Beranda » 6 Jenis Ras Ayam Lokal Yang Ada Di Indonesia

6 Jenis Ras Ayam Lokal Yang Ada Di Indonesia

Indonesia memiliki berbagai jenis ras ayam lokal yang tersebar di berbagai wilayah. Sebagian besar masyarakat pedesaan memelihara jenis ayam ini dalam skala kecil. Mereka hanya memanfaatkanya sebagai cadangan untuk kebutuhan daging keluarga maupun sekadar hobi. Atau juga kadang menjualnya untuk mendapatkan uang tambahan.

Saat ini mulai banyak masyarakat yang mulai mengembangkan perternakan ayam lokal dengan lebih besar. Terutama untuk ayam kampung yang kini mengalami peningkatan kebutuhan pasar. Meskipun begitu, jenis ras ayam lokal masih memiliki produktifitas rendah jika dibandingkan ayam impor. Namun, dengan permintaan pasar yang semakin meningkat, jenis ayam ini tentu bisa kita pertimbangkan untuk dipelihara, baik skala kecil maupun besar. Maka dari itu, pada kesempatan kali ini Tani Millenial akan membahas jenis-jenis ayam lokal yang ada di Indonesia. Nah berikut ini ulasan lengkapnya!

1. Ayam Kampung

Masyarakat Indonesia banyak memelihara jenis ayam ini, terutama masyarakat pedesaan. Untuk memelihara jenis ayam memang cukup mudah, sebab ayam jenis ini telah beradaptasi dengan iklim yang ada di lingkungan tropis Indonesia. Masyarakat pedesaan biasanya menggunakan ayam ini sebagai tabungan atau cadangan konsumsi keluarga. Selain itu ayam ini juga menjadi sarana ritual bagi sebagian masyarakat. Di Jawa, ayam ini sering menjadi ayam ingkung untuk kenduri atau ritual lainya.

2. Ayam Pelung

 

ras ayam lokal

Sumber: bebeja.com

Masyarakat mengenal ayam ini sebagai ayam penyanyi, karena memiliki suara yang keras dan melengkung. Para peternaknya, menggunakan ayam ini sebagai ayam kontes. Selain itu, para peternak juga menggunakannya sebagai bibit kawin silang dengan ayam kampung. Hasil peranakan ayam-ayam tersebut dipercaya akan memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan keturunan murni. Sedangkan untuk ayam pelung ini berasal dari Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

3. Ayam Kedu

Masyarakat sering menyebut jenis ayam ini sebagai ayam cemani, sebab ayam ini seluruh tubuhnya berwarna hitam. Sedangkan untuk daerah asal ayam ini adalah dari Kedu, Kabupaten Temanggung. Perawakan ayam ini sebenarnya sama dengan perawakan ayam kampung pada umumnya. Karena seluruh bagian tubuhnya berwarna hitam, daging ayam kedu tidak terlalu disukai. Kemudian ayam ini lebih banyak dipelihara sebagai hobi atau oleh penganut kepercayaan dijadikan sarana untuk ritual-ritual tertentu.

4. Ayam Merawang

Ayam yang berasal dari Kecamatan Merawang, Bangka Belitung ini memiliki ciri khas bulu yang dominan kuning serta dagingnya yang juga berwarna kuning. sedangkan perawakannya lebih gemuk dibandingkan dengan ayam kampung pada umumya, namun kemampuan bertelurnya relatif sama. Konon, ayam ini berasal dari Tiongkok beberapa ratus tahun yang lalu.

5. Ayam Sentul

ras ayam lokal

Sumber: youtube.com

Ayam sentul memiliki ciri khas dengan bulunya yang dominan berwarna abu-abu dan bercampur dengan sedikit warna orange keemasan. Perawakanya juga hampir sama dengan ayam kampung, namun kemampuan produksi telurnya lebih tinggi. Ayam ini berasal dari Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

6. Ayam Arab

Ayam arab merupakan ayam yang lebih kecil dari ayam kampung. Masyarakat Jawa sering menyebutnya sebagai ayam kate. Produksi telur ayam ini 50% lebih besar dibandingkan dengan ayam kampung, namun ayam ini tidak mengerami telurnya. Ayam yang berasal dari Timur Tengah ini sudah semenjak lama berada di Indonesia. Sehingga ayam tersebut telah mampu beradaptasi dengan iklim tropis yang ada disini.

Itulah beberapa jenis ayam lokal di Indonesia, jika anda sedang memiliki rencana untuk memelihara ayam lokal, mungkin bisa menjadi referensi. Semoga bermanfaat, Salam Tani.

Tinggalkan Balasan