Beranda » Benih Padi Unggul 2020, Inpari Dengan Hasil Tertinggi

Benih Padi Unggul 2020, Inpari Dengan Hasil Tertinggi

benih padi unggul

Benih padi unggul merupakan salah satu kunci untuk menunjang kesuksesan dalam berbudidaya padi. Dengan menggunakan jenis benih padi tertentu maka akan mendapatkan keunggulan-keunggulan tertentu. Sebagai contoh adalah benih padi yang tahan terhadap hama atau penyakit tertentu. Penggunaan benih tersebut dapat juga mendapatkan jumlah panen yang lebih besar. Akan tetapi setiap jenis benih padi tersebut juga memiliki karakter-karakter yang berbeda. Maka dari itu, sebelum memilih benih padi tentu harus menyesuaikan dengan karakter benih dan lingkungan penanaman.

Pada kesempatan kali ini, Tani Millenial akan mengulas salah satu jenis benih padi unggul yang ada di Indoneia. Benih padi tersebut adalah varietas Inbrida Padi Sawah Irigasi (INPARI). Varietas ini merupakan varietas hasil dari penyerbukan dari satu tanaman, sehingga memiliki kemurnian atau homozigositas yang tinggi (BBPADI). Kemudian apa saja varietas inpari ini yang memiliki hasil rata-rata tertinggi? Simak ulasan berikut ini!

1. Benih padi unggul Inpari 30 Ciherang Sub 1 (7,2 ton/ha)

Inpari Ciherang 30 sub 1 merupakan benih yang asal seleksinya dari Ciherang/IR64Sub1//Ciherang. Dan benih ini memiliki nomor seleksi IR09F436. Kemudian benih jenis ini memiliki umur tanaman 111 hari setelah semai. Sedangkan untuk bentuk tanamannya tegak dengan tinggi kurang lebih 101 cm.

Benih padi yang dilepas tahu 2012 ini memiliki hasil panen rata-rata yang cukup tinggi, yakni 7,2 ton/ha. Sedangkan untuk potensi hasil yang mungkin tercapai adalah 9,6 ton/ha. Dan varietas jenis ini setiap 1000 butirnya memiliki berat 27 gram.

Meski menghasilkan panen yang cukup tinggi, varietas ini cukup rentan dengan hama dan penyakit. Inpari 30 Ciherang sub 1 rentan terhadap hama wereng batang cokelat biotipe 1, 2 dan 3. Sedangkan untuk penyakit, varietas ini rentan terhadap hawar daun.

Sedangkan untuk lingkungan tanamnya cocok pada dataran rendah hingga 400 mdpl. Dan untuk daerahnya merupakan daerah luapan sungai, cekungan, dan rawan banjir lainnya. Dan rendaman keseluruhan pada vase vegetatif selama 15 hari.

2. Benih padi Mantap (7,2 ton/ha)

Benih padi Mantap memiliki umur tanam kurang lebih 116 hari setelah semai. Kemudian benih ini asal seleksinya dari Bio 12/RHS412-1CX-20X-02H dengan nomor seleksi BH125D-SKI-15-3-2-4. Sedangkan bentuk tanamannya tegak dengan ketinggian kurang lebih 120 cm.

Benih Mantap ini memiliki rata-rata hasil 7,2 ton/ha dan potensi maksimal 9,1 ton/ha. Sedangkan untuk berat setiap 1000 butirnya adalah 27,2 gram. Dan untuk tahun pelepasan benih ini adalah tahun 2019.

Benih ini agak tahan terhadap hama wereng coklat biotipe 1, 2, dan 3. Sedangkan untuk penyakit, benih ini tahan terhadap HBD patotipe III dan VIII. Lalu agak tahan terhadap tungro inokulasi Garut dan Perwakarta. Namun agak rentan terhadap HBD patotipe IV serta rentan blas ras 033, 073, 133, dan 173.

Sedangkan untuk anjuran tanamnya, penanaman benih Mantap harus mengikuti kaidah PTT pada lahan irigasi.

3. Benih padi Inpari 1 (7,3 ton/ha)

Pelepasan benih padi ini sudah cukup lama, yakni pada tahun 2008. Dan benih ini merupakan hasil seleksi dari IR64/IRBB-7//IR64 dengan nomor seleksi BP23F-PN-11. Sedangkan untuk tinggi tanamannya sekitar 93 cm dan berdiri tegak.

Inpari 1 memiliki hasil rata-rata 7,3 ton/ha dengan berat tiap 1000 butirnya 27 gram. Sedangkan untuk gabahnya berbentuk ramping dan berwarna kuning bersih.

