Beranda » Budidaya lele di kolam terpal, Begini Caranya Yang Benar!

Budidaya lele di kolam terpal, Begini Caranya Yang Benar!

budidaya ikan lele di kolam terpal

Lele merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Sedangkan cara budidayanya pun cukup mudah. Meskipun membutuhkan kolam sebagai media untuk budidaya, namun saat ini telah banyak teknologi alternatif untuk mengatasi masalah kolam ini. Seperti yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini, yakni cara budidaya lele di kolam terpal.

Banyak peternak ikan lele yang telah sukses menggunakan teknik budidaya dengan kolam terpal ini. Selain lebih mudah dalam pembuatannya, dengan kolam terpal peternak juga dapat menghemat lokasi. Sebab penggunaan kolam terpal tersebut tidak memerlukan lokasi lahan yang luas. Berikut kelebihan penggunaan kolam terpal secara lengkap:

  1. Tidak memerlukan lahan yang luas.
  2. Lebih flexibel (peternak dapat memindahkan sesuai dengan kebutuhan).
  3. Perawatan kolam lebih mudah.
  4. Dapat meminimalisir biaya pembuatan kolam
  5. Lele hasil budidaya tidak berbau lumpur.

Tahapan budidaya lele di kolam terpal

kolam terpal kotak

Sumber: steemit.com

Peternak harus melakukan beberapa tahapan agar budidaya ikan lele di kolam terpal dapat berjalan lancar. Berikut ini tahapan budidaya lele menggunakan kolam terpal.

1. Pembuatan kolam terpal

Pilih terpal yang kuat dan tebal untuk menahan tekanan air. Ukuran terpal menyesuaikan dengan besar lahan untuk budidaya. Umumnya 2×4 m atau 3×4 m dengan kedalaman sekitar 0,5 m.

Siapkan bambu untuk kerangka kolam, usahakan bentuk kerangka cukup kokoh. Agar tidak rusak atau roboh ketika memasukan air kedalamnya. Untuk dasar dan dinding kolam dapat anda tambahkan papan kayu biar kuat.

Taruh terpal di atasnya dan ikat dengan kuat.

2. Pemilihan tipe budidaya ikan Lele di kolam terpal

Tentukan tujuan pembudidayaan nantinya, yaitu untuk anakan atau untuk konsumsi. Budidaya anakan lele maksudnya adalah hanya untuk mengambil anakan lele semata.Sedangkan tujuanya untuk menjualnya dalam bentuk bibit anakan lele. Umur anakan ini antara 1-2 bulan.

Sedangkan lele konsumsi adalah lele yang tujuannya untuk mendapatkan lele konsumsi. Sedangkan lele konsumsi biasanya lele yang sudah berumur 4 bulan atau sudah masuk ukuran. Anda dapat memilih salah satu atau keduanya. Apabila memilih keduanya, Anda tidak perlu membeli bibit lagi pada pembudidaya ikan lele lainnya.

3. Perawatan ikan Lele di kolam terpal

Sebelum memasukan bibit  ke kolam, sebaiknya mengolah air dalam kolam terlebih dahulu. Hal tersebut untuk membuat agar air kaya akan plankton. Caranya adalah dengan memberikan pupuk kompos dari kotoran sapi ke dalam air secukupnya. Kemudian biarkan selama tiga hari sehingga plankton bisa hidup dan berkembang. Selanjutnya masukkan bibit sejumlah 200 ekor anakan ikan lele tiap meter persegi.

Meskipun lele termasuk jenis ikan yang tahan terhadap kondisi berbagai jenis air, namun sangat perlu untuk tetap mengganti air. Hal tersebut bertujuan untuk membuat kualitas air tetap baik untuk pertumbuhan lele. Jika tidak pernah menggantinya, air akan lebih kotor dan bau. Hal ini akan berdampak pada munculnya berbagai penyakit yang bisa menyerang lele. Cara mengganti air adalah dengan membuang 10-30% air di kolam dan menambahkan jumlah yang sama, setiap seminggu sekali atau 2 minggu sekali.Itu artinya penggantian air bukan mengganti semua air, namun sedikit demi sedikit.

Berilah makanan secara teratur

Perhatikan juga mengenai makanan, Anda tidak boleh terlambat dalam memberi makan. Jika Anda terlambat memberi makan atau jumlah makanan berkurang, ikan lele dapat memakan ikan lele lain yang ada di dalam satu kolam. Hal ini karena sifat kanibalisme ikan lele. Berikan makanan ikan lele atau pelet dua kali sehari secukupnya. Jika ingin hemat, Anda dapat mencampurnya dengan bangkai ayam atau jeroan ayam. Kedua pakan alternatif itu dapat diperoleh di peternakan atau tempat pemotongan ayam yang bisa didapatkan secara cuma–cuma. Jika pun harus membayar, harganya juga sangat murah. Selain itu, dapat juga dengan menyuplai makanan alami, seperti bekicot, kerang, keong emas, rayap, dan lain-lain jika memang ada di sekitar kita. Makanan alternatif ini selain menghemat pengeluaran juga sangat bermanfaat menunjang kebutuhan gizi lele.

Ketika usia lele sudah mencapai 1 bulan di kolam, Anda harus menyeleksi dan memisahkan lele. Hal ini karena pertumbuhan lele tidak sama antara satu dengan yang lainnya. Pemisahan lele yang terlambat tumbuh bertujuan agar tidak kalah bersaing untuk mendapatkan makanan dengan lele yang telah tumbuh lebih besar.

Semoga tips di atas bermanfaat dan Anda bisa berhasil dan sukses budidaya ikan lele.

Baca Juga: Panduan Cara Pembibitan Ikan Lele Yang Tepat

Tinggalkan Balasan