Beranda » Cara Menanam Jahe Merah Di Tanah Agar Hasil Melimpah

Cara Menanam Jahe Merah Di Tanah Agar Hasil Melimpah

cara menanam jahe merah di tanah

Jahe merah  merupakan salah satu varietas dari tanaman jahe (Zingiber officinale). Jika Anda membandingkan dengan varietas yang lain, maka jahe merah sering memiliki harga jual yang lebih tinggi. Ada beberapa cara untuk membudidayakan tanaman rempah yang hanya hidup pada daerah tropis ini. Salah satu cara yang paling umum adalah cara menanam jahe merah di tanah biasa pada perkebunan maupun persawahan.

Jahe merah memiliki tempat yang baik sebagai bahan pembuatan berbagai produk di dunia industri. Rempah ini sering menjadi bahan obat herbal, sirup, premen hisap, asinan, dan sebagainya. Oleh karena itu, potensi hasil tanaman jahe ini masih cukup menjanjikan. Namun, untuk menghasilkan produk jahe yang berkualitas, Anda perlu menerapkan cara budidaya yang baik dan benar.

Berikut kami paparkan cara menanam jahe merah di tanah agar hasil melimpah:

Baca Juga : Cara Menanam Jahe Yang Benar Agar Panen Melimpah

1. Cara menyemai tanaman jahe

Penyemaian adalah hal pertama yang harus Anda lakukan. Langkah ini bertujuan agar tanaman dapat tumbuh serempak. Namun sebelumnya, Anda harus memastikan bahwa benih yang akan Anda semaikan benar-benar berkualitas. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Bibit jahe merah akan lebih baik jika berasal dari kebun sendiri (bukan dari pasar). Jika harus membeli, Anda harus dapat memastikan bibit tersebut memenuhi syarat mutu genetik, fisiologik dan fisik.
  2. Bibit jahe merah berasal dari tanaman jahe yang sudah tua, berumur 9-10 bulan.
  3. Anda juga harus memilih bibit dari tanaman yang sehat, rimpang yang akan Anda semaikan tidak terluka atau lecet.

Langkah selanjutnya yang Anda lakukan adalah menyemaikan bibit pilihan tersebut. Ada dua cara penyemaian yang dapat Anda gunakan, yakni dengan peti kayu dan dengan menggunakan bedengan. Berikut langkah-langkahnya.

A. Penyemaian jahe merah dengan peti kayu

  1. Jemur rimpang jahe sementara (tidak sampai kering), kemudian simpan 1-1,5 bulan.
  2. Patahkan rimpang dengan tiap potongan memiliki 3-5 mata tunas, kemudian jemur ulang 1/2-1 hari.
  3. Masukan rimpang jahe dalam karung beranyam jarang, lalu celupkan dalam larutan fungisida dan zat pengatur tumbuh sekitar 1 menit, angkat dan keringkan.
  4. Masukan rimpang tadi kedalam peti kayu (ukuran menyesuaikan) dengan ketentuan:
    • Letakan bakal bibit satu lapisan pada bagian dasar peti kayu
    • Kemudian berilah abu gosok atau sekam padi untuk menutupi bakal bibit tersebut.
    • Lalu letakan kembali bakal bibit di atas abu gosok atau sekam padi tadi, lakukan terus menerus hingga kotak habis dengan yang paling atas adalah abu gosok atau sekam padi.
    • Bibit akan tubuh dalam waktu 2-4 minggu kemudian.

B. Penyemaian jahe merah dengan menggunakan bedengan

  1. Buatlah rumah penyemaian sederhana dengan ukuran 10 x 8 meter (untuk bibit 1 ton untuk lahan 1 hektar).
  2. Kemudian buatlah bedengan dalam rumah semai tersebut dari tumpukan jerami setebal 10 cm.
  3. Letakan rimpang jahe merah di atas tumpukan jerami, kemudian tutup kembali dengan jerami. Begitu seterusnya hingga 4 lapis dengan bagian paling atas jerami.

Lalu perawatan untuk bibit jahe merah tersebut adalah:

  1. Lakukan penyiraman setiap hari, sesekali Anda dapat menyemprotnya dengan larutan fungisida.
  2. Jika dalam 2 minggu bibit telah bertunas, pisahkan bibit  tersebut agar tidak bercampur dengan bibit yang buruk.
  3. Patahkan bibit seleksi tersebut dengan potongan 3-5 tunas.

Sebelum melakukan penanaman jahe merah, akan lebih baik jika Anda membebaskan bibit tersebut. Caranya adalah dengan mencelupkan bibit tersebut kedalam larutan fungisida sekitar 8 jam. Kemudian jemur bibit jahe merah tersebut 2-4 jam, baru kemudian Anda tanam.

Baca Juga : Tujuan Pertanian Berkelanjutan Yang Wajib Diketahui

2. Persiapan lahan untuk menanam jahe merah di tanah

Penanaman jahe merah paling tepat Anda lakukan pada awal musim penghujan. Curah hujan yang dibutuhkan jahe merah berkisar 2.500-4000 mm/thn. Tanaman jahe akan tumbuh baik pada pH 4,3-7,4  dengan tekstur tanah lempung berpasir, liat berpasir, dan tanah laterik. Sedangkan ketinggian tempat yang baik berkisar antara 200-600 mdpl.

