Beranda » Cara Menanam Merica Rambat Dengan Benar

Cara Menanam Merica Rambat Dengan Benar

Cara menanam merica

Lada atau merica merupakan tanaman rempah yang menjadi komoditi penting semenjak dahulu kala. Hingga saat ini, komoditi merica merupakan salah satu komoditi dengan harga yang tinggi. Pada kesempatan kali ini, Tani Millenial akan membahas cara menanam merica rambat dengan benar untuk menambah pengetahuan Anda tentang budidaya lada.

Apa itu tanaman merica?

Merica atau lada adalah tanaman merambat atau memanjat dengan buah bergerombol berbentuk bulat kecil. Tanaman ini memiliki nama latin Pipper ningrum linn. Namun saat ini, bentuk tanaman merica ini telah berkembang dengan adanya lada perdu atas hasil rekayasa stek cabang lada.

Tanaman merica merupakan tanaman tahunan yang berbuah 1-2 kali, atau beberapa jenis merica dapat berbuah beberapa kali. Akan tetapi pada umumnya hanya berbuah 1-2 kali saja.

Ada dua jenis hasil komoditi merica yang dikenal oleh masyarakat, yakni lada hitam dan lada putih. Masyarakat memanfaatkan komoditi merica sebagai bumbu masak sehari-hari. Selain itu, merica juga menjadi bahan untuk berbagai obat herbal atau obat modern.

Baca Juga: Benarkah Menanam Porang Cepat Membuat Kaya Dalam Waktu Singkat?

Cara menanam merica rambat

Untuk menanam merica rambat, Anda akan membutuhkan tiang atau tajar sebagai rambatan tanaman merica. Tiang rambatan tersebut dapat berupa pohon hidup, kayu mati, atau saat ini ada yang menggunakan cor beton. Berikut cara menanam merica selengkapnya.

Baca Juga : Sistem Tanam Hidroponik Sudah Ada Sejak Dulu Kala, Begini Sejarahnya

1. Iklim dan tanah yang cocok untuk tanaman merica

Untuk dapat tumbuh dengan optimal, tanaman lada membutuhkan lokasi dan kondisi yang sesuai. Berikut persyaratannya:

  1. Tinggi tempat 0-500 mdpl
  2. Curah hujan merata sepanjang tahun dengan rata-rata 2.000-3.000 mm/thn dan 110-170 hari hujan. Musim kemarau hanya 2-3 bulan/tahun.
  3. Kelembaban udara berkisar 70-90% dengan suhu maksimum 35°C dan minimum 25°C.
  4. Tanaman lada dapat tumbuh pada semua jenis tanah, terutama tanah berpasir dan gembur dengan unsur hara yang cukup. Tingkat kemasaman tanah (pH) berkisar 5-6,5.

Baca Juga: Cara Membuat Pupuk Cair Dari Tanaman Kacang-Kacangan

2. Cara pembibitan tanaman merica

Meskipun tanaman merica dapat dikembangkan dengan menggunakan bijinya, akan tetapi cara paling cepat adalah dengan stek. Berikut tata caranya:

  1. Stek panjang 5-7 ruas. Dengan cara ini Anda dapat langsung menanamnya ke lahan penanaman.
  2. Stek 1 ruas. Dengan menggunakan cara ini Anda harus melakukan pembibitan terlebih dahulu hingga terbentuk 5-7 ruas. Berikut tata cara pembibitan dengan stek 1 ruas:
    • Pembibitan berada dalam ruangan yang tembus cahaya matahari 60-70%. Anda dapat menggunakan sungkup plastik bening sebagai peneduh.
    • Sebelum melakukan penyemaian, rendam stek satu ruas ke dalam larutan gula pasir (1-2%) selama 1/2-1 jam.
    • Media tanam pembibitan berupa; tanah top soil, pupuk kandang, pasir kasar/sekam dengan perbandingan 2:1:1 atau 1:1:1. Media tanam harus Anda biarkan terlebih dahulu selama 7-10 hari sebelum penanaman. Tanda media tanam siap adalah tumbuhnya rumput-rumput halus di permukaan tanah dalam polybag tersebut.
    • Lakukan penyiraman setiap 2 hari sekali dan buka sungkup plastik selama 1 jam pada jam 9.00-10.00, kemudian tutup kembali.
    • Jika telah terbentuk 2-3 daun baru, berilah ajir pada setiap bibit agar terbentuk akar lekat.
    • Buka sungkup plastik secara bertahap, dan jika bibit telah kuat, maka sungkup tidak diperlukan lagi.
    • Bibit merica akan siap tanam ketika stek telah tumbuh mencapai 5-7 ruas.

