cara Budidaya Ikan Lele Di Ember Bersama Kangkung

Penyiapan sarana dan peralatan untuk ternak jangkrik

ternak jangkrik

Jangkrik merupakan binatang malam yang lebih banyak beraktivitas pada malam hari. Oleh karena itu agar cara ternak jangkrik dari awal sampai panen berhasil, Anda harus menyiapkan lokasi yang sesuai dengan habitat aslinya. Jangkrik membutuhkan tempat yang tenang, teduh, dan cenderung gelap.

Sarana pokok yang harus Anda siapkan adalah kotak sebagai kandang jangkrik dengan ukuran lebar 60-100 cm x panjang 120-200 cm x tinggi 30-50 cm. Akan lebih baik jika Anda menyesuaikan dengan ukuran triplek agar lebih hemat.

Untuk membuat kandang dengan ukuran panjang 180 cm x lebar  120 cm x tinggi 60 cm ini kebutuhan yang diperlukan :

  1. Kayu reng 1 ikat, sebagai kerangka kotak dari kandang jangkrik.
  2. Triplek 2 lembar, sebagai dinding kotak
  3. Sika (secukupnya), sebagai pelapis dinding
  4. Lem (secukupnya), sebagai perekat dan penutup sambungan tripek
  5. Paku(secukupnya), penguat rangka dan dinding
  6. Solasi (secukupnya), sebagai pembatas agar jangkrik tidak keluar. Dipasang pada bagian bibir atas kotak dan tempat-tempat berlubang lainnya
  7. Gelas plastik/mangkuk plastik 4 biji, sebagai alas kaki kotak jangkrik

Kebutuhan untuk pembuatan 1 kotak kandang jangkrik tersebut di daerah saya menghabiskan sekitar Rp.200.000,-. Perhitungan ini mungkin berbeda dengan di daerah Anda, tergantung dari harga meterial di tempat Anda. Dan yang perlu Anda ingat, kandang jangkrik harus benar-benar rapat tanpa celah. Itu karena jangkrik kecil bisa saja pergi jika ada celah.

Anda juga harus membuat kondisi kandang sesuai dengan habitat aslinya. Oleh karena itu Anda juga membutuhkan perlengkapan lain yakni:

  1. Tray karton sebanyak 200 biji, tray ini Anda pasang dalam kotak berjajar.
  2. Daun pisang kering/daun lain kering, untuk menghemat tray karton Anda dapat memasangnya selang seling dengan tray karton
  3. Semprotan tangan, semprot tangan Anda perlukan untuk menyemprot harian, baik untuk menjaga kelembaban maupun untuk menambah air minum.
  4. Pengukur suhu, sangat penting untuk mengetahui suhu ruangan kotak jangkrik Anda karena sangat berpengaruh untuk perkembangan jangkrik.
  5. Kipas angin, Anda tidak harus membeli kipas angin sejak awal, tetapi jika kondisi daerah Anda panas maka Anda harus menyediakannya.

Baca Juga : Cara Sukses Budidaya Ikan Mujair Di Kolam Terpal

Cara pembibitan untuk ternak jangkrik dari awal sampai panen

Anda dapat melakukan usaha ternak jangkrik hanya untuk pembesaran saja. Artinya, Anda cukup membeli bibit jangkrik dalam bentuk telur yang kini telah banyak tersedia. Namun apabila Anda menginginkan mulai dari induk dan menghasilkan bibit sendiri itu pun bagus. Berikut cara ternak jangkrik dari awal sampai panen untuk pembibitan jangkrik.

1. Pemilihan bibit dan calon induk

Bibit jangkrik yang akan Anda gunakan harus sehat, tidak sakit, tidak cacat, dan berumur sekitar 10-20 hari. Anda dapat menggunakan jangkrik dari alam yang memiliki ketahanan tubuh yang baik. Jika Anda tidak mendapatkan bibit jangkrik betina, maka Anda dapat membelinya dari peternak lain. Untuk jangkrik jantan usahakan bibit dari alam, karena lebih agresif. Berikut syarat-syarat indukan jangkrik:

  1. Sungutnya (antenanya) masih panjang dan lengkap.
  2. Kedua kaki belakangnya masih lengkap.
  3. Bisa melompat dengan tangkas, gesit, dan sehat.
  4. Badan dan bulu jangkrik berwarna hitam mengkilap
  5. Pilihlah induk dengan postur tubuh yang besar.
  6. Pilih jangkrik yang mengeluarkan zat cair dari mulut dan duburnya apabila dipegang