A. Penyiapan lahan penanaman tanaman jahe merah

  1. Bersihkan area calon penanaman dari gulma dan ranting-ranting.
  2. Cangkul atau bajak lahan dengan kedalaman kurang lebih 30 cm, kemudian biarkan 2-4 minggu agar racun-racun dalam tanah menghilang.
  3. Jika lahan masih belum gembur maka Anda harus melakukan pengolahan lahan ke 2.
  4. Berikan pupuk kandang dengan dosis 20-30 ton/ha atau mengikuti petunjuk teknis setempat.
  5. Bentuk bedengan dengan tinggi 20-30 cm, lebar 80-100 cm, dengan panjang menyesuaikan lahan.
  6. Lakukan pengapuran untuk menetralkan pH tanah dengan dosis:
    • 10 ton/ha jika nilai pH tanah 4
    • 5,5 ton/ha jika nilai pH tanah 5
    • 0,8 ton/ha jika nilai pH tanah 6

Baca Juga : 4 Cara Mengukur pH Tanah Dengan Alat Sederhana

B. Langkah menanam jahe merah di tanah

  1. Buat lubang tanam atau alur sedalam 3-7 cm.
  2. Kemudian tanam bibit rimpang secara rebah kedalam lubang tanam atau alur.
  3. Jarak tanam ideal adalah 60-80 cm antar baris dan 30-40 dalam baris.

3. Cara pemupukan tanaman jahe merah di tanah

Anda dapat menggunakan 2 macam jenis pupuk untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Namun untuk menjaga agar lahan tetap berkualitas, maka sebaiknya Anda mengutamakan penggunaan pupuk organik. Jika jumlah pupuk kandang tidak mencukupi, Anda dapat  mengguakan pupuk kompos maupun pupuk bokashi.

Baca Juga : Cara Membuat Pupuk Bokashi Jerami Mudah Dan Murah

A. Dosis pupuk organik (pupuk kandang/kompos) untuk tanaman jahe merah

  1. Pemupukan dengan pupuk organik Anda lakukan pada awal tanam dengan dosis 20-30 ton/ha atau lebih.
  2. Jika Anda mengalami kendala, Anda dapat menghemat dengan memberikan pada awal tanam 0,5-1 kg/lubang tanam. Namun Anda harus memberinya pupuk sisipan pada umur 2-3 bulan, 4-6 bulan, dan 8-10 bulan. Adapun dosis pupuk sisipan berkisar 2-3 kg/tanaman.

Baca Juga : Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Berbagai Bahan

B. Dosis pupuk Anorganik untuk tanaman jahe merah

Pupuk anorganik Anda berikan sebagai pupuk sisipan/susulan pada umur :

  1. Pada awal tanam Anda juga dapat menambahkan pupuk SP36 300 kg/ha + KCL 300 kg/ha.
  2. Selanjutnya Anda dapat menggunakan pupuk Urea 400 kg/ha pada saat tanaman berumur 1,2, dan 3 bulan dengan dosis masing-masing 1/3 dosis.

Baca Juga : Cara Membuat Pupuk Dari Nasi Basi Dengan Mudah

4. Cara pemeliharaan tanaman jahe merah

Agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, Anda perlu melakukan pemeliharaan yang meliputi :

  1. Penyiangan tanaman yang Anda lakukan hingga tanaman berumur 6-7 bulan.
  2. Penyulaman tanaman pada umur 1-1,5 bulan.
  3. Pembubunan/pendangiran pada saat telah terbentuk rumpun 4-5 anakan agar rimpang selalu tertutup tanah.
  4. Pengendalian hama dan penyakit tanaman jahe merah.

5. Cara panen jahe merah di tanah

Pemanenan jahe dapat Anda lakukan sesuai dengan target Anda, yakni:

  1. Sebagai bumbu pada umur kurang lebih 4 bulan, Anda dapat memanen sebagian saja dan sisanya Anda biarkan sampai tua.
  2. Untuk Anda pasarkan adalah jahe yang telah berumur tua yakni 10-12 bulan.

Cara memanen jahe adalah dengan membongkarnya dengan hati-hati, usahakan agar rimpang tidak terluka. Anda sebaiknya memanen jahe sebelum datangnya musim hujan. Namun jika Anda tidak dapat memanennya pada tahun pertama, Anda dapat memanen jahe pada musim kemarau berikutnya. Hal tersebut untuk menghindari pemanenan jahe pada musim penghujan. Pada waktu musim penghujan, kualitas rimpang jahe akan rendah dan kadar airnya terlalu tinggi.

Itulah sekelumit tentang cara menanam jahe merah di tanah yang mungkin informasinya sedang Anda cari. Semoga artikel ini menambah wawasan Anda dan semoga sukses dalam berbudidaya jahe merah.

Sumber gambar cover : infokece.online

Tinggalkan Balasan