Baca Juga: Kandungan Pupuk Urea dan Cara Penggunaannya

3. Persiapan penanaman merica

Untuk menanam merica rambat, hal utama yang harus Anda lakukan adalah menyiapkan ajir sebagai rambatan dari tanaman merica. Seperti penjelasan sebelumnya Anda dapat menggunakan kayu hidup maupun kayu mati. Berikut tata cara penyiapan tajar:

  1. Jika menggunakan kayu mati, Anda harus memilih kayu yang tidak mudah lapuk karena panas dan hujan. Beberapa jenis kayu kalimantan dapat Anda gunakan sebagai tiang panjat merica tersebut. Sebagai contoh Anda dapat menggunakan kayu belian yang mampu bertahan hingga puluhan tahun.
  2. Selanjutnya jika Anda akan menggunakan kayu hidup, maka Anda harus menyiapkan kayu tersebut satu sampai dua tahun sebelumnya. Anda dapat menggunakan beberapa jenis kayu dengan kulit kayu yang tidak mudah terkelupas. Beberapa diantaranya adalah kayu randu, gamal, dadap cangkring, dan sebagainya.
  3. Jika pada lahan Anda telah banyak tanaman kayu tegakan, maka Anda pun dapat menggunakannya sebagai tanaman tumpang sari. Anda dapat menanamnya dengan tanaman tahunan lain, seperti tanaman buah-buahan, cengkeh, dan sebagainya.
  4. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan tajar dari cor beton seperti budidaya lada di negara lain, Vietnam. Dengan menggunakan cara ini maka tajar akan lebih awet, akan tetapi biaya pembuatannya juga lebih mahal.
  5. Untuk mempermudah dalam pemanenan dan perawatan, usahakan pembuatan tajar tidak terlalu tinggi. Cukup 2,5 – 3 meter saja.
  6. Jarak tanam lada idealnya adalah 2,5m x 2,5m atau 3m x 3m, oleh karena itu penanaman tajar juga harus dengan menggunakan ukuran tersebut.

Baca Juga: Cara Membuat Pestisida Alami dari Daun Tembakau

4. Persiapan lubang tanam dan sanitasi

  1. Buat lubang tanam lada 45 x 45 x 45 cm sampai 60 x 60 x 60 cm dengan jarak 10 cm sebelah timur tajar.
  2. Biarkan lubang galian tersebut selama 40 hari sebelum penanaman.
  3. Campur tanah bagian atas/top soil dengan pupuk kandang/kompos 5-10 kg per lubang. Anda juga dapat menambahkan anti jamur seperti tricoderma untuk mencegah serangan penyakit karena jamur.
  4. Buat guludan/gundukan dengan panjang 90 cm, lebar 60 cm dan tinggi 25-30 cm. Anda juga dapat membuat gundukan secara melingkar.
  5. Buat saluran drainase 30 x 20 cm (lebar x dalam) dan parit keliling 40 x 30  cm.

Baca Juga : 4 Cara Mengukur pH Tanah Dengan Alat Sederhana

5. Penanaman merica pada area pertanaman

  1. Tanam stek 5-7 ruas dengan posisi miring 30-45° mengarah ke tajar.
  2. Benamkan 3-4 ruas stek pangkal tanpa daun mengarah ke tajar.
  3. Sandarkan sisa ruas tadi pada tajar kemudian ikat dengan tali.
  4. Kemudian padatkan tanah di sekelilingnya agar tanaman tidak rebah.
  5. Jika bibit dalam polybag, maka pisahkan plastik polybag dan tanam seperti cara di atas.
  6. Setelah itu, berilah naungan dengan menggunakan alang-alang atau tanaman lain untuk melindungi bibit dari terik matahari. Naungan dapat Anda buka ketika bibit sudah kuat.