Kemudian untuk ketahanan, Inpari 1 tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 2. Lalu agak tahan terhadap biotipe 3. Sedangkan untuk penyakit, Inpari 1 tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri patotipe III, IV, dan VIII. Dan untuk kecocokan lahan, benih ini cocok ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 500 mdpl.

4. Benih padi unggul Siliwangi Agritan (7,4 ton/ha)

Siliwangi Agritan merupakan benih yang pelepasanya pada tahun 2018. Benih ini berasal dari IR40750/OM1490 dengan nomor seleksi CRS1274. Sedangkan untuk umur tanamannya kurang lebih 111 hari setelah semai. Dan tinggi tanaman kurang lebih 111 cm dengan bentuk tanaman tegak.

Siliwangi Agritan memiliki hasil rata-rata 7,4 ton/ha dengan potensi maksimal 10,7 ton/ha. Sedangkan untuk berat tiap 1000 butirnya adalah 26,4 gram. Kemudian bentuk gabah dari benih ini panjang ramping dengan warna kuning bersih. Lalu untuk tekstur nasinya pulen dengan kadar amilosa 21%.

Benih ini agak tahan wereng coklat biotipe 1,2 dan 3. Sedangkan untuk penyakit, Siliwangi agritan tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III. Dan juga tahan terhadap blas ras 033, 073 dan 133. Namun benih ini rentan terhadap hawar daun bakteri patotipe IV dan VIII. Sedangkan untuk lahan yang cocok adalah lahan sawah irigasi dataran rendah hingga ketinggian 600 mdpl.

5. Benih padi Cakrabuana Agritan (7,5 ton/ha)

Cakrabuana Agritan memiliki nomor seri seleksi BP17280M-27D-SKI-1-3-IND-1. Sedangkan untuk asal seleksinya adalah iradiasi Sinar Gamma Co60 dosis 0,1 kGy terhadap Inpari 13. Dan umur tanamannya sekitar 104 hari. Kemudian tinggi tanaman jenis ini kurang lebih 105 cm dan berbentuk tegak.

Hasil rata-rata padi cakrabuana agritan adalah 7,5 ton/ha dengan potensi maksimalnya 10,2 ton/ha. Sedangkan berat tiap 1000 butirnya adalah 27,1 gram. Lalu untuk bentuk gabahnya panjang ramping dengan warna kuning bersih. Sedangkan untuk tekstur nasinya pulen dengan kadar amilosa 22%.

Cakrabuana Agritan juga tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3. Sedangkan untuk penyakit, benih ini tahan terhadap penyakit HDB strain III. Dan juga tahan blas ras 033 dan 173 serta tahan tungro inokulum Purwakarta. Akan tetapi benih ini rentan terhadap HDB strain IV dan VIII. Kemudian untuk lahan yang cocok adalah lahan sawah irigasi dataran rendah hingga ketinggian 600 mdpl.

6. Benih padi Inpari 48 Blas (7,64 ton/ha)

Inpari 48 blas berasal dari seleksi Inpari 13/Omas dengan nomor seleksi BP29216E-SKI-30-4. Bibit jenis ini berumur kurang lebih 121 hari. Sedangkan untuk tinggi tanamannya kurang lebih 124 cm dengan bentuk tegak.

Padi Inpari 48 Blas menghasilkan 7,64 ton/ha dengan potensi maksimal 9,13 ton/ha. Kemudian untuk bentuk gabahnya ramping dengan warna kuning jerami. Sedangkan untuk tekstur nasinya pulen dengan kadar amilosa 23,58%. Dan berat setiap 1000 butirnya adalah 29,70 gram.

Bibit jenis ini agak tahan terhadap WBC biotipe 1,2 dan 3. Namun agak rentan WBC populasi lapang Sukamandi. Sedangkan untuk penyakit, inpari 48 blas tahan terhadap penyakit HDB patotipe III dan IV. Bibit ini juga tahan blas ras 033 dan agak tahan blas ras 073, 133, dan 173. Namun, inpari 48 blas ini rentan terhadap tungro inokulum Garut dan Purwakarta. Sedangkan lahan yang cocok adalah lahan sawah irigasi 0-600 mdpl.

7. Inpari 47 WBC (7,71 ton/ha)

Bibit yang pelepasannya pada tahun 2020 ini memiliki nomor seleksi B13840E-MR-32-2-1-1-1-MR-4-KN-1. Sedangkan untuk asal seleksinya adalah Pusa Basmati 4/PN III//Pusa Basmati 4/ Pandan Wangi Cianjur///Bahbutong. Kemudian umur tanamannya kurang lebih 121 hari. Lalu untuk tinggi tanamannya kurang lebih 111 cm dengan bentuk tanaman tegak.

