Beranda » Cara Mendapatkan Pupuk Bersubsidi Tahun 2021

Cara Mendapatkan Pupuk Bersubsidi Tahun 2021

Pupuk bersubsidi pada tahun 2021 ini kabarnya akan bertambah kuotanya (Baca: Berita Kementrian). Dan pada tahun ini, pemerintah akan memberikan subsidi untuk 9 juta ton pupuk padat dan 1,5 juta ton pupuk cair. Dan mengenai alokasi pupuk bersubsidi ini, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yang mengaturnya melalui Peraturan Menteri Pertanian. Peraturan tersebut adalah Peraturan Menteri Pertanian No.49 tahun 2020. Dan peraturan tersebut telah ditetapkan pada tanggal 30 Desember 2020.

Adapun pokok-pokok isi dari Permentan tersebut adalah mengenai siapa saja yang berhak mendapat alokasi pupuk bersubsidi dan harga eceranya. Dan pada kesempatan kali ini, Tani Millenial akan menjelaskan cara mendapatkan pupuk bersubsidi tahun 2021 pada ulasan berikut ini.

Jenis pupuk yang mendapatkan subsidi pemerintah

Tidak semua pupuk mendapatkan subsidi dari pemerintah. Hanya pupuk-pupuk dengan merek dagang tertentu saja yang mendapatkan subsidi. Dan pupuk tersebut dapat berasal baik dari dalam maupun luar negeri. Ketentuan tersebut terdapat dalam pasal 1 dari peraturan menteri tersebut.

Sedangkan untuk jenis pupuk yang mendapatkan subsidi adalah pupuk anorganik dan organik. Berikut nama-nama pupuk tersebut;

a. Pupuk anorganik bersubsidi pemerintah

    1. Urea
    2. SP-36
    3. ZA, dan
    4. NPK (phonska.

b. Pupuk organik bersubsidi pemerintah

Untuk pupuk organik, dalam peraturan menteri ini memang tidak menyebutkan merek dagang. Dan yang disebutkan dalam peraturan ini hanya jenis pupuk organik tersebut adalah pupuk organik padat dan cair. Dan pupuk tersebut merupakan pupuk yang diproduksi dan/atau telah disediakan oleh PT. Pupuk Indonesia. Kemudian, yang sering kita temukan di lapangan, pupuk tersebut adalah pupuk padat dengan merek dagang petroganik.

Syarat untuk mendapatkan pupuk bersubsidi tahun 2021

Ketentuan mengenai siapa yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi tersebut ada pada bab III pasal 3. Dan ketentuan tersebut adalah sebagai berikut;

  1. Petani yang bergabung dalam kelompok Tani. Sedangkan kelompok tani merupakan kelompok yang sebenarnya telah banyak terbentuk di desa-desa. Jika anda belum tergabung atau memang belum ada, maka anda dapat menanyakan kepada pemerintah setempat mengenai pembentukan kelompok ini.
  2. Merupakan petani yang terdaftar dalam sistem e-RDKK. Maksud dari RDKK adalah Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani Pupuk Bersubsidi. Jadi setelah terbentuk kelompok tani, maka kelompok tersebut wajib untuk membuat dokumen RDKK. Selanjutnya dokumen tersebut ditetapkan melalui sistem elektronik (e-RDKK). Namun, jika daerah anda telah tersedia Kartu Tani, maka dapat menggunakan kartu tersebut.
  3. Memiliki kartu identitas (Kartu tanda penduduk).
  4. Mengisi form penebusan Pupuk Bersubsidi
  5. Petani/peternak yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi merupakan petani/peternak yang luasan lahannya maksimal 2 hektar.
  6. Dan untuk pembudidaya perikanan, lahan usaha budidaya maksimal 1 hektar tiap musimnya.

Harga eceran pupuk bersubsidi tahun 2021

Dalam peraturan Menteri Pertanian Nomor 49 Tahun 2020 tersebut juga ada ketentuan mengenai harga eceran. Agen pengecer harus menjual pupuk tersebut sesuai dengan ketetapan harga pada peraturan ini. Berikut ketentuan harga eceran pupuk bersubsidi tersebut:

Nama PupukHarga Eceran
Pupuk UreaRp.2.250 /kg
Pupuk SP-36Rp.2.400 /kg
Pupuk ZARp.1.700 /kg
Pupuk NPKRp.2.300 /kg
Pupuk NPK formuka khususRp.3.300 /kg
Pupuk organik GranulRp.800 /kg
Pupuk Organik CairRp.20.000 /liter

Peraturan menteri tersebut juga dapat anda donwload melalui link berikut ini:

Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2020

Baca Juga: 5 Jenis Pupuk Subsidi Beserta Kandungan dan Ciri-Cirinya

Tinggalkan Balasan