Beranda » 5 Kesalahan Pemupukan Yang Bisa Bikin Gagal Panen

5 Kesalahan Pemupukan Yang Bisa Bikin Gagal Panen

5 kesalahan pemupukan

Pupuk semestinya menjadi bahan tambah untuk meningkatkan produktivitas tanaman Anda. Namun, jika langkahnya pemupukan tidak tepat, mungkin saja Anda akan mendapatkan hasil yang lain. Ada 5 kesalahan pemupukan yang pokok dan dapat memberikan dampak yang fatal bagi tanaman Anda.

Pemberian pupuk dapat kita ibaratkan saat kita makan. Jika kita salah dalam urusan makan ini, kemungkinan besar akan memberikan dampak yang buruk bagi tubuh kita. Sama halnya dengan pemupukan yang salah.

Berikut ini kami paparkan 5 kesalahan pemupukan yang berpotensi untuk memberikan dampak buruk bagi tanaman Anda, bahkan gagal panen. Simak paparannya!

Baca Juga : Kandungan Pupuk Phonska Dan Cara Penggunaanya

1. Kesalahan pemupukan dalam menentukan jenis pupuk

Ada berbagai jenis pupuk yang memiliki kandungan yang berbeda-beda. Setiap jenis kandungan hara dalam pupuk tidak dapat menggantikan peran jenis yang lainnya. Artinya, setiap jenis pupuk hanya akan mencukupi kebutuhan hara pada jenis tersebut.

Sebagai contoh Anda memberikan pupuk Urea pada tanaman yang tidak memiliki gejala kekurangan unsur Nitrogen (Urea). Hal itu akan menyebabkan tanaman menjadi kelebihan unsur Nitrogen. Ini tentu akan berakibat buruk bagi tanaman. Selain menjadi kelebihan pupuk Urea, mungkin saja tanaman akan tetap kekurangan unsur hara tertentu.

Mengetahui kebutuhan tanaman merupakan hal yang wajib Anda ketahui sebelum melakukan kegiatan pemupukan. Anda dapat melihat kondisi tanaman untuk menentukan jenis pupuk yang tepat. Jika Anda salah menentukan jenis tersebut, kemungkinan besar pemupukan malah akan berdampak buruk.

Baca Juga : Cara Membuat Pupuk Cair Dari Tanaman Kacang-Kacangan

2. Salah dalam menentukan waktu pemupukan

Waktu pemupukan juga menjadi hal pokok yang harus Anda