Baca Juga: Tujuan Pertanian Berkelanjutan Yang Wajib Diketahui

6. Pemeliharaan tanaman merica

  1. Lakukan pemangkasan pada merica ketika berumur 5-6 bulan atau tanaman telah mencapai 8-9 ruas.
  2. Pemangkasan pada ketinggian 25-30 cm dari permukaan tanah. Tujuan pemangkasan ini adalah untuk merangsang pembentukan 3 sulur panjat baru.
  3. Jika sulur panjat telah tumbuh, maka Anda harus melekatkan dan mengikat sulur tersebut.
  4. Pemangkasan selanjutnya pada usia 12 bulan ( telah mencapai 7-9 ruas).
  5. Selanjutnya Anda dapat melakukan pemangkasan kembali pada usia 2 tahun (24 bulan)
  6. Hasil pangkas sulur tersebut dapat Anda gunakan sebagai bibit baru kecuali pangkasan pertama karena masih terlalu muda.
  7. Tanaman lada idealnya berbuah pada usia 3 tahun, jika  pada tahun pertama maupun kedua telah berbuah, Anda dapat membuangnya terlebih dahulu.
  8. Pemangkasan juga Anda lakukan untuk beberapa jenis sulur lain, yakni:
    • Sulur gantung, yakni sulur panjat yang tumbuhnya tidak melekat pada tajar. Hal ini terjadi jika Anda tidak mengikat sulur tersebut.
    • Sulur cacing atau sulur tanah, yakni sulur yang menjalar ke tanah.
    • Kedua sulur di atas merupakan sulur yang tidak produktif, akan tetapi ikut mengambil nutrisi yang tersedia. Oleh karena itu Anda harus membuang sulur-sulur tersebut. Pemangkasan kedua jenis sulur ini harus Anda lakukan secara rutin agar tanaman merica dapat tumbuh dengan optimal.
    • Pemangkasan juga harus Anda lakukan untuk cabang-cabang yang menutupi pangkal batang. Sebab cabang-cabang tersebut dapat menutupi sinar matahari dan sirkulasi udara pada pangkal batang. Jika hal itu terjadi maka tanaman merica berpotensi untuk terkena serangan patogen penyakit busuk pangkal batang.

Baca Juga: Kaptan Dan Dolomit, Ini Perbedaan Dan Manfaatnya

7. Pemupukan tanaman merica

Agar pertumbuhan dan pembuahannya maksimal, maka Anda perlu memberikan asupan nutrisi melalui pupuk. Pemupukan tanaman merica sebaiknya mengkombinasikan antara pupuk organik dan anorganik. Tanaman merica memerlukan pupuk anorganik sebanyak 1.600 gram NPKmg (12-12-17-2)/tanaman/tahun.

Pemberian pupuk setiap masa pertumbuhan dibedakan menjadi 3 macam. Untuk lebih jelasnya, lihat tabel-tabel berikut ini.

Waktu pemberian dan dosis pupuk anorganik lada produktif

KeteranganIIIIIIIV
WaktuAwal musim hujan40-45 hari dari I40-45 hari dari II40-45 hari dari III
Dosis (g)640, bersama dengan pupuk organik480320160, bersama dengan pupuk organik
Saran kondisiTajar dipangkas semuaTajar disisakan 2-3 cabangTajar disisakan 2-3 cabangTajar dipangkas habis
  • Anda harus memangkas tajar jika menggunakan tajar hidup 7-10 hari sebelum melakukan pemupukan. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi kompetisi unsur hara dan memaksimalkan masuknya sinar matahari.
  • Dosis pupuk organik 5-10 kg/tanaman/tahun.
  • Cara pemberian pupuk adalah dengan mengikis permukaan tanah di sekitar tanaman. Kemudian sebarkan pupuk merata dan tutup kembali dengan tanah. Anda juga dapat menambahkan tanah sekitar sehingga gundukan menjadi lebih tinggi/besar.
  • Tanaman berumur < 12 bulan, dosis pemupukannya 1/8 dari tanaman produktif. Lihat tabel berikut untuk lebih jelasnya.

Waktu dan dosis pemupukan tanaman merica berumur <12 bulan

KeteranganIII
WaktuAkhir musim hujan7 bulan dari I
Dosis (g)60140 disertai pupuk kandang
Kondisi yang disarankanTajar dipangkas semuaTajar disisakan 2-3 cabang
  • Tanaman berumur 13-24 bulan, pemberian pupuk 1/4 dosis dari tanaman produktif. Lihat tabel berikut untuk lebih detilnya

Waktu dan dosis pemupukan lada berumur 13-24 bulan

KeteranganIII
WaktuAwal musim hujan12 bulan dari I
Dosis (g)120280 disertai pupuk kandang
Kondisi yang disarankanTajar disisakan 2-3 cabangTajar dipankas semua

Baca Juga : Ingin Jadi Negara Pertanian Terdepan, Ini Langkah Vietnam!

8. Penyiangan area sekitar pertanaman

Penyiangan bertujuan agar area tanaman lada bersih untuk mengurangi kelembaban di pangkal batang. Pekerjaan ini harus Anda lakukan secara rutin untuk menjaga area tanaman tetap bersih. Areal yang harus Anda bersihkan dalam radius kurang lebih 60 cm dari pangkal batang.

Referensi artikel:

Tinggalkan Balasan