Masih bingung membedakan jangkrik jantan dan betina? Berikut perbedaan jangkrik jantan dan jangkrik betina:

  1. Ciri-ciri jangkrik jantan
    1. Selalu mengeluarkan suara mengerik
    2. Permukaan sayap atau punggung kasar dan bergelombang.
    3. Tidak memiliki ovipositor di ekor
  2. Ciri-ciri jangkrik betina
    1. Tidak mengeluarkan suara mengerik
    2. Permukaan punggung atau sayap halus
    3. Ada ovipositor dibawah ekor untuk mengeluarkan telur.

Baca Juga : Cara Ternak Entok Paling Mudah Dan Cepat Untung

2. Cara mengawinkan jangkrik

Mengawinkan jangkrik jantan dan betina tidak ada cara khusus, melainkan dengan tetap memelihara dalam kotak yang sama. Dengan menyesuaikan kotak tersebut sesuai dengan habitat aslinya maka jangkrik akan kawin dengan sendirinya.

Perbandingan jangkrik jantan dan betina dalam satu kotak adalah 10 betina : 2 jantan. Seekor jangkrik betina dapat memproduksi telur hingga 500 butir telur. Sedangkan siklus hidup jangkrik betina adalah sekitar ± 3 bulan dan jangkrik jantan kurang dari 3 bulan.

Agar jangkrik dapat bereproduksi dengan optimal maka Anda harus menyesuaikan kondisi kandang seperti pada aslinya. Anda dapat menata daun pisang pada kotak kandang jangkrik. Selain itu Anda juga dapat menggunakan daun-daunan kering lain seperti daun jati, daun tebu, dan serutan kayu.

Jangkrik akan meletakkan telurnya pada pasir atau tanah, jadi Anda juga harus menyiapkan baki/piring berisi pasir halus atau tanah untuk tempat bertelur. Jika telah siap maka jangkrik-jangkrik  tersebut akan bertelur pada setiap tempat yang telah Anda sediakan.

Setelah bertelur 5 hari maka Anda harus mengambil telur tersebut dan memisahkannya agar induknya tidak memakan telur-telur tersebut. Kemudian kandang lakukan penyemprotan kandang bagian dalam dengan larutan antibiotik (cotrymoxale).

Tidak semua telur dapat menetas dengan baik, oleh karena itu Anda harus merawat indukan dengan baik agar mendapatkan daya tetas yang tinggi. Daya tetas telur jangkrik dapat mencapai ± 80-90% jika pakan bergizi tinggi. Anda dapat memberi pakan dengan gizi tinggi seperti bekatul, jagung, ketan hitam, tepung ikan, kuning telur bebek, kalk, atau tambahan vitamin.

Baca Juga : Cara Ternak Kalkun Pemula Agar Hasil Maksimal

3. Penetasan telur jangkrik

penetasan jangkrik

Setelah telur siap, Anda dapat menjualnya kepada peternak lain sebagai bibit atau membesarkan sendiri jangkrik tersebut. Penetasan dilakukan pada kandang/kotak yang akan menjadi tempat pembesaran. Jumlah telur yang Anda tetaskan dapat menggunakan ukuran berat atau sendok teh. Dalam 1 sendok telur berkisar 1.500-2.000 butir telur.

Untuk menetaskan telur tersebut, Anda harus menyiapkan kandang/kotak terlebih dahulu. Anda dapat meletakkan telur jangkrik pada wadah berpasir, sekam, atau handuk yang lembut. Telur akan mulai menetas 4-6 hari kemudian.

Selama proses penetasan tersebut, telur akan berubah warna dari bening menjadi sampai kelihatan keruh. Anda harus menjaga kelembaban lingkungan dengan menyemprotnya setia hari. Dan jangan lupa untuk membolak-balik telur agar tidak berjamur.

Baca Juga : Budidaya Ikan Gabus? Begini Caranya Agar Sukses!

Pemeliharaan ternak jangkrik untuk pembesaran dari awal sampai panen

Waktu pembesaran jangkrik mulai dari penetasan berkisar 35-45 hari tergantung perawatan dan kondisi lingkungan. Jika bertujuan untuk menjualnya sebagai pakan burung atau ikan, Anda harus menjualnya sebelum bulu jangkrik tumbuh. Jika Anda ingin menggunakan sebagai indukan maka Anda dapat memeliharanya hingga siklus hidupnya habis.

Beberapa langkah dan tahapan pemeliharaan jangkrik adalah :

1. Sanitasi dan tindakan preventif

Sanitasi merupakan hal yang paling penting dalam ternak jangkrik. Kandang/kotak jangkrik harus terbebas dari zat dan racun yang berbahaya. Sebelum anda memasukan bibit jangkrik maka bersihkan dahulu kandang tersebut.

2. Pengontrolan penyakit yang menyerang ternak jangkrik

Dalam pembesaran jangkrik,baiknya Anda memisahkan jangkrik yang sehat dan yang sakit/kurang sehat. Anda juga harus menjaga pakan jangkrik agar jangan sampai berjamur dan menjadi sumber penyakit. Kandang harus lembab namun tidak terlalu basah, karena kondisi yang terlalu basah akan menyebabkan timbulnya penyakit.

3. Cara perawatan ternak jangkrik yang benar dari awal sampai panen

Selain pakan yang harus selalu tercukupi, Anda juga harus mengkondisikan kandang sesuai dengan habitat aslinya. Kandang harus lembab dan gelap, jangan terlalu banyak untuk memberikan cahaya pada kandang jangkrik Anda. Gizi dan jumlah pakan juga harus tercukupi agar jangkrik tidak melakukan kanibal.

4. Cara pemberian pakan ternak jangkrik yang tepat dari awal sampai panen

Anakan umur 1-10 hari Anda beri pakan voor (makanan ayam) yang halus. Biasanya Anda terlebih dahulu menghaluskan pakan ini karena bentuknya yang terlalu besar. Anda dapat menggilingkan pakan tersebut atau menghaluskan sendiri. Jenis pakan ini termasuk tinggi nutrisinya. Voor terbuat dari kacang kedelai, beras merah dan jagung. Untuk menjaga kebutuhan air minum, anda dapat memberikan debok bonggol pisang (batang pohon pisang) yang masih segar. Jangan lupa untuk merajangnya tipis-tipis. Selain itu

Setelah fase terbut Anda dapat memberi pakan campuran dedak, voor, tepung ikan, bekatul, tepung ikan dan tambahan vitamin. Anda pun dapat memberi tambahan pakan sayuran atau dedaunan yang biasa dimakan jangkrik pada habitat aslinya. Peternak di daerah saya sering memberi tambahan sayur caisin, daun ketela, atau daun pepaya. Bahkan ada yang mencoba memberinya batang pohon pepaya yang telah dirajang. Anda juga harus menjaga kebutuhan minumnya dengan bonggol pisang. Pada fase ini Anda dapat merajang bonggol pisang lebih besar dari sebelumnya.

Baca Juga : Cara Mudah Ternak Kambing Jawa Supaya Untung

Hama dan penyakit pada ternak jangkrik

Saat ini peternak jangkrik belum banyak menemukan penyakit yang menyerang jangkrik. Yang harus Anda waspadai adalah serangan hewan-hewan yang memangsa jangkrik. Tentu saja Anda harus menjauhkannya dari ayam-ayam atau binatang lainnya.

Selain itu ada beberapa hewan pemangsa yang juga harus anda waspadai, yakni semut, tikus, katak, cicak, dan ular. Oleh karena itu, usahakan kotak memiliki jarak tertentu dengan tanah. Anda juga harus memberi alas kaki kotak kandang dengan gelas plastik/wadah lain yang diberi oli bekas atau air.

Panen ternak jangkrik

Panen jangkrik pada pembesaran berkisar antara 35-45 hari ketika jangkrik mulai tumbuh bulu. Atau Anda dapat menanyakan kepada pembeli/pengepul jangkrik umur berapa jangkrik Anda harus dipanen. Namun pada umumnya yang terjadi di wilayah saya pada usia 35-45 hari tersebut.

Jika tujuan peternakan jangkrik Anda adalah bibit, maka Anda harus menjualnya ketika bibit siap untuk ditetaskan. Untuk memilih penetasan atau pembesaran, tentu saja Anda harus mendapatkan informasi di daerah Anda masing-masing.

 

Tinggalkan Balasan