Beranda » Benarkah Menanam Porang Cepat Membuat Kaya Dalam Waktu Singkat?

Benarkah Menanam Porang Cepat Membuat Kaya Dalam Waktu Singkat?

menanam porang

Tahukah Anda? Komoditas porang ini saat ini sedang menjadi topik perbincangan hangat di berbagai media. Cerita sukses menanam porang dan potensi pasar yang kian tinggi menjadi sumber pembahasan di sana-sini. Salah satu yang menarik yakni komoditas porang ini dapat memberikan penghasilan tinggi dalam waktu yang tidak lama. Namun, benarkah semacam itu? Mari kita cari tahu kebenarannya!

Apa itu tanaman porang?

Tanaman porang memiliki nama latin Amarphophallus onchophyllus dan merupakan tanaman anggota famili Araceae (bunga bangkai). Jika Anda mengenal suweg atau iles-iles, maka tanaman porang hampir sama seperti itu. Perbedaannya adalah pada warna umbinya, porang berwarna kuning muda, sedangkan suweg kuning orange dan iles-iles berwarna putih.

Perbedaan lainnya adalah jika suweg dan iles-iles dapat langsung dimasak dan dikonsumsi, porang tidak. Tanaman porang akan terasa gatal jika Anda langsung memasaknya tanpa melalui proses. Oleh karena itu tanaman ini dulunya kurang populer.

Baca Juga : Manfaat Tanaman Porang, Tanaman export Berharga Tinggi

Potensi pasar internasional

Semenjak beberapa tahun terakhir, tanaman porang menjadi komoditi ekspor ke berbagai negara di dunia. Pada tahun 2020 telah ada 20 negara yang menjadi tujuan ekspor. Itu karena tanaman porang menjadi bahan baku untuk berbagai macam industri. Dari industri makanan hingga industri kimia dan farmasi.

Data ekspor Kementrian Pertanian menunjukan bahwa ekspor porang semenjak tahun 2017 mengalami kenaikan yang signifikan (data bisa anda lihat disini). Begitu pula dengan negara tujuan ekspor yang semakin bertambah. China atau Tiongkok menjadi negara tujuan ekspor terbesar porang.

Pada tahun 2017, jumlah total ekspor porang 4.531,1 ton, dengan nilai lebih dari $ 8 juta US. Ada 13 negara tujuan ekspor pada waktu itu. China menjadi negara tertinggi dengan jumlah 2.508,49 ton dengan nilai lebih dari $ 4,7 juta dolar AS.

Tahun 2018, ekspor porang meningkat lebih dari 2.000 ton menjadi 7.070,3 ton. Nilai ekspor tersebut lebih dari $ 15 juta dolar AS. Dan China masih menjadi konsumen terbesar ekspor porang.

Peningkatan terjadi lagi pada tahun 2019 menjadi 10.592 ton lebih. Dan menariknya pada tahun pandemi covid-19 tahun 2020, ekspor porang masih meningkat menjadi 15.428 ton lebih.

Dari data-data tersebut, kita dapat melihat jika permintaan porang dari tahun ke tahun memang meningkat. Bahkan, saat perekonomian melumpuh karena pandemi covid-19, pasar porang masih mengalami peningkatan.

Baca Juga : 5 Strategi Menaikkan Harga Panen Pertanian Paling Jitu

Bagaimana cara menanam porang

Setelah kita melihat potensi pasar, masih kita melihat bagaimana cara membudidayakan tanaman ini. Tanaman porang merupakan tanaman yang dapat hidup di bawah naungan tanaman lain. Artinya, tanaman porang dapat menjadi tumpang sari untuk jenis tanaman lain.

Tanaman porang relatif mudah untuk Anda budidayakan. Untuk lebih jelasnya mengenai cara budidaya porang, Anda dapat membaca e-book Tanaman Porang (Pengenalan, Budidaya, dan pemanfaatannya) oleh Puslitbang Tanaman Pangan, Bogor. Ada sederet informasi penting dan potensi pasar maupun teknis budidaya tanaman porang pada e-book tersebut.

Tananan porang untuk dapat Anda panen membutuhkan setidaknya 2 – 3 tahun. Kemudian pada tahun-tahun berikutnya Anda dapat memanen setiap tahun. Keuntungan lain yang Anda dapatkan adalah Anda tidak perlu untuk membeli bibit kembali. Anda cukup menggunakan katak atau umbi dari tanaman porang Anda.

Siklus hidup tanaman porang hampir mirip dengan tanaman suweg. Ketika musim kemarau datang, batang tanaman akan mati. Akan tetapi ketika musim hujan tiba, batang tanaman akan tumbuh kembali.

Baca Juga : Cara Menanam Jahe Merah Di Tanah Agar Hasil Melimpah

Jika Anda berminat menanam porang, maka pemodalan akan menjadi acuan dalam membuat rencana usaha. Secara perawatan tanaman porang sebenarnya tidak membutuhkan biaya yang cukup mahal. Bahkan porang tetap dapat tumbuh baik meski hanya menggunakan pupuk organik. Perawatan tanaman ini termasuk tidak terlalu membutuhkan biaya yang besar.

Akan tetapi biaya pembelian bibit tanaman ini bisa dikatakan cukup mahal. Ada tiga jenis bibit yang dapat Anda gunakan, bibit katak, umbi, dan biji. Harga bibit katak tiap kilo gramnya mencapai hingga 250 ribu rupiah. Sedangkan untuk jumlah isinya berkisar 150-200 bibit porang.

Kemudian untuk harga bibit umbi, berkisar antara Rp. 25.000,- sampai Rp. 35.000,- (harga tergantung wilayah masing-masing). Dan untuk harga bibit biji berkisar Rp. 1.200,- sampai Rp. 1.500,- tiap bijinya. Harga-harga ini tentu bervareasi pada tiap-tiap daerah, Anda dapat mengumpulkan informasi tersendiri di wilayah Anda.

Kemudian, berapa pemodalan yang Anda butuhkan untuk menanam porang? Berikut ini Tani Millenial mencoba untuk memberikan gambaran pemodalan untuk budidaya tanaman porang. Akan tetapi karena harga-harga disetiap daerah berbeda-beda, harga berikut ini bukanlah patokan utama. Anda harus menyesuaikan dengan harga yang berlaku di daerah Anda.

 URAIAN VOLUMESATUANHARGA JUMLAHKeterangan
Biaya Variabel
bPupuk
dTenaga kerja
Biaya tetap
Sewa Lahan
Pajak
TOTAL BIAYA46290000
Hasil Panen
Keuntungan18510000
cPestisida dan obat lainnya3Paket100000300000
Pengolahan lahan15HOK1000001500000
Pemanenan15HOK1000001500000
Umbi segar16.2Ton400064800000Asumsi 10 % tanaman gagal
Pupuk Organik (kandang)20Ton100000020000000
Penyemaian21HOK1000002100000
Penanaman21HOK1000002100000
Pemupukan21HOK1000002100000
Penyiangan21HOK1000002100000
Pengendalian OPT21HOK1000002100000
Pupuk Urea360kg2250810000
Pupuk P2O5360kg2400864000
Pupuk K2O480kg1700816000
aBibit6000Batang25000010000000Jenis bibit katak, asumsi 1 kg berisi 150 buah

Baca Juga : Cara Ternak Jangkrik Dari Awal Sampai Panen Paling Mudah

Kesimpulan

Dari beberapa uraian diatas, mungkin Anda sudah mendapatkan gambaran mengenai komoditi yang satu ini. Secara potensi pasar, permintaan porang memang cukup baik. Begitu pula secara keuntungan yang dapat dikatakan menguntungkan. Akan tetapi untuk sukses dalam budidaya apapun, termasuk porang, tentu saja membutuhkan ketekunan dan keuletan. Jika Anda tekun maka bukan tidak mungkin Anda akan menjadi jutawan baru dalam budidaya porang.

Sumber gambar cover : portaljember.pikiran-rakyat.com

Tinggalkan Balasan