Beranda » Cara Menanam Bawang Merah Dari Biji Sampai Panen

Cara Menanam Bawang Merah Dari Biji Sampai Panen

cara menanam bawang merah

Bawang merah merupakan salah satu jenis tanaman sayur rempah yang menjadi bumbu/penyedap masakan sehari-hari. Selain itu, bawang merah juga menjadi salah satu bahan dari obat-obatan. Tanaman ini merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Akan tetapi jika tidak menerapkan kaidah budidaya yang benar, petani akan menderita kerugian dan gagal panen. Oleh karena itu petani harus mengetahui cara menanam bawang merah yang tepat dan benar.

Dan pada kesempatan kali ini, Tani Millenial akan membeberkan cara menanam bawang merah agar hasilnya melimpah. Teknis budidaya bawang merah ini telah kami sesuaikan dengan SOP budidaya bawang merah dari Kementrian Pertanian Indonesia. Dan berikut ulasannya secara lengkap:

1. Pemilihan lahan untuk menanam bawang merah

Sangat penting untuk memilih lokasi penanaman bawang merah yang tepat. Hal tersebut agar tanaman bawang merah dapat tumbuh dengan maksimal. Dan jika pertumbuhannya maksimal, tanaman pu akan menghasilkan produksi yang sesuai dengan target. Selain itu, pemilihan lokasi juga bertujuan untuk mencegah kegagalan panen.

Sedangkan beberapa persyaratan lokasi yang sesuai antara lain:

  1. Nilai pH tanah berkisar 5,5 – 7
  2. Ketinggian lokasi tanam mulai dari 10 – 1000 mdpl
  3. Suhu rata-rata lokasi 22ÂșC
  4. Kelembaban udara berkisar 50-70%
  5. Penyinaran matahari minimal 70%
  6. Beriklim kering, tipe iklim D3/E3. Yakni antara (0-5) bulan basah dan (4-6) bulan kering
  7. Ada sumber air yang tersedia
  8. Jenis tanah yang paling baik adalah jenis Aluvial
  9. Tanah mengandung banyak bahan organik
  10. Tanah bukan bekas tanaman terung-terungan (Terong, tomat, cabe, dan kentang)
  11. Bukan daerah endemik penyakit layu bakteri dan layu fusarium
  12. Disarankan bekas tanaman padi, jagung atau tebu.

2. Pemilihan waktu tanam

Pemilihan waktu tanam adalah menetapkan waktu tanam yang tepat bagi penanaman bawang merah. Tujuannya agar tanaman bawang merah dapat tumbuh dengan baik dari awal hingga panen. Beberapa hal yang menjadi paduan pemilihan waktu tanam tersebut antara lain:

  1. Menentukan waktu tanam dengan memperkirakan datangnya musim hujan. Hal ini bertujuan agar air dapat tersedia dengan cukup.
  2. Untuk menghindari terjadinya serangan ulat bawang, waktu tanam yang tepat pada bulan April s.d Juni.
  3. Kemudian untuk menghindari ledakan penyakit trotol, waktu tanam yang tepat pada bulan September – Oktober.

3. Penyiapan benih bawang merah

Penyiapan bibit bawang merah adalah fase menyiapkan benih bawang merah bermutu dari varietas unggul. Tujuannya agar benih yang ditanam terjamin kualitasnya. Artinya benih memiliki keseragaman, kekuatan tumbuh, dan sehat. Beberapa standar pemilihan benih antara lain:

  1. Benih merupakan benih bermutu dari penangkar yang telah terdaftar BPSBTPH.
  2. Sedangkan benih tersebut telah siap tanam dengan telah tersimpan 2 – 3 bulan.
  3. Jika perlu, maka lakukan perompesan 1/3 bagian ujung benih, jika tunas benih baru sekitar 50 – 60 %. Namun, jika tunas sudah muncul 80 % tidak perlu melakukan perompesan.
  4. Benih tersebut bersih dari kulit yang kering, kotoran, penyakit, dan hama.

Sedangkan varietas bawang merah unggul antara lain:

  1. Musim kemarau: Bima Curut, Sembrani, Katumi, dan Maja.
  2. Musim penghujan: Bangkok, Filipin, Bima Curut, Sembrani, dan Katumi

4. Penyiapan lahan menanam bawang merah

a. Pembersihan lahan untuk menanam bawang merah

Tujuan dari pembersihan lahan agar lahan siap untuk diolah. Selain itu agar lahan tersebut terbebas dari gangguan fisik maupun biologis. Lahan tempat penanaman harus bersih dari bebatuan, gulma dan semak. Sedangkan sisa-sisa tanaman dan bebeatuan tersebut dibuang dan dikumpulkan pada tempat tertentu.

b. Pembuatan bedengan/cemplongan dan pemberian pupuk organik

Pembuatan bedengan merupakan fase untuk menyiapkan lahan dengan cara mengolah tanah hingga gembur. Lalu pembuatan bedengan untuk lahan debu berpasir dengan bentuk yang searah. Sedangkan untuk lahan lembung berpasir buatlah cemplongan. Dan untuk menambah unsur hara organik dalam tanah dengan memberinya pupuk organik. Tujuan utama dari fase ini adalah untuk mendapatkan lahan pertanaman yang sesuai bagi pertumbuhan tanaman.