Inpari 47 WBC rata-rata hasilnya kurang lebih 7,71 ton/ha dengan potensi hasil maksimal 9,52 ton/ha. Sedangkan untuk bentuk gabahnya ramping dengan warna kuning jerami. Lalu untuk berat tiap 1000 butirnya 26,90 gram. Dan tekstur nasinya pulen dengan kadar amilosa 20,99%.

Bibit jenis ini tahan terhadap hama wereng batang cokelat biotipe 1, 2, dan 3. Sedangkan untuk penyakit, Inpari 47 WBC agak tahan HDB patotipe IV dan VIII. Kemudian agak tahan blas ras 133. Namun bibit ini rentan terhadap HDB patotipe III dan tungro inokulum Garut dan Purwakarta. Lalu untuk lahan yang cocok adalah lahan sawah pada ketinggian 0-600 mdpl.

8. Inpari Gemah (7,75 ton/ha)

Varietas jenis ini juga merupakan jenis terbaru yang pelepasannya pada tahun 2020. Sedangkan untuk asal seleksinya dari Memberamo/Inpari 9//Hare Kwa dengan nomor seleksi B13823E-MR-28. Kemudian untuk umur tanamannya berkisar 118 hari dengan tinggi tanaman 120 cm dengan bentuk tegak.

Hasil rata-ratanya adalah 7,75 ton/ha dengan potensi maksimal 10,46 ton/ha. Sedangkan untuk berat tiap 1000 butirnya adalah 27,10 gram. Lalu gabahnya berbentuk ramping dengan warna kuning jerami. Kemudian tekstur nasinya pera dengan kadar amilosa 26,97%.

Sedangkan untuk hama, Inpari Gemah tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1 dan 2. Namun bibit ini agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 3 serta populasi lapang Sukamandi. Kemudian untuk penyakit, bibit ini tahan terhadap HDB patotipe III, IV, dan VIII. Serta tahan terhadap blas ras 033, agak tahan blas ras 073 dan 133. Nmun Inpari Gemah rentan terhadap penyakit blas ras 173. Selain itu bibit ini juga rentan terhadap penyakit tungro inokulum Garut dan Purwakarta. Kemudian untuk lahan yang cocok untuk penanaman adalah lahan sawah irigasi dari ketinggian 0-600 mdpl.

9. Benih padi Pajajaran Agritan (7,8 ton/ha)

Pelepasan benih ini pada tahun 2018 dengan nomor seleksi BP19562B-WBC-1-7-1. Sedangkan untuk asal seleksinya adalah Inpari 5/IR66. Dan umur tanaman ini berkisar 105 hari setelah semai. Kemudian untuk tinggi tanamannya kurang lebih 97 cm dengan bentuk tegak.

Padjajaran Agritan rata-rata menghasilkan 7,8 ton/ha dengan potensi hasil maksimal 11,0 ton/ha. Sedangkan untuk berat setiap 1000 butirnya berkisar 26 gram. Lalu bentuk gabahnya ramping dengan warna kuning jerami. Kemudian untuk tekstur nasinya pulen dengan kadar amilosa 20,6%.

Bibit ini agak tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri strain III, namun rentan strain IV dan VIII. Sedangkan untuk hama, bibit ini tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1 dan 2. Akan tetapi Padjajaran agritan ini agak rentan hama wereng batang coklat biotipe 3. Kemudian untuk lahan yang cocok adalah lahan sawah irigasi dataran rendah hingga ketinggian 600 mdpl.

10. Inpari Digdaya (7,92 ton/ha)

Inpari Digdaya dilepas pada tahun 2019 dengan nomor seleksi benih PR40781b-SKI-9-1-SBY-0-CRB-0. Sedangkan untuk asal seleksinya adalah dari Hanareumbyeo/Dular. Kemudian umur tanaman ini kurang lebih 119 hari setelah semai dengan tinggi tanaman 120 cm. Dan untuk bentuk tanamannya adalah tegak.

Inpari Digdaya rata-rata menghasilkan 7,92 ton/ha dengan potensi hasil maksimal 9,50 ton/ha. Sedangkan untuk berat tiap 1000 butirnya adalah 26,60 gram. Lalu untuk bentuk gabahnya ramping dengan warna kuning jerami. Kemudian tekstur nasinya pulen dengan kadar amilosa 14,10%.

Bibit benih padi unggul ini agak tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2 dan 3. Sedangkan untuk penyakit, Inpari digdaya tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III dan IV. Lalu untuk lahan yang cocok adalah lahan sawah irigasi dengan ketinggian 0-600 mdpl.

Sumber : bbpadi.litbang.pertanian.go.id

Baca Juga: Tiongkok Kembangkan Bibit Padi Hibrida 22 Ton/Hektar

Tinggalkan Balasan