Beranda » Cara Mudah Ternak Kambing Jawa Supaya Untung

Cara Mudah Ternak Kambing Jawa Supaya Untung

ternak kambing jawa

Kambing Jawa adalah kambing lokal Indonesia. Keunggulan kambing ini yang paling istimewa adalah saat usia menginjak 15-18 bulan. Itu karena kambing Jawa sudah mampu berkembangbiak dan melahirkan anak antar 1-4 ekor. Keunggulan lainnya adalah mudah beradaptasi di lingkungan mana pun dan tingkat reproduksinya juga tinggi. Hal ini tentunya mendorong para petani untuk menjalankan usaha sampingan ternak kambing Jawa.

Kambing Jawa merupakan salah satu kambing yang enak untuk disantap dagingnya. Kambing Jawa sangat bagus dalam hal reproduksi dan mampu beranak sepanjang tahun. Sehingga kambing ini menjadi primadona untuk dibudidayakan dan menjadi kambing pedaging favorit. Kambing ini telah menyebar ke semua daerah di Pulau Jawa.

Baca Juga : Ternak Sapi Limosin, Begini Tipsnya Agar Sukses!

Cara Penggemukan Sapi Dari Bakalan Hingga Panen

Cara Ternak Kambing Jawa

 

Dalam memulai ternak Kambing Jawa ini memang harus mempersiapkan dengan secara keseluruhan. Mulai dari pembuatan kandang, pemilihan bibit, pemberian pakan, dan juga perawatan hingga panen. Namun dalam ternak Kambing Jawa ini tugas penting kita adalah meningkatkan hasil produksi (tingkat kelahiran anak kambing). Itu karena kambing ini memang sangat cepat dalam berkembangbiak. Berikut ini adalah hal-hal yang harus dilakukan jika ingin beternak kambing Jawa.

1. Persiapan Pembuatan Kandang

Kambing jenis ini mudah beradaptasi di lingkungan apapun, bahkan dengan pakan berkualitas rendah kambing ini mampu tumbuh dan berkembangbiak dengan baik. Namun, untuk meningkatkan hasil produksi tentunya pakan yang berkualitas akan meningkatkan hasil maksimal dalam reproduksi.

Kambing jawa tidak membutuhkan tempat yang luas, cukup dengan ukuran kandang sekitar 3×2 m sudah mampu menampung 3 ekor kambing Jawa. Tipe kandang yang baik untuk kambing Jawa adalah tipe panggung. Hal ini karena kambing tidak akan terkena tanah dan kotoran untuk turun ke bawah kandang.

Kambing Jawa juga akan lebih sehat karena tidak ada kontak langsung dengan kotorannya yang sudah membusuk. Tugas Anda hanya menjaga kebersihan kandang dari kotoran yang ada di bawah kandang panggung setiap harinya.

2. Penyediaan Dan Pemilihan Bibit

Bibit yang unggul akan meningkatkan hasil reproduksi. Kambing Jawa memang memiliki ukuran tubuh yang kecil, namun pada saat mencari bibit untuk bahan ternak harus sebisa mungkin memilih dengan kondisi bibit ukuran besar. Itu karena keturunan yang didapatkan akan mengikuti tulangan yang dimiliki oleh induk. Pemilihan bibit ini harus cermat dan teliti. Dan jangan sampai mendapatkan bibit Kambing Jawa yang cacat atau penyakitan.

Bibit kambing Jawa pejantan harus memiliki nafsu kawin yang tinggi. Hal ini terlihat dari sifatnya yang agresif sambil mengeluarkan kelamin dan lebih sering mengeluarkan urine meskipun sedikit. Kambing Jawa Jantan juga harus sehat, sudah poel (giginya sudah ganti) dan juga berumur lebih dari 13 bulan. Ciri tambahan lainnya adalah tubuhnya tinggi besar, kakinya kokoh, berjanggut, ekor melilit (bentuknya melingkar) ke atas dan berkarakter galak. Karakter kambing galak bisa menanduk siapa saja yang mendekat, namun karakter seperti justru bagus untuk menjadi pejantan.

Sedangkan untuk bakalan induk betina umurnya harus sudah mencapai 12 bulan. Di usia ini kambing Jawa betina sudah siap untuk kawin dengan penjantan. Itu karena seluruh organnya sudah matang. Perkawinan yang baik adalah pada masa subur (birahi). Ciri yang baik untuk dijadikan indukan, yaitu berkarakter jinak, bulu panjang pada paha, ekor berbulu lebat, tanduk berdiri ke atas, dan berputing dua.

3. Pemberian Pakan Kambing Jawa

Pemberian pakan berperan penting untuk proses tumbuh dan juga perkembangbiakan kambing. Pakan harus memenuhi gizi yang dibutuhkan setiap harinya oleh kambing Jawa. Kemudian biaya pakan sebisa mungkin didapatkan dengan biaya yang murah. Pakan bisa berupa rumput hijau/kering dan juga pakan buatan dari hasil fermentasi bahan-bahan organik. Selain pakan pokok ada juga pakan tambahan, yaitu berupa kacang-kacangan dan juga suplemen dan vitamin.

4. Cara Perawatan Kambing Jawa

Penyakit dapat menghambat pertumbuhan dan juga membuat kambing menjadi kurus. Oleh karena itu, sangat penting menjaga kesehatan kambing dan mempersiapkan obat-obatan sebelum beternak kambing Jawa. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter hewan, bagaimana cara merawat dan pemberian suplemen yang baik agar kambing tetap sehat dan mampu menghasilkan produksi yang tinggi. Untuk itu selalu jaga kebersihan, jaga pola makan, pemenuhan gizi, vitamin, dan mineral.

Bagaimana? Anda tertarik untuk mulai beternak kambing Jawa? Empat hal di atas harus Anda perhatikan agar hasil produksi kambing Jawa meningkat. Semoga berhasil.

Baca Juga: Jenis Kelinci Di Indonesia Yang Menjadi Favorit Peternak

Tinggalkan Balasan