Beranda » Cara Memilih benih Cabe Agar Tanaman Cabe Sehat

Cara Memilih benih Cabe Agar Tanaman Cabe Sehat

cara memilih benih cabe

Bibit cabe merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan budidaya tanaman cabe. Ketika bibit tersebut sehat, maka kesempatan untuk berhasil lebih besar. Begitu juga sebaliknya, jika bibit tersebut tidak sehat, maka sangat berpotensi untuk gagal panen. Sedangkan untuk mendapatkan bibit cabe yang sehat Anda perlu memenuhi beberapa persyaratan. Salah satunya adalah cara memilih benih cabe tersebut yang sesuai dengan kriteria-kriteria tertentu.

Beberapa penyakit cabe pada waktu dewasa, kadang terbawa benih yang menjadi bibit. Kadang virus atau penyakit cabe yang pernah menyerang, tetap dapat hidup dalam isi buah cabe yang menjadi benih. Oleh karena itu, benih tersebut ketika menjadi bibit akan membawa sumber penyakit. Maka dari itu, Anda harus benar-benar teliti dalam cara memilih benih cabe ini

Cara memilih benih cabe yang unggul

benih cabe

Sumber: bcfocus.com

Memilih benih cabe merupakan hal pertama yang harus Anda lakukan. Dan untuk memilih benih tersebut Anda memerlukan berbagai kriteria benih cabe yang sehat dan tepat. Berikut beberapa kriteria yang dapat Anda gunakan:

1. Produktivitas cabe tinggi

Produktivitas merupakan aspek pokok dalam memilih benih. Anda harus memastikan produktivitas cabe tersebut terlebih dahulu. Namun begitu, tingkat produktivitas ini juga harus menyesuaikan dengan kondisi kecocokan benih tersebut terhadap lahan tanam. Artinya, Anda harus memilih benih cabe dengan produktifitas tinggi namun yang paling cocok dengan area penanaman. Untuk menentukan hal tersebut Anda dapat menggunakan pengalaman Anda atau petani lain. Selain itu, Anda dapat meminta petunjuk dari dinas terkait pada daerah Anda.

Selain itu, Anda juga harus memperhatikan serangan hama dan penyakit yang sering menyerang pada sekitar area penanaman. Bibit dengan produktifitas tinggi, kadang rentan terhadap serangan hama dan penyakit tertentu. Oleh karena itu, pengalaman dan pengamatan sangat penting dalam pemilihan benih ini.

2. Terjamin mutu genetiknya

Mutu genetik artinya benih tersebut merupakan benih yang masih asli dari varietasnya. Itu karena varietas cabe begitu mudah untuk bercampur dengan varietas yang lain. Hal tersebut terjadi karena penyerbukan cabe tersebut atas bantuan serangga. Dan derajat persilangan atau percampuran tersebut cukup tinggi, yakni 70%.

Sedangkan untuk mendapatkan bibit yang terjamin mutu genetiknya ini, Anda harus melakukan beberapa hal, yakni:

1. Isolasi tanaman cabe.

Maksud dari isolasi di sini adalah memisahkan antara varietas cabe yang satu dengan yang lainya. Dan untuk isolasi ini ada empat jenis isolasi yang dapat anda lakukan, yakni:

    • Yang pertama Isolasi jarak, yakni batasan tanaman cabe varietas yang satu dengan varietas yang lainnya. Jarak lahan penanaman cabe untuk benih penjenis harus mempunyai jarak tanam kurang lebih 500 m. Sedangkan untuk benih di bawah penjenis, jarak penanaman dapat hanya 200 m.
    • Selanjutnya Isolasi waktu tanam. Isolasi jenis ini dapat anda lakukan jika teknik sebelumnya tidak memungkinkan. Anda tetap dapat menanam cabe dengan varietas cabe dalam petak yang berdampingan. Akan tetapi, Anda harus memberi jarak waktu penanaman. Sehingga pada waktu berbunga kedua varietas tidak bersamaan. Dan selisih jarak waktu tersebut minimal 75 hari.
    • Yang ketiga adalah isolasi tempat. Maksud dari isolasi ini adalah Anda menanam cabe di dalam ruangan-ruangan khusus. Dengan cara tersebut, maka persilangan antara varietas cabe tidak terjadi karena terhalang ruangan.
    • Isolasi dengan perantara. Dalam teknik isolasi ini, artinya Anda harus memberi sekat khusus antar varietas cabe. Namun berbeda dengan isolasi tempat sebelumnya. Pada isolasi dengan perantara ini anda menggunakan tanaman sebagai pembatas kedua varietas cabe. Sedangkan tanaman perantara tersebut antara lain jagung, sorgum, rumput tinggi maupun tebu.

2. Menyeleksi sumber benih

Untuk mendapatkan kemurnian benih, Anda harus melakukan seleksi benih pada tanaman cabe sumber benih. Penyeleksian tersebut dilakukan pada fase vegetatif maupun generatif. Tanaman cabe pada lahan pertanaman yang pertumbuhannya menyimpang harus diseleksi dan dibersihkan. Anda harus melakukan seleksi tanaman tersebut ketika tanaman berada di persemaian maupun telah di lapangan.

    • Lahan persemaian harus bersih dari rerumputan. Kemudian lakukan pembersihan terhadap tanaman yang sakit, tipe simpang dan varietas lain. Cara menyeleksinya adalah dengan memperhatikan warna hipokotil.
    • Anda juga harus melakukan pembersihan dan seleksi tanaman simpang pada saat tanaman berada di lapangan.
      1. Pada fase pertumbuhan vegetatif (30-40 HST). Lakukan pengamatan terhadap sifat tipe percabangan, tinggi tanaman dan bentuk daun.
      2. Pengamatan pada fase berbunga (45-60 HST). Lakukan pengamatan terhadap warna bunga, kedudukan bunga, jumlah bunga per ruas, dan umur berbunga.
      3. Fase tanaman cabe telah berbuah (70-90 HST). Lakukan pengamatan terhadap warna buah muda dan buah matang, kedudukan buah, sifat pembuahan, dan bentuk buah.

Dan untuk mendapatkan benih buah dengan tingkat kemurnian dan mutu yang tinggi, maka juga perlu kriteria lain, yakni:

    1. Benih cabe harus benar-benar sehat.
    2. Buah cabe berbuah lebat.
    3. Bebas dari hama dan penyakit.

3. Mutu fisiologis buah cabe baik

Mutu fisiologis merupakan mutu yang berkaitan dengan waktu panen benih. Jika panen yang dilakukan sebelum buah masak, maka hasil benih akan kurang bermutu. Oleh karena itu, untuk mendapatkan benih yang baik waktu pemetikan buah juga sangat penting. Dengan waktu pemanenan yang tepat, maka mutu benih akan lebih baik dan umur penyimpanan benih akan lebih panjang.

4. Mutu fisik benih cabe yang baik

Secara fisik, benih cabe yang bermutu adalah benih yang tampak bersih dan terbebas dari kotoran. Benih tersebut terbebas dari kulit buah yang menempel di kulit biji. Tidak terdapat biji-bijian lain. Tidak terdapat batu kerikil atau kotoran yang lain.

Benih tersebut juga tidak tercampur dengan varietas yang lain. Tidak rusak dan tidak keriput. Kemudian bibit cabe tersebut juga harus bernas dan berukuran normal.

5. Mutu kesehatan benih cabe terjamin

Mutu kesehatan benih merupakan kualitas benih dari ada tidaknya serangan penyakit atau penyakit bawaan dari benih tersebut. Dan budidaya tanaman cabe yang menjadi induk benih tersebut merupakan faktor penting yang harus Anda perhatikan. Selain itu cara pemupukan, pemeliharaan dan pengendalian hama sangat mempengaruhi kesehatan benih. Oleh karena itu, cara budidaya cabe yang benar serta pengendalian hama yang tepat sangat penting dalam menentukan mutu benih. Pembersihan gulma dan tanaman pengganggu pada induk benih juga harus dilakukan. Hal tersebut untuk menghindari benih cabe tercampur dengan benih tanaman lainnya.

Baca Juga: Daun Cabe Keriting? Ini 3 Penyebabnya! 

Cara Mencegah Penyakit Patek Pada Tanaman Cabe

6 Hama Dan Penyakit Cabe Yang Sering Merugikan Petani

Itulah cara memilih benih cabe yang baik agar tanaman cabe Anda sehat dan berbuah lebat. Cara ini juga dapat Anda gunakan baik untuk pembibitan dengan tujuan untuk diri sendiri maupun untuk menjualnya ke petani lain. Semoga bermanfaat, Salam tani.

 

Tinggalkan Balasan