Beranda » 5 Strategi Menaikkan Harga Panen Pertanian Paling Jitu

5 Strategi Menaikkan Harga Panen Pertanian Paling Jitu

strategi menaikkan harga panen

Keberhasilan dalam dunia pertanian tidak cukup hanya sekedar memperoleh panen yang melimpah. Akan tetapi mendapatkan harga panen yang pantas merupakan faktor penting yang harus Anda pikirkan. Oleh karena itu, Anda membutuhkan strategi untuk menaikkan harga panen tersebut. Sebab, meskipun panen Anda melimpah jika tidak mendapatkan harga yang baik, Anda juga akan rugi.

Tak dapat kita pungkiri jika saat ini kita berada dalam berbagai persaingan yang tak dapat kita hindari. Jika Anda tidak dapat mengikuti perkembangan, maka sangat besar kemungkinan tetap memperoleh harga yang rendah untuk hasil panen tanaman Anda. Lantas bagaimana strategi paling jitu untuk meningkatkan harga jual hasil panen Anda? Simak ulasan berikut ini.

1. Menaikkan harga jual dengan meningkatkan kualitas hasil panen produk pertanian

Secara logis, hasil panen dengan mutu tinggi akan mendapatkan harga yang lebih tinggi. Sama seperti Anda ketika menginginkan suatu produk. Kualitas produk menjadi acuan utama dalam menentukan produk apa yang akan Anda beli.

Konsumen hasil panen pertanian Anda pun akan berfikir seperti itu. Mereka akan lebih memilih produk yang memiliki mutu tinggi. Dengan mengkonsumsi produk yang memiliki mutu tinggi, konsumen akan tenang dan yakin jika kesehatan dan keamanan mereka akan terjamin.

Untuk meningkatkan mutu hasil panen memang membutuhkan jalan yang lebih panjang. Anda perlu merancangnya sedini mungkin. Mulai dari pemilihan bibit, penanaman dan perawatan tanaman. Akan tetapi jika kualitas yang disukai konsumen telah Anda dapatkan, produk Anda akan dicari oleh konsumen.

Baca Juga : Cara Menyemai Cabe Agar Bibit Cepat Tumbuh Dan Sehat

2. Strategi menaikkan harga jual dengan membuat produk turunan

Cara kedua yang dapat anda terapkan adalah dengan membuat produk turunan. Artinya Anda tidak lagi menjual produk sebagai bahan mentah setelah setelah panen. Akan tetapi Anda akan menjualnya setelah menjadi produk jadi yang siap konsumsi.

Sebagai contoh, Anda akan membuat kopi bubuk dan menjualnya dalam bentuk kopi yang siap seduh. Dengan cara itu, Anda tidak lagi menjual produk yang masih berupa bahan mentah, akan tetapi produk yang siap pakai.

Menggunakan cara ini memang tidak mudah, jika akses modal Anda terbatas. Sebab Anda membutuhkan biaya tambahan untuk memproduksi bahan mentah tersebut. Akan tetapi persoalan semacam ini akan dapat teratasi dengan adanya komunitas kelompok tani atau bentuk kelompok yang lain. Produksi akan Anda lakukan bersama-sama dengan kelompok Anda.

Baca Juga : Peternakan Kambing Etawa Ini Menjadi Daya Tarik Wisata Borobudur

3. Menaikkan harga jual dengan menyuplai langsung ke industri

Masih kesulitan untuk memproduksi hasil panen Anda? Cara ini bisa Anda coba, langsung menjual hasil panen kepada industri. Dengan langsung menjualnya kepada industri Anda akan memotong rantai distribusi yang saat ini menjadikan harga di tingkat petani menjadi rendah.

Akan tetapi untuk menyuplai langsung produk ke industri memang menjadi tantangan yang cukup besar. Setiap industri pasti akan menerapkan standar tersendiri untuk mendapatkan produk yang mereka inginkan. Oleh karena itu, jika Anda berniat menggunakan cara ini, mau tak mau Anda harus mengikuti standar mereka.

Tantangan yang lainnya adalah volume produk. Industri pasti membutuhkan jumlah produk yang besar dan dapat menyuplai dengan rutin. Itu artinya, Anda membutuhkan hasil panen yang cukup banyak dan rutin sesuai permintaan industri. Jika berat untuk mengerjakan sendiri, sekali lagi Anda dapat memaksimalkan adanya kelompok tani.

Baca Juga : 13 Langkah Budidaya Padi Yang Menjadi Kunci Sukses

4. Strategi menaikkan harga jual dengan pengemasan hasil panen

Anda tentu sering melihat produk-produk yang berada di supermarket atau toko-toko besar lainnya. Mungkin saja secara kualitas sama dengan produk yang Anda miliki. Namun secara harga jual, produk yang berada di supermarket lebih mahal daripada produk Anda. Apakah Anda tahu apa perbedaanya?

Ya! Perbedaanya terletak pada kemasan produk tersebut. Produk yang berada di supermarket memiliki kemasan yang lebih rapi, memiliki label, dan berbagai informasi lainnya. Perbedaan tersebut ternyata membuat nilai jual lebih tinggi daripada yang biasa saja.

Proses pengemasan tersebut pastinya akan menambah biaya yang Anda keluarkan. Sekali lagi peran komunitas menjadi sangat penting untuk mengatasi hal ini. Dengan adanya komunitas, keterbatasan modal dan ide akan dapat teratasi secara gotong royong.

Baca Juga: Pengertian Kelompok Tani Dan Cara Mendirikannya

5. Menjadikan pertanian Anda sebagai sarana edukasi wisata

Merancang pertanian menjadi objek wisata saat ini menjadi trend dan solusi cerdas yang telah banyak di praktekan. Anda akan mendapatkan bonus dari aktivitas tersebut. Harga jual produk-produk pun akan meningkat.

Akan tetapi, ada sederet persyaratan untuk dapat menciptakan aktivitas ini. Salah satu yang wajib adalah menciptakan sesuatu yang unik yang akan menjadi daya tarik pendukung. Namun bonus besar siap menanti Anda jika berhasil menciptakan aktivitas tersebut.

Pembentukan aktivitas wisata pertanian sangat membutuhkan peran komunitas yang kuat. Aktivitas tersebut membutuhkan peran serta berbagai elemen masyarakat. Oleh karena itu, Anda terlebih dahulu harus menyiapkan komunitas yang solid.

Baca Juga: Mahasiswa AS Kembangan Tanaman Untuk Planet Mars

Meski saat ini teknologi telah berkembang pesat, akan tetapi dunia pertanian tak akan pernah mati. Usaha pertanian yang menjadi penyuplai pangan dunia tak akan tergusur oleh zaman. Hanya saja untuk bertahan dan dapat bersaing memang membutuhkan kreativitas dan kerja keras. Para petani juga wajib mengikuti dan menyesuaikan dengan kondisi aktual yang terjadi saat ini. Jika enggan, maka kemungkinan besar akan tergeser dengan model pertanian yang lebih maju dan terbarukan.

Itulah 5 strategi menaikkan harga panen untuk komoditi yang Anda tanam. Semoga artikel ini menambah wawasan bagi Anda sekalian. Selamat mencoba dan semoga sukses.

sumber gambar cover: philstar.com

Tinggalkan Balasan