Beranda » Budidaya Udang Galah Dengan Padi, Begini Caranya!

Budidaya Udang Galah Dengan Padi, Begini Caranya!

budidaya udang galah dengan padi

Pembangunan yang kian masif membuat lahan sawah kian hari kian berkurang. Itu artinya lahan untuk menanam padi semakin sempit, padahal kebutuhan pangan kian bertambah. Perlu strategi khusus agar dengan lahan yang terbatas tersebut dapat menghasilkan untung yang besar. Salah satu cara agar sawah dapat memberikan hasil yang optimal adalah dengan dengan budidaya udang galah dengan padi.

Ugadi merupakan upaya untuk memanfaatkan lahan persawahan serta meningkatkan pendapatan dari hasil panen padi dan juga udang galah. Budidaya udang galah yang terintegrasi bersama padi di lahan persawahan juga sebagai bentuk pemanfaatan secara nyata dari keterbatasan lahan, serta upaya peningkatan produksi perikanan. Dan pemerintah juga menggalakan program yang dikenal dengan istilah UGADI ini (Baca beritanya).

Teknik budidaya ugadi tidak jauh berbeda dengan minapadi. Namun petani harus memperhatikan beberapa aspek teknis antara lain konstruksi lahan, pengelolaan air, penebaran benih dan pemberian pakan. Berikut Tani Millenial akan mengulas panduan cara budidaya udang galah dengan padi tersebut. Silahkan untuk menyimak ulasannya!

1. Pengolahan Lahan untuk budidaya udang galah dengan padi

Persiapan yang pertama kali yaitu pengolahan lahan untuk penanaman padi serta pembuatan saluran keliling (kemalir), peninggian pematang, dan pembuatan kobakan, dengan ukuran:

  • Lebar saluran keliling (kemalir) 100 – 200 cm dengan kedalaman 50 cm
  • Tinggi pematang 100 cm, lebar dasar 100 cm, lebar atas 75 cm
  • Ukuran kobakan 100 x 100 x 20 cm, lengkap dengan pembuangan air piva PVC diameter 4 inchi.

Pengelolaan Air

Air di sawah harus terus mengalir, melakukan pemupukan ulangan bila densitas plankton kurang optimal yang ditandai semakin cerahnya air dan memonitor kualitas air seperti suhu, pH, dan oksigen terlarut (DO).

Baca Juga: Benih Padi Unggul 2020, Inpari Dengan Hasil Tertinggi

2. Penebaran benih untuk budidaya udang galah dengan padi

Setelah padi berumur 10 Hst, maka harus segera untuk menyebar benih udang galah. Benih yang berkualitas memiliki tanda dengan ukurannya yang seragam dan gerakannya lincah. Penebaran benih tersebut setelah melalui proses adaptasi atau aklimatisasi untuk menghindari stres pada udang. Sedangkan untuk ukuran benih udang galah sebaiknya berukuran tokolan (udang berumur 31-100 hari sejak menetas). Atau ukuran bobot 6 – 9 gram/ekor supaya lebih tahan dibanding juvenile (berumur 3-30 hari). Dan untuk kepadatan penebaran di sawah adalah 5 – 10 ekor/m2 untuk bobot udang 6 – 8 gram/ekor.

3. Pemberian pakan udang galah

Pemberian makanan tambahan yang berbentuk pelet sangat penting  agar udang dapat tumbuh maksimal. Selama pemeliharaan, udang galah pemberian makanan tambahan berbentuk pelet dengan protein 30%. Dan untuk dosisya 4 – 2 % biomassa/hari dengan frekuensinya yaitu 2 kali/hari. Pemberian makan tersebut baiknya pada sore hari serta malam hari. Sebab pada saat itu udang lebih aktif.

Dan agar pertumbuhan dan daya tahan tubuhnya meningkat, petani dapat memberikan tambahan suplemen untuk udang galah.Jika Anda punya lahan padi dan belum optimal, maka sebaiknya Anda bisa mencoba teknik budidaya Ugadi ini. Hal ini tentunya lebih menarik dan mempunyai banyak manfaat untuk lahan pertanian Anda. Selamat mencoba!

Baca juga: 10 Fakta Tentang Padi Yang Menarik Dan Jarang Diketahui

Tinggalkan Balasan