Langkah-langkah dalam pembuatan bedengan/cemplongan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Lakukan pengolahan calon lahan bedengan/cemplongan dengan cara membajak atau mencangkul sedalam 30 cm sampai gembur. Pengolahan lahan tersebut sebaiknya 10-15 hari sebelum penanaman bawang merah. Hal tersebut untuk memperbaiki keadaan tata udara dan aerasi tanah. Selain itu untuk menghilangkan gas-gas beracun dan panas hasil decomposisi sisa-sisa tanaman.
  2. Untuk wilayah utara pemberian pupuk kandang adalah setelah pengolahan lahan tanah. sedangkan untuk wilayah selatan pemberian pupuk kandang 3 – 4 hari setelah penggalian parit/cemplongan.
  3. Untuk wilayah selatan lebar bedengan 180 – 200 cm. Sedangkan jarak antar bedeng 50 – 60 cm dan kedalaman 30 cm. Kemudian ukuran got keliling 60 cm kedalaman 50 cm. Panjang bedengan dan parit menyesuaikan dengan kondisi lahan.
  4. Pembuatan bedengan untuk wilayah utara lebar 180 – 200 cm. Kemudian jarak antar bedeng 50 – 60 cm. Sedangkan ukuran got keliling lebar 60 cm dan kedalaman 50 cm. Panjang bedengan, parit atau got menyesuaikan dengan kondisi lahan. Selain itu juga harus membuat got penampungan air (cemplongan) dengan lebar 60 cm dan kedalaman 90 – 100 cm.

1. Pembuatan bedengan untuk tanah debu berpasir (wilayah selatan)

  1. Membajak atau mencangkul lahan sedalam 30 cm sampai tanah menjadi gembur. Setelah selesai melakukan penggemburan tanah, maka berilah laha tersebut pupuk kandang dengan dosis 10 ton/ha.
  2. Buatlah bedengan dengan lebar 180 – 200 cm dan dengan panjang yang menyesuaikan lahan.
  3. Jarak antar bedengan (got/parit dalam) adalah 50 – 60 cm, kedalaman 30 cm.
  4. Membuat got keliling dengan lebar 60 cm dan kedalaman 50 cm.
  5. Membuat pematang lahan/galengan.

2. Membuat bedengan untuk tanah lempung berpasir (wilayah utara)

  1. Membuat penampung air dengan lebar 60 cm dan kedalaman 90 – 100 cm. Kemudian naikan tanah galian pada tepi bedengan.
  2. Setelah 3 – 4 hari, gunakan sebagian tanah sebagai penahan air di bedengan. Selanjutnya campurkan sisa tanah tadi dengan pupuk kandang (10 ton/ha) sebagai media tanam.
  3. Buatlah bedengan dengan ukuran lebar 180 – 200 cm dan panjang menyesuaikan lahan.
  4. Jarak antar bedengan (got/parit dalam) adalah 50 – 60 cm.
  5. Membuat got keliling dengan lebar 60 cm dan kedalaman 50 cm.
  6. Membuat pematang lahan/galengan.
  7. Pengolahan lahan 10 – 15 hari sebelum penanaman tanaman bawang merah.

3. Pembuatan lubang tanam dan jarak tanam tanaman bawang merah

  1. Pembuatan larikan dan lubang tanaman menggunakan sosrok dengan kedalaman 3/4 umbi benih.
  2. Jarak antar baris 15 – 20 cm dengan jarak tanam dalam barisan 10 m. Untuk benih ukuran kecil jarak antar baris 20 – 25 cm. untuk benih besar 15 cm.

5. Penanaman bawang merah

Berikut prosedur penanaman bawang merah yang baik:

  1. Benamkan 3/4 bagian benih ke dalam lubang tanam dengan mata tunas menghadap ke atas.
  2. Lakukan penyiraman setelah selesai penanaman.
  3. Untuk mengurangi penguapan, lakukan penanaman pada waktu pagi atau sore hari.
  4. Untuk mencegah serangan penyakit layu fusarium, sebelum penanaman benih terlebih dahulu diberi perlakuan dengan fungisida.

6. Pemupukan bawang merah

Pemupukan tanaman bawang merah bertujuan untuk menyediakan unsur hara yang cukup bagi pertumbuhan bawang merah. Sedangkan standar pemupukannya adalah sebagai berikut:

  1. Pemupukan harus mengacu pada empat tepat, yaitu tepat dosis, tepat cara, tepat waktu, dan tepat jenis.
  2. Jenis dan takaran pupuk yang digunakan adalah sebagai berikut:
    1. Pemupukan I (pada saat tanam)
      • SP 36 sebanyak 300 kg/ha
      • KCI sebanyak 100 kg/ha
      • Urea sebanyak 50 kg/ha
    2. Pemupukan ke II (15 hari setelah tanam)
      • Urea sebanyak 50 kg/ha
      • KCI sebanyak 100 kg/ha
      • ZA 100 kg/ha
    3. Pemupukan III (25 hari setelah tanam
      • KCI sebanyak 100 kg/ha
      • ZA 300/ha
  3. Pemberian pupuk sebaiknya jangan bersamaan dengan pengairan. Sebab pupuk dapat larut kedalam parit atau menguap.
  4. Cara memupuk pada saat pemupukan pertama adalah dengan menaburkan secara merata sebelum pembuatan larikan tanaman.
  5. Dan pemupukan yang kedua adalah dengan menaburkan secara merata.
  6. Kemudian pemupukan yang ke tiga yakni 3 hari setelah pendangiran dengan cara ditaburkan.

7. Pengairan tanaman bawang merah

Air harus selalu tersedia mulai dari awal penanaman hingga panen. Kemudian cara penyiramannya adalah sebagai berikut:

  1. Pengairan pada saat tanaman berumur 0-5 HST, 2 kali/hari (pagi dan sore)
  2. Pada umur 6-25 HST, 1 kali/hari pada pagi hari.
  3. Umur 26-50 HST, 2 kali/hari pada pagi dan sore hari.
  4. Pada umur 51-60 HST, 1 kali/hari pada waktu siang hari.

8. Pemeliharaan tanaman bawang merah

Pemeliharaan tanaman adalah melakukan pemeliharaan dan memperbaiki struktur tanah serta membersihkan gulma pada lahan pertanaman. Tujuannya agar struktur tanah dan kebersihan lahan tetap terjaga sehingga pertumbuhannya optimal. Langkah-langkah pemeliharaan tanaman meliputi:

  1. Pendangiran dan penyiangan
  2. Pendangiran tanah disekitar tanaman untuk memperbaiki/meninggikan bendengan. Selain itu untuk membersihkan lahan dari akar rumput yang masih tertinggal pada saat penyiangan. Pendangiran tersebut dilakukan pada saat tanaman berumur 25 HST.
  3. Dan untuk melakukan pembersihan areal pertanaman dari gulma maka harus melakukan penyiangan.

9. Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian terhadap hama dan penyakit merupakan tindakan untuk menekan serangan hama dan penyakit. Tindakan tersebut bertujuan untuk mempertahankan produksi baik secara kualitas maupun kuantitas. Dan beberapa jenis hama penting untuk tanaman bawang merah tersebut antara lain:

  1. Lalat penggorok daun (Liriomyza chinencis)
  2. Ulat bawang (Spodoptera axigua hubu)
  3. Thrips (Thrips tabaci Lind & Thrips parvisipunus Karny)
  4. Ulat tanah (Agrotis ipsilon)

Sedangkan untuk penyakit pada bawang merah, sebagian besar penyebabnya adalah cendawan. Hal tersebut terutama karena lahan yang terlalu lembab. Dan beberapa jenis penyakit penting yang menyerang bawang merah antara lain:

  1. Layu Fusarium (Fusarium oxyporun Hanz)
  2. Bercak Ungu/trotol (Alternaria porri)
  3. Antraknosa (Collectrotichum gloeospoiroides)
  4. Virus mozaik bawang (Onion Yellow Dwarf Virus)
  5. Penyakit embun tepung (Sercospora duddie)

10. Penentuan waktu panen dan pemanenan bawang merah

Untuk memperoleh mutu dan produksi umbi yang maksimal maka perlu menetukan waktu panen yang tepat. Hal tersebut dilakukan dengan melihat/memantau keadaan fisik tanaman. Waktu pemanenan berkisar saat umur tanaman 65 – 72 hari. Ciri-ciri fisiknya 80% daun rebah menguning. Kemudian leher batang kosong dan umbi tersembul ke permukaan tanah dan berwarna merah.

Tinggalkan Balasan