Cara Mengusir Tikus Di Sawah Paling Efektif, Begini Tipsnya!

cara mengusir tikus
Rekomendasikan Artikel

Tikus menyebabkan kerugian panen padi sekitar 17% setiap tahunnya di Indonesia. Karena ini merupakan angka rata-rata, maka bisa saja kerugian pada daerah tertentu lebih besar. Sampai saat ini, hama tikus masih menjadi momok yang menjengkelkan bagi para petani padi. Dengan berbagai persoalan tersebut, para petani perlu mengetahui cara mengusir tikus yang efektif dan efisien. Agar potensi kerugian akibat hama ini semakin kecil.

Tikus merupakan binatang pengerat yang mampu berkembang biak dengan sangat cepat. Mereka berkembang biak selama musim panen padi tersebut. Hal itu dikarenakan melimpahnya makanan selama anakan tikus tersebut aktif. Dan pada kesempatan kali ini, Smart-Tani akan membagikan tips cara mengusir tikus! Silahkan menyimak rangkaian ulasan berikut ini!

1. Memahami sifat dan fakta hama tikus di lapangan

Tindakan pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengetahui sifat dan karakter hama tikus tersebut. Dengan mengetahui karakter mereka, kita dapat menyusun tindakan apa saja untuk mengendalikan hama ini dengan lebih efektif dan efisien. Dan berikut ini sifat dan fakta hama tikus yang sering muncul:

a. Tikus tidak menyukai ruang terbuka

Secara umum, tikus tidak menyukai ruang yang terbuka. Mereka cukup takut terhadap serangan pemangsa. Oleh karena itu mereka tinggal di tempat-tempat yang tertutup.Tikus biasanya bersembunyi dan membuat lubang di dekat irigasi utama, kebun atau tempat lain yang mendapat perlindungan yang baik.

Selama musim bera atau sawah tidak di tanami, mereka akan memanfaatkan saluran irigasi dan lokasi perkebunan sebagai tempat tinggalnya. Kemudian untuk tikus anakan, 75% akan tinggal dalam lubang, dan setelah dewasa 65% mereka akan tinggal di sawah.

b. Siklus perkembangbiakan tikus

Waktu perkembangbiakan tikus adalah ketika suplai makanan mereka melimpah, yakni pada waktu panen. Jika masa panen berlangsung satu kali selama satu tahun, maka ia hanya akan berkembang biak satu kali. Namun, jika masa panen lebih dari satu kali, mereka akan berkembang biak lebih dari satu kali juga. Setiap sekali perkembangbiakan, tikus mampu menghasilkan 2 sampai 3 ekor anak dari 5-10 ekor anak per musim tanam.

c. Waktu penyerangan tikus

Tikus sawah makan pada waktu malam hari, sedangkan aktivitas makan tertingginya pada waktu senja dan subuh. Pada waktu siang hari mereka akan bersembunyi pada rumpun gulma, kebun, atau di sekitar tanaman produktif lain.

Baca Juga : Manfaat Pupuk Organik Untuk Pertanian

2. Cara mengidentifikasi gejala serangan tikus

Kerusakan pada serangan tikus ini dapat di perhatikan dari kondisi batang dan buah. Pada batang kerusakan yang ditimbulkan sebenarnya hampir sama dengan yang disebabkan oleh serangga lain. Namun, jika tikus yang menjadi penyebab kerusakan tersebut, anakan akan terpotong bersih pada sudut 45 derajat. Sedangkan kerusakan pada biji menyerupai kerusakan yang di sebabkan oleh burung. Secara umum, serangan oleh tikus akan menimbulkan gejala seperti berikut ini :

a. Hilangnya biji-bijian yang sedang berkecambah
b. Rusaknya bibit muda
c. Tanaman padi menghilang
d. Anakan terpotong dekat pangkal batang pada sudut 45 derajat
e. Tunas yang sedang berkembang terpotong dan biji-bijian yang matang termakan
f. Biji-bijian terlambat matang

3. Mengendalikan serangan hama tikus dengan metode alamiah

Pengendalian paling menjadi rekomendasi adalah secara alamiah. Sebab beberapa pendapat mengatakan jika tikus ini merupakan binatang yang cerdas. Ia mampu menghafal jebakan atau obat yang dipasang. Berikut ini penjelasan langkah demi langkahnya.

a. Manajemen penanaman padi untuk melawan tikus

Waktu memulai pengendalian tikus adalah saat mereka tidak berkembang biak. Tiga minggu setelah masa tanam, petani harus sudah memulai untuk pengendalian dan pengamatan hama ini. Dengan memusnahkan satu ekor hama tikus sebelum masa perkembangan, sama artinya dengan membunuh 35 ekor tikus.

1. Melakukan penanaman bersama atau serempak dengan petani lain. Jika penanaman dengan sawah terdekat melebihi dari dua minggu, itu artinya akan memperpanjang masa perkembangbiakan tikus. Dan jika hal tersebut terjadi, maka akan terjadi ledakan populasi hama tikus.
2. Membuat lebar pematang sawah dengan ukuran kurang dari 30 cm. Hal tersebut untuk mencegah tikus membuat lubang sebagai tempat tinggal.
3. Menjaga kebersihan sekitar sawah, saluran irigasi dan pematang sawah dari gulma tinggi yang dapat menjadi tempat persembunyian tikus.
4. Menjaga kebersihan luar persawahan, seperti gudang, ladang atau bahkan rumah yang dapat menjadi tempat persembunyian tikus.

b. Melakukan pengendalian tikus berbasis komunitas atau kelompok

Hama tikus akan lebih efektif jika dikendalikan secara bersama-sama dengan petani yang lainnya. Sebab, bisa saja ketika kita telah melakukan manajemen yang baik, namun tetangga kita tidak melakukannya, hama tikus tetap bisa menyerang. Berikut ini yang harus anda lakukan bersama-sama dengan kelompok anda:

Mencari lubang persembunyian tikus kemudian merusaknya. Pekerjaan ini bisa dilakukan dengan menggunakan binatang pembantu, seperti anjing untuk mencari persembunyian tikus. Setelah itu, anda bisa menyiram lubang tersebut, menggali, atau merusak lubang tersebut dengan cara yang lain.

1. Melakukan gropyokan atau menakut-nakuti di tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat persembunyian tikus.
2. Memburu tikus pada malam hari. Seperti penjelasan sebelumnya, waktu makan tikus adalah pada malam hari, jadi sangat tepat jika melakukan perburuan pada malam hari secara bersama-sama.

c. Memasang  Trap Barrier System (TBS) dan perangkap khusus tikus

TBS atau sistem bubu perangkap merupakan teknik pengendalian tikus dengan membuat perangkap pagar di sekeliling tanaman (untuk lebih jelasnya baca artikel ini). Teknik ini direkomendasikan digunakan di daerah dengan serangan tikus yang tinggi atau daerah endemi tikus.

Menggunakan perangkap. Meski merupakan salah satu cara pengendalian, namun jika menggunakan cara ini harus memperhatikan keamanan manusia atau binatang ternak. Jangan menggunakan aliran listrik misalnya, agar tidak membahayakan manusia.

Baca Juga : 3 Jenis Pupuk Organik Yang Menjadi Pembenah Tanah

4. Menggunakan obat-obatan untuk membasmi hama tikus

Ada dua jenis obat-obatan yang bisa menjadi cara mengusir tikus ini. Yang pertama adalah obat-obatan dengan jenis alamiah. Obat jenis ini tentu aman dengan penggunaan sepanjang waktu, meski harus berhati-hati juga saat menggunakannya. Namun secara umum, penggunaan obat alami tidak akan berdampak pada kondisi hasil produk atau lingkungannya. Saat ini anda bisa mendapatkan obat semacam ini yang banyak dijual di toko pertanian atau jika memiliki resep maka bisa membuatnya sendiri.

Yang kedua adalah menggunakan obat-obatan kimia. Penggunaan obat ini memang harus berhati-hati dan tidak berlebihan. Obat-obatan kimia sangat berbahaya bagi manusia maupun lingkungan di sekitarnya. Usahakan menggunakan obat yang direkomendasikan dan gunakan secukupnya.

Dari uraian tersebut, dapat kita simpulkan jika pengendalian hama tikus tersebut memang sangat penting kita lakukan sejak dini. Terlebih lagi dengan kondisi serangan hama tikus yang masih cukup tinggi di negara kita. Semoga artikel cara mengusir tikus ini memberikan manfaat, Salam Tani.

Referensi artikel : knowledgebank.irri.org ; bbpadi.litbang.pertanian.go.id


Rekomendasikan Artikel

4 komentar untuk “Cara Mengusir Tikus Di Sawah Paling Efektif, Begini Tipsnya!”

  1. Pingback: Kalender Pranoto Mongso 2021 Versi PDF - Smart Tani

  2. Pingback: Cara Mengatasi Layu Fusarium Dan Layu Bakteri Pada Tanaman Cabe

  3. Pingback: Cara Mengatasi Layu Fusarium Dan Layu Bakteri Pada Tanaman Cabe

  4. Pingback: Kalender Pranoto Mongso 2021 Versi PDF - Tani Millenial

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *