Beranda » Aturan Merawat Kelinci Agar Sehat Dan Cepat Besar

Aturan Merawat Kelinci Agar Sehat Dan Cepat Besar

aturan merawat kelinci

Jika Anda telah memelihara kelinci sudah agak lama, mungkin aturan merawat kelinci tersebut sudah menjadi hal yang biasa. Akan tetapi bagi pemula mungkin akan membingungkan. Jika cara merawatnya salah, alih-alih akan mendapat untung, kelinci kadang menjadi mudah sakit dan mati.

Memelihara  kelinci membutuhkan pengalaman serta jam terbang yang cukup. Anda yang pemula mungkin akan mengalami berbagai kendala, seperti kelinci tidak sehat dan sebagainya. Namun, jika menyerah maka Anda tidak akan mendapatkan manisnya hasil ekonomi kelinci.

Merawat kelinci tidak bisa dikatakan sulit, namun juga tidak bisa dianggap mudah. Yang Anda butuhkan adalah ketelatenan dan ketelitian dalam melakukan perawatan. Kedua hal tersebut merupakan kunci keberhasilan merawat kelinci.

Berikut ini ada beberapa aturan merawat kelinci yang dapat menjadi pedoman bagi Anda sekalian. Aturan-aturan tersebut meliputi perkandangan, pakan, perkawinan, perawatan kelinci melahirkan, lingkungan dan sebagainya. Silahkan simak hingga selesai.

Menjaga kebersihan dan sanitasi kandang dan lingkungannya

kandang kelinci

Sumber gambar : euractiv.com

Kebersihan menjadi kondisi yang wajib untuk kandang dan juga lingkungan sekitarnya. Kondisi kebersihan sangat menentukan kesehatan kelinci. Jika kandang Anda kotor maka kelinci akan mudah terkena bibit penyakit.

Begitu pula dengan sanitasi air, baik air kencing kelinci maupun bekas air minum. Jika terlalu banyak yang menggenang maka akan membuat kandang menjadi bau dan tidak sehat.

Kondisi kebersihan ini harus Anda persiapkan mulai dari awal, saat merancang kandang kelinci. Jika Anda menggunakan kandang baterai maka harus Anda rancang juga bagaimana agar kotoran kelinci dapat Anda bersihkan dengan mudah.

Sebagai contoh untuk pembuangan kotoran dan urin, Anda harus menyiapkan agar kotoran kelinci terbuang dengan baik. Buat alas pembuangan dibawah pijakan kelinci dengan bentuk miring kurang lebih 30°. Anda juga harus menyiapkan pralon pembuangan agar kotoran tidak tercecer di lantai.

Selain itu Anda wajib membersihkan kandang kelinci setiap hari. Kemudian kondisi kandang pun harus mendapatkan sirkulasi udara yang cukup. Kandang yang pengap akan membuat kelinci menjadi tidak sehat.

Baca Juga : 17 Penyakit Kelinci Dan Cara Pencegahannya

Memberikan pakan kelinci yang sesuai

pakan kelinci

Sumber gambar : therabbithouse.com

Aturan merawat kelinci selanjutnya adalah soal pakan. Sangat penting untuk memperhatikan jenis pakan, waktu pemberian, dan jumlah pemberian pakan. Kondisi pakan menjadi salah satu faktor berhasil atau tidaknya dalam memelihara kelinci.

Pakan alami kelinci adalah rumput dan dedauan. Namun saat ini juga telah tersedia berbagai jenis pakan kelinci di toko-toko. Semua pakan tentu saja baik untuk berikan untuk kelinci Anda, hanya saja dengan beberapa ketentuan berikut ini.

1. Pakan kelinci dari rumput atau dedaunan

Pakan kelinci paling murah adalah pakan alami baik rerumputan maupun dedaunan. Akan tetapi, kadang pakan dari rumput ini menyebabkan beberapa masalah untuk kelinci. Penyakit kembung merupakan kondisi yang terjadi jika menggunakan pakan rumput.

Sebagai binatang ruminansia, pencernaan kelinci berbeda dengan yang lainnya semacam kambing atau sapi. Kelinci merupakan hewan pseudo-ruminant, yakni herbivora yang tidak dapat menyerap serat-serat dengan baik.

Untuk memberikan pakan dari rerumputan, yang paling pokok Anda harus mengurangi kadar air rumput tersebut terlebih dahulu. Anda dapat menjemur atau mengangin-anginkan agar kadar air berkurang. Akan lebih baik jika Anda membuatnya hingga hampir kering. Anda juga dapat menggunakan rumput hay yang banyak dijual saat ini.

2. Pakan kelinci dari konsentrat

Pakan konsentrat saat ini lebih populer dibandingkan dengan pakan rumput. Dengan menggunakan jenis pakan ini, Anda yang tinggal di perkotaan pun tetap dapat beternak kelinci. Anda hanya perlu ke toko dan membelinya.

Pakan konsentrat dapat membuat pertumbuhan kelinci menjadi lebih cepat. Akan tetapi jika Anda tidak berhati-hati maka dapat menimbulkan masalah juga. Prinsipnya dalam pemberian pakan ini sama, menyesuaikan kondisi pencernaan dari kelinci.

Anda harus jeli dalam memilih jenis atau merek dagang yang baik untuk Anda gunakan. Berbagi pengalaman dengan peternak lain tentu saja menjadi sangat penting. Merek yang tepat juga takaran pemberian pakan tersebut merupakan hal yang wajib Anda ketahui.

Pengalaman penulis, takaran dan merek sangat mempengaruhi kondisi kelinci baik kesehatan maupun pertumbuhan. Anda tidak bisa bergonta-ganti merek konsentrat. Jika terpaksa berganti, maka Anda harus melakukannya dengan perlahan, pakan baru terlebih dahulu Anda campur dengan pakan lama.

Meskipun kelinci memiliki hobi ngemil, namun Anda tetap harus mengatur takaran pakan kelinci ini. Jika terlalu banyak maka itupun akan menyebabkan masalah seperti kembung. Itu karena pencernaan kelinci yang tidak mampu memproses pakan tersebut dengan baik.

Sebaliknya pakan yang terlalu sedikit akan membuat pertumbuhan kelinci menjadi sangat kurang. Oleh karena itu, takaran pakan kelinci harus tepat, tidak telalu banyak maupun terlalu sedikit. Setiap harinya, pakan konsentrat hanya 1-2 ons saja.

3. Pemberian minuman kelinci

Kelinci juga membutuhkan minum untuk membantu sistem pencernaanya. Saat ini pemberian minum pada kelinci tersebut tentu lebih mudah dengan tersedianya berbagai perlengkapan minum kelinci. Anda hanya perlu memilih yang sesuai dengan budget Anda.

Minuman kelinci harus selalu tersedia sepanjang waktu, terlebih lagi jika pakan yang Anda gunakan adalah konsentrat. Anda pun dapat memberikan tambahan vitamin pada air minum kelinci tersebut. Pengalaman penulis adalah menambahkan bawang (merah atau putih) sebagai campuran minum untuk menjaga kondisi kelinci.

Baca Juga : Jenis Kelinci Di Indonesia Yang Menjadi Favorit Peternak

Aturan perkawinan kelinci

perkawinan kelinci

Sumber gambar: geomedia.top

Jika Anda merawat kelinci dalam kandang baterai, maka perkawinan hanya akan terjadi jika Anda mengawinkan kelinci tersebut. Untuk mengawinkan kelinci tersebut ada beberapa ketentuan, yakni;

1. Jenis kelinci berasal dari ras yang sama.

Untuk menjaga agar anakan kelinci sama dengan induknya, maka sebaiknya Anda mengawinkan kelinci dari ras yang sama. Meskipun tidak ada aturan khusus larangan kawin silang, akan tetapi jika Anda pemula maka sebaiknya tidak melakukan uji coba tersebut.

Kawin silang akan menghasilkan jenis kelinci yang berbeda. Beruntung jika Anda mendapatkan sifat-sifat yang baik. Akan tetapi jika kualitasnya tidak baik maka itu menjadi kerugian bagi Anda.

2. Kelinci jantan dan betina telah siap kawin.

Aturan selanjutnya adalah kedua kelinci tersebut telah siap kawin, baik sisi umur kelinci maupun birahi kelinci. Untuk kelinci betina, umur 7-8 bulan biasanya telah siap untuk kawin. Sedangkan untuk pejantan sebaiknya di atas 1 tahun.

Birahi kelinci juga sangat penting untuk Anda perhatikan. Usahakan  saat mengawinkan kelinci, keduanya dalam kondisi puncak birahi. Tanda-tandanya dapat Anda ketahui pada alat kelaminnya yang berwarna merah atau merah muda.

3. Bawa kelinci betina ke kandang kelinci jantan

Untuk mengawinkan kelinci, Anda harus memasukkan kelinci betina ke kandang kelinci jantan. Anda tidak boleh membaliknya dengan memasukkan kelinci jantan ke kandang kelinci betina.

Tujuan utamanya adalah agar kelinci jantan telah mengetahui kondisi lingkungan dan ia akan menguasai lingkungan tersebut. Mudahnya, kelinci jantan berada pada tempat yang ia kuasai penuh.

Jika Anda memasukkan kelinci jantan ke kandang betina, maka penguasa lingkungannya adalah kelinci betina. Kelinci jantan tidak akan menguasai lokasi dan akan lebih banyak berputar-putar untuk menyesuaikan dengan lingkungan. Perkawinan kemungkinan besar tidak akan terjadi.

Baca Juga: Cara Mudah Ternak Kambing Jawa Supaya Untung

Aturan kelinci melahirkan dan perawatan anak kelinci

anakan kelinci

Sumber gambar : ea-agribussine.com

Kelinci dapat melahirkan sampai dengan lebih dari 10 anakan. Ia hanya membutuhkan waktu 35 hari untuk mengandung. Kemudian anak-anaknya dapat disapih mulai 1,5 hingga 3 bulan. Selama 1 tahun kelinci dapat melahirkan 3-4 kali.

Saat mengandung, asupan pakan yang cukup untuk induk kelinci sangatlah penting. Begitu pula setelah melahirkan, usahakan agar Anda tidak sampai telat dalam memberi pakan. Jika Anda sampai telat maka induk kelinci bisa saja memakan anak-anaknya.

Beberapa hari sebelum waktu melahirkan, Anda juga harus menyiapkan tempat untuk melahirkan. Tempat dapat berupa kotak kayu yang diletakkan dalam kandang kelinci betina. Usahakan agar kotak tersebut tidak terlalu kecil.

Anda tak usah khawatir jika kelinci tersebut kemudian mencabuti bulu-bulunya sesaat ketika akan melahirkan, itu normal terjadi pada kelinci. Anda hanya perlu mengawasi agar kelinci tidak memakan bulunya. Pakan dan minum kelinci juga harus tersedia dengan baik.

1. Aturan merawat anak kelinci

Anak kelinci akan mulai makan ketika berusia 10 – 15 hari setelah kelahirannya. Pada waktu itu, Anda harus mulai menambah suplai pakan sedikit demi sedikit. Tempat air minum juga harus Anda tambah agar kebutuhan minum anak kelinci tercukupi.

Pada usia 1,5 bulan, anak kelinci sudah dapat Anda pisahkan dengan induknya. Akan tetapi jika Anda masih pemula, sebaiknya memisahkan anakan tersebut pada usia 2-3 bulan. Hal itu bertujuan agar kesehatan anak kelinci lebih baik.

Fase pertumbuhan anakan kelinci sangat kritis pada usia 2-4 bulan. Penyakit kembung sangat rentan pada usia-usia ini. Kebanyakan kegagalan beternak kelinci adalah kelinci mati pada usia-usia tersebut.

Oleh karena itu, pada usia-usia tersebut Anda harus ekstra hati-hati dalam merawat kelinci. Takaran pakan harus sesuai dengan kebutuhan kelinci. Anda juga dapat memberikan tambahan vitamin untuk menjaga kesehatannya.

Baca Juga : Cara Ternak Jangkrik Dari Awal Sampai Panen Paling Mudah

Aturan merawat kelinci lainnya

Selain perkandangan, lingkungan dan pakan Anda juga harus merawat kelinci dengan kasih sayang. Anda harus memahami perilaku kelinci tersebut, terutama untuk mengetahui kondisi kesehatannya.

Sebagai contoh adalah kelinci yang terkena penyakit kembung. Banyak yang mengatakan jika penyakit kembung ini terjadi dengan cepat. Akan tetapi sebenarnya tidak seperti itu.

Penyakit kembung tentu saja mulai menyerang beberapa hari sebelumnya. Perilakunya biasanya berbeda dengan kebiasaan kelinci tersebut, dari mulai malas makan hingga kelinci yang menjadi kurang agresif. Jika Anda tidak memperhatikannya, maka Anda akan menemukan kelinci tersebut dalam kondisi yang telah kritis.

Bagaimana setelah membaca penjelasannya? Kami berharap penjelasan tersebut memberi tambahan wawasan bagi Anda yang sedang mencari aturan merawat kelinci. Seperti yang awal tadi kami sampaikan, tidak sulit namun jangan menganggapnya mudah. Kerja keras Anda tentu akan terbayarkan ketika kelinci yang Anda pelihara sehat dan cepat besar.

Tinggalkan Balasan