Beranda » Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Berbagai Bahan

Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Berbagai Bahan

cara membuat pupuk kompos

Pupuk kompos merupakan jenis pupuk organik yang terbuat dari decomposisi bahan-bahan organik dengan bantuan mikroorganisme. Bahan-bahan organik tersebut seperti daun, ranting, sisa makanan, jerami, dan sebagainya. Sedangkan cara membuat pupuk kompos tersebut dapat dengan proses alamiah maupun dengan bantuan mikroorganisme pengurai. Penggunaan bahan pengurai tersebut memiliki tujuan agar proses pengomposan dapat berjalan dengan lebih cepat.

Proses pengomposan sendiri merupakan proses pengguraian zat-zat yang menjadi bahan untuk membuat kompos. Kemudian senyawa-senyawa yang terkandung dalam sisa-sisa bahan organik tersebut akan terurai setelah mendapat proses pengomposan itu. Sedangkan tujuan dari proses pengomposan tersebut adalah agar tanaman dapat dengan mudah memanfaatkan zat-zat tersebut untuk tumbuh dan berkembang. Dan agar kegunaan pupuk kompos tersebut maksimal maka perlu cara membuat pupuk kompos yang baik dan benar.

Manfaat pupuk kompos

  1. Untuk memperbaiki struktur tanah. Manfaat ini ada karena bahan-bahan organik mampu memperbesar daya ikat tanah yang berpasir dan tidak terlalu berderai.
  2. Mempertinggi pertukaran kation dalam tanah.
  3. Mempertinggi kemampuan penampungan air. Sehingga dengan kemampuan ini tanah dapat menyediakan lebih banyak air bagi tanaman.
  4. Memperbaiki drainase dan tata udara dalam tanah, terutama pada tanah yang berat. Dengan tata udara yang baik dan kandungan air yang cukup, maka suhu tanah akan lebih stabil.
  5. Mempertinggi daya ikat tanah terhadap zat hara, sehingga tidak mudah larut oleh air pengairan maupun hujan.

Keuntungan menggunakan pupuk kompos

  1. Mampu mengembalikan kesuburan tanah melalui sifat-sifat fisik, kimia maupun biologis.
  2. Mempercepat dan mempermudah penyerapan unsur Nitrogen oleh tanaman. Itu karena ada perlakukan khusus sebelumnya.
  3. Mencegah infeksi yang disebabkan oleh biji-biji tumbuhan pengganggu.
  4. Penyediaannya sangat mudah, murah dan relatif lebih murah.

Bahan pembuatan

  1. Sampah rumah tangga. Bahan-bahan tersebut antara lain; sisa sayuran, buah-buahan, kulit buah-buahan, sisa makanan, dan sampah kebun.
  2. Kotoran ternak, bahan-bahan ini antara lain kotoran sapi, ayam, kambing, dan kerbau.
  3. Limbah pertanian. Bahan ini adalah segala macam limbah pertanian atau perkebunan. Lalu limbah tersebut antara lain jerami, sekam, batang dan tongkol jagung, kulit kacang tanah, batang pisang, kulit kopi dan sisa penggilingan tebu.
  4. Kapur tohor atau abu dapur. Penggunaan bahan ini bertujuan untuk menetralkan pH dalam tumpukan bahan dan untuk mencegah bau.
  5. Air. Penggunaan air memiliki tujuan untuk mempercepat proses penghacuran dan menciptakan kelembaban.

Alat untuk membuat pupuk kompos

  1. Cangkul atau sekop. Alat ini untuk mencampur dan membalikan bahan-bahan kompos.
  2. Pisau untuk merajang sampah rumah tangga.
  3. Gembor, untuk menyiram air pada tumpukan kompos.
  4. Karung, untuk menyimpan kompos.
  5. Bambu, untuk membuat cerobong sirkulasi udara.
  6. Atap peneduh, untuk melindungi tumpukan bahan kompos.
  7. Karung goni/terpal, untuk menutupi kompos.

Proses pembuatan

  1. Kumpulkan semua bahan dari sisa dapur, kebun dan ternak.
  2. Semua bahan dipotong kecil-kecil atau dicacah dengan diameter kurang lebih 5 cm. Sedangkan tujuan dari pencacahan tersebut agar bahan kompos dapat hancur dengan ukuran homogen. Kemudian proses dekomposisi bahan-bahan tersebut akan berjalan dengan cepat.
  3. Campur bahan dari dapur dan kebun. Kemudian aduk bahan-bahan tersebut hingga rata. Sedangkan perbandingannya adalah 60% sampah kebun dan 40% sampah rumah tangga.
  4. Siram cacahan bahan kompos tadi dengan larutan bio ekstra ata EM secara merata pada seluruh bahan.
  5. Siapkan alas lantai berupa bambu/ranting/sabut kelapa agar ada sirkulasi udara dan jika kelebihan air maka air akan turun ke bawah.
  6. Kemudian susun bahan-bahan tersebut dengan lebar 2 m, panjang 10 m dan ketinggian 60 cm atau dengan menyesuaikan volume kompos.
  7. Kemudian tutup bahan yang telah tersusun tersebut dengan terpal dan lakukan proses inkubasi. Pada proses ini akan terjadi kenaikan suhu karena bakteri pengurai mengeluarkan suhu panas.
  8. Lakukan pengukuran suhu setiap 4 jam sekali.
  9. Lakukan pembalikan dengan membuka tutup terpal. Kemudian pindahkan tumpukan bahan kompos tadi ke sebelah tumpukan pertama. Selanjutnya biarkan tumpukan tersebut dan kembali tutup dengan terpal.
  10. Pembalikan berikutnya lakukan dengan cara yang sama, yakni dengan memindahkan tumpukan kedua pada yang pertama. Lakukan terus hingga terjadi penurunan suhu.
  11. Suhu tertinggi biasannya tercapai pada hari ke 3 sampai ke 5.
  12. Waktu pembalikan pada umumnya setiap 1-2 hari sekali.
  13. Jika musim penghujan maka tempat untuk pengomposan sebaiknya diberi peneduh.
  14. Jika kompos terlalu kering maka siram dengan air untuk menjaga kelembaban.
  15. Proses pengomposan akan berakhir jika telah terjadi penurunan suhu atau kurang lebih 4 minggu. Sebab dalam waktu 4 minggu kenaikan suhu telah mencapai suhu kamar atau C/N telah mencapai kisaran 150 sampai 200. Pegunaan pola tersebut menyesuaikan dengan kebutuhan dan jadwal penggunaan pupuk kompos.
  16. Jika kompos sudah jadi maka hancurkan kompos tersebut agar ukurannya lebih kecil dan lebih halus.

Ciri-ciri pupuk kompos yang telah jadi

  1. Volume telah menyusut menjadi sepertiga dari volume awal.
  2. Tidak berbau busuk.
  3. Bagian-bagian sampah rumah tangga tidak tampak lagi.
  4. Berbentuk butiran kecil seperti tanah berwarna kecoklat-coklatan.
  5. Bila dikepal tidak menggumpal tetapi pecah atau kempyar.

Tinggalkan Balasan