Beranda » Budidaya Ikan Gabus? Begini Caranya Agar Sukses!

Budidaya Ikan Gabus? Begini Caranya Agar Sukses!

budidaya ikan gabus

Ikan gabus merupakan salah satu jenis ikan asli Indonesia yang habitat aslinya di rawa, waduk, hingga sungai-sungai. Ikan gabus mempunyai rasa yang lezat jika dikonsumsi. Jumlah produksi ikan gabus di Indonesia masih rendah, oleh karena itu perlu melakukan pengembangan budidaya ikan gabus.

Ikan gabus mempunyai kelebihan dalam proses pemijahannya. Kita hanya perlu melakukan pemijahan alami, meskipun jika kita mau, bisa dilakukan pemijahan buatan. Ikan gabus biasanya melakukan pemijahan ketika musim penghujan sekitar bulan Oktober sampai November. Cara budidaya ikan gabus, yaitu sebagai berikut:

1. Membedakan ikan gabus jantan dan betina

Cara membedakan jantan dan betina bisa dengan cara melihat fisik ikan gabus. Kelamin jantan memiliki tanda pada bentuk kepala yang lonjong dengan warna tubuhnya cukup gelap. Kemudian lubang pada kelamin memerah, serta jika Anda mengurutnya akan mengeluarkan cairan benih.

Sedangkan ciri-ciri untuk betina, yaitu memiliki kepala yang agak membulat dengan warna tubuhnya cukup terang. Lalu bentuk perutnya sedikit besar dan cenderung agak lembek jika Anda memegangnya. Kemudian apabila Anda urut akan mengeluarkan telur. Sebaiknya untuk indukan jantan bobotnya harus mencapai 1 kg.

Baca Juga : Panduan Cara Pembibitan Ikan Lele Yang Tepat

2. Proses pemijahan ikan gabus

Siapkan fiberglass atau bak beton untuk melakukan pemijahan. Ukuran bak beton, yaitu 5x3x1 meter kemudian keringkan selama 3-4 hari. Kemudian isi bak beton dengan volume air setinggi 50 cm serta biarkan air mengalir pada waktu pemijahan berlangsung. Anda bisa menutupi bak kolam dengan tanaman eceng gondok untuk membantu perangsangan pemijahan.

Masukkan 30 indukan jantan dan 30 indukan betina ke dalam bak, lalu biarkan proses pemijahan berlangsung. Selama proses pemijahan, kontrol kolam setiap hari. Apabila telur sudah menetas maka akan segera mengapung di permukaan kolam. Setelah bertelur, segera ambil dengan menggunakan sekupnet halus. Telur sudah siap untuk ditetaskan. Indukan betina bisa menghasilkan telur mencapai 10.000 – 11.000 butir telur.

Baca Juga : Budidaya lele di kolam terpal, Begini Caranya Yang Benar!

3. Proses penetasan telur

Proses penetasan dapat Anda lakukan di dalam akuarium untuk memudahkan mengontrol kondisi telur. Siapkan akuarium berukuran 60x40x40 cm, biarkan dalam kondisi kering selama 2 hari. Lalu, isi air dengan ketinggian sekitar 40 cm. Di dalam akuarium pasang 2 titik aerasi kemudian nyalakan selama proses penetasan telur. Pasang juga alat pemanas hingga air mencapai suhu 28°C.

Masukkan telur ikan gabus dengan kepadatan ± 4-6 butir per cm² lalu biarkan sampai menetas. Pada umumnya telur sampai menetas memerlukan waktu 24 jam. Selama 2 hari setelah larva ikan gabus menetas, Anda tidak perlu memberikan pakan karena masih mempunyai cadangan makanan.

Baca Juga : Cara Mudah Mengetahui Kualitas Air Budidaya Perikanan

4. Pemeliharaan larva ikan gabus

Masa pemeliharaan larva ikan gabus dimulai dari 2 hari setelah menetas sampai berusia 15 hari, Anda bisa menggunakan akuarium yang digunakan dalam proses penetasan telur dengan kepadatan 5 ekor larva per 1 liter air. Larva ikan gabus yang berusia 2 hari sebaiknya Anda memberi makanan seperti naupli artemia, yang bisa diberikan 3x sehari.

Kemudian dengan Larva ikan gabus yang berusia 5 hari Anda harus memberikan pakan tambahan daphnia 3x sehari atau secukupnya. Jaga kualitas air dengan melakukan penyiponan, yaitu membuang kotoran serta sisa-sisa pakan lalu menggantinya menggunakan air baru sekitar 50%. Proses penyiponan bisa Anda lakukan paling tidak 3 hari sekali atau tergantung pada kondisi air.

Baca Juga : Mengintip Tambak Ikan Berlantai Delapan Di Singapura

5. Proses pendederan

Proses pendederan ikan gabus dilaksanakan pada kolam tanah, yaitu dengan cara:

  1. Lakukan proses pengeringan kolam tanah (ukuran 200 m²) selama ± 5 hari;
  2. Bersihkan kolam jika ada gulma yang mengganggu;
  3. Buatkan kemalir dengan ukuran lebar 40 cm serta tinggi 10 cm;
  4. Ratakan tanah pada dasar kolam;
  5. Tebarkan kotoran ayam/puyuh pada dasar kolam dengan kisaran 5-7 karung;
  6. Isi kolam dengan air setinggi 40 cm kemudian rendam ± 5 hari;
  7. Tebarkan 4000 ekor larva ikan gabus ketika pagi hari;
  8. Setelah mencapai 2 hari, berikan 1-2 kg pelet;

Panen benih bisa dilakukan apabila usia larva ikan gabus mencapai 3 minggu.

Kini, Anda bisa mulai mencoba budidaya ikan gabus secara sederhana. Semoga bisa bermanfaat. Salam sukses.

Baca Juga : Budidaya Udang Galah Dengan Padi, Begini Caranya!

Sumber Gambar : kkp.go.id

Tinggalkan Balasan