Beranda » Cara Tanam Cabe Rawit Agar Berbuah Lebat

Cara Tanam Cabe Rawit Agar Berbuah Lebat

cara tanam cabe rawit

Permintaan konsumen dan pasar akan produk cabe rawit yang bermutu  dan aman konsumsi semakin meningkat. Jika Anda tidak menggunakan prosedur budidaya cabe rawit yang tepat, Anda berpotensi untuk tertinggal. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui dan memahami cara tanam cabe rawit yang tepat.

Peningkatan produksi dan mutu cabe rawit memerlukan perbaikan manajemen dan aplikasi budidaya dari pra panen hingga pasca panen. Anda harus mampu dan mau untuk lebih berinovasi yang memungkinkan kegiatan budidaya cabe rawit yang menguntungkan.Itu agar Anda dapat ikut serta memenuhi tuntutan pasar dan hasil panen yang optimal.

Pengertian cabe rawit

Tanaman cabe rawit adalah tanaman yang berasal dari Amerika selatan. Cabe rawit mempunyai nama ilmiah Capsium Frutrscens L. Seperti yang kita ketahui, tanaman cabe rawit memiliki rasa yang cukup pedas dan banyak yang menyukai jenis cabe ini.

Di Indonesia, tanaman cabe rawit dapat Anda tanam pada daerah tegalan. Ketinggian lahan mulai dari 0-1000 mdpl dengan curah hujan 1000-3000 mm/tahun. Sedangkan suhu rata-rata 26-280oC.

Cara menyemai cabe rawit

Penyediaan bibit yang sehat merupakan langkah awal untuk menanam cabe agar berbuah lebat. Jika Anda menggunakan bibit yang asal-asalan, maka kemungkinan besar hasil panen akan kurang baik. Bibit yang sehat bisa Anda dapatkan jika Anda memilih benih yang bermutu dengan varietas unggul

Di Indonesia ada beberapa varietas cabe rawit unggul yang dilepas oleh Kementrian Pertanian. Varietas cabe rawit itu antara lain Comexio, Meteoximo, Bayonet, CF 291, Genie, Malita FM dan Taring.

Untuk panduan memilih benih yang berkualitas dan cocok Anda tanam, dapat Anda baca disini. Sedangkan panduan untuk cara menyemai cabe rawit dapat Anda baca disini.

Cara menanam cabe rawit

Sebelum melakukan penanaman cabe, Anda menyiapkan lahan terlebih dahulu. Kegiatan penyiapan lahan tersebut meliputi persiapan, pengolahan lahan, dan/atau pemasangan mulsa plastik. Dalam penyiapan lahan ini ada beberapa langkah yang harus Anda lakukan, yakni:

1. Pemilihan lahan

Lahan yang akan Anda gunakan untuk menanam cabe rawit harus lahan yang sehat dan bukan bekas tanaman yang berpenyakit. Berikut beberapa ketentuannya:

  1. Sebelumnya Anda tidak menanam jenis tanaman yang sama pada lahan tersebut. Tanaman tersebut merupakan famili Solanaceae yang antara lain tomat, terong, melon, cabe, tembakau. Setidaknya harus berjarak 1 musim tanam.
  2. Akan lebih baik jika Anda menanam cabe rawit pada bekas tanaman famili Graminae atau Liliceae. Tanaman tersebut antara lain padi, jagung, tebu, bawang merah, bawang bombay, dan sebagainya.

2. Pengolahan lahan

Tata cara pengolahan lahan untuk menanam cabe rawit adalah :

  1. Terlebih dahulu Anda melakukan pembersihan lahan dari sisa tanaman sebelumnya dan juga gulma.
  2. Lakukan penggemburan lahan dengan cara mencangkul atau membajak sampai kedalaman 25-30 cm. Kemudian lakukan perataan permukaan lahan.
  3. Buat bedengan mengikuti arah utara selatan dengan lebar 1-1,25 meter dan tinggi 30 cm. Jarak antar bedengan 50 cm dan panjang menyesuaikan dengan lahan.

3. Pemberian kapur tanah

Lakukan pemberian kapur untuk meningkatkan pH tanah yang masam. Anda dapat menggunakan kapur pertanian (kaptan), kapur dolomit, maupun zeolit. Dosisnya adalah 1,5 ton per hektar, atau lebih tepatnya Anda harus mengikuti rekomendasi setempat. Anda dapat menanyakan hal ini kepada penyuluh pertanian di daerah Anda.

4. Pemupukan dasar

Pupuk dasar merupakan pupuk organik yang telah matang, Anda juga dapat menggunakan pupuk kompos maupun bokashi. Waktu pemupukan sekitar 2 minggu sebelum tanam.

Sedangkan untuk pupuk anorganik Anda dapat menggunakan pupuk NPK dengan waktu aplikasi 7-10 hari sebelum tanam. Caranya adalah dengan menebarkan, kemudian  siram lahan dan tutup dengan mulsa.

Jumlah pemupukan baik organik maupun anorganik yang terbaik adalah dengan mengikuti rekomendasi dari penyuluh pertanian setempat.

5. Pemasangan mulsa

Plastik mulsa berfungsi untuk mengendalikan gulma, membantu perkembangan akar, mempertahankan suhu dan kelembaban tanah. Beberapa ketentuan dalam pemasangan mulsa adalah:

  1. Gunakan mulsa plastik hitam perak dengan lebar 100-125 cm. Bagian plastik yang berwarna perak menghadap ke atas dan yang berwarna hitam menghadap ke bawah.
  2. Tarik ujung mulsa, kaitkan pasak penjepit di tepi mulsa agar tidak lepas.

6. Pembuatan lubang tanam

Pembuatan lubang tanam dapat Anda buat dengan alat pelubang berdiameter 10 cm. Ketentuan pembuatan lubang tanam adalah:

  1. Buat lubang tanam dengan sistem zigzag (segi tiga) atau dua baris berhadapan.
  2. Jarak lubang tanam sesuai dengan jarak tanam yaitu 50 x 70 cm pada musim hujan dan 40 x 50 cm pada musim kemarau.

7. Proses penanaman cabe rawit

Setelah Anda selesai melakukan semua persiapan, maka Anda dapat melakukan penanaman cabe rawit. Cara tanam cabe rawit yang tepat adalah :

  1. Periksa kondisi bibit apakah baik atau tidak.
  2. Penanaman pada waktu pagi atau sore hari agar bibit tidak layu akibat terik matahari yang berlebihan.
  3. Posisi batang tanaman harus tumbuh lurus agar perakaran banyak dan pertumbuhanya normal.
  4. Penanaman pada lubang mulsa sebatas leher akar, kemudian padatkan tanah di sekitarnya agar bibit dapat berdiri kuat.
  5. Lakukan penyiraman setelah penanaman cabe rawit.

Perawatan cabe rawit

Perawatan tanaman cabe rawit merupakan fase penting untuk menjaga agar tanaman cabe rawit Anda tumbuh dengan sehat. Cara perawatan cabe rawit adalah dengan melakukan beberapa pekerjaan, yakni :

1. Pengairan cabe rawit

Pengairan bertujuan agar kebutuhan air tanaman tercukupi dan untuk mengganti air yang hilang karena penguapan, hanyut, atau hilang terserap tanah. Cara pengairan cabe rawit yang baik adalah:

  1. Lakukan penyiraman sesuai dengan kebutuhan tanaman dengan menyirami pangkal batang tanaman dengan gayung.
  2. Anda juga harus melakukan sistem leb (merendam) sesuai dengan kebutuhan pada saat musim kemarau.
  3. Pada waktu musim penghujan, atur drainase dengan baik agar tanaman tidak tergenang terlalu lama.

2. Pemasangan ajir

Ajir berfungsi untuk menjaga tanaman agar tetap tumbuh tegak dan mengurangi kerusakan akibat angin atau gangguan lainnya. Selain itu ajir juga berfungsi untuk memperbaiki pertumbuhan daun dan tunas, serta mempermudah pemeliharaan. Cara pemasangan ajir yang tepat adalah :

  1. Buat ajir dari bambu dengan ukuran 4 x 100 cm.
  2. Pasang ajir sesegera mungkin setelah penanaman. Anda juga dapat memasangnya terlebih dahulu Agar tidak merusak perakaran.
  3. Tancapkan ajir 10 cm dari tanaman dengan kedalaman 15-20 cm.
  4. Posisi ajir miring keluar atau dapat juga tegak lurus atau sesuai dengan kebutuhan agar tanaman dapat tertopang dengan
  5. Ikat tanaman pada ajir dengan tali   rafia setelah  tanaman berumur   30-40 hari  setelah tanam atau setelah muncul cabang pertama.

3. Perempelan atau wiwil

Perempelan tanaman berfungsi untuk mengatur keseimbangan nutrisi dan asimilat untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Selain itu untuk membentuk tajuk tanaman yang ideal sehingga tanaman mendapatkan sinar matahari dengan efektif. Cara perempelan yang baik adalah :

  1. Waktu perempelan yang tepat adalah waktu pagi hari.
  2. Lakukan perempelan pada tunas ketiak daun pada umur 10-12 HST (bibit polybac) atau 15-30 HST pada bibit cabutan.

4. Pemupukan cabe rawit

Tujuan pemupukan cabe rawit adalah untuk mempertahankan dan memenuhi unsur hara tanaman agar dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal. Cara pemupukan cabe rawit yang tepat adalah :

  1. Jumlah atau dosis pemupukan yang tepat adalah yang sesuai dengan rekomendasi dinas terkait di daerah Anda.
  2. Jenis pupuk yang umumnya digunakan adalah Urea, Za, SP-18, KCL dan unsur hara mikro.
  3. Waktu pemupukan yang tepat adalah 15, 28, 42 HST untuk cabe Hibrida. Sedangkan untuk cabe rawit non hibrida aplikasi dilanjutkan pada umur 60 dan 80 HST.

Penyakit cabe rawit

Hama dan penyakit merupakan orgaisme pengganggu tanaman yang jika tidak Anda atasi akan berpotensi menghilangkan hasil baik secara kuantitas maupun kualitas. Beberapa hama dan penyakit cabe rawit adalah :

1. Jenis hama cabe rawit

  1. Thrips (Thrips parvispinus Karny)
  2. Tungau Kuning (Polyphagotarsonemus latus Banks)
  3. Lalat buah (Bactrocera sp)
  4. Kutu Daun Persik (Myzus persicae Suiz)
  5. Ulat Grayak (Spodoptera litura F)
  6. Kutu Kebul (Bemisia tabaci)

2. Penyakit cabe rawit

  1. Penyakit layu bakteri (Ralsotonia solanacearum)
  2. Layu Fusarium (Fusarium oxysporum f.sp)
  3. Penyakit busuk buah (Colletotricum capsisi, C gloeosporiodes dan Gloeosporium piperatum)
  4. Bercak daun (Cercospora capsisi)
  5. Penyakit Mosaik
  6. Penyakit virus kuning
  7. Virus kerdil, nekrosis, mozaik ringan
  8. Penyakit virus kerupuk

Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman cabe rawit harus Anda lakukan secara terpadu agar tidak merugikan secara ekonomis dan aman bagi lingkungan. Berbagai teknis pengendalan hama dan penyakit cabe rawit akan kami bahas secara terpisah di media Tani Millenial ini. Semoga artikel cara tanam cabe rawit ini bermanfaat. Dan semoga Anda sukses dalam menanam cabe rawit.

Referensi artikel : SOP Budidaya Cabe Rawit Kementrian Pertanian Republik Indonesia.

Gambar cover : suara.com

Tinggalkan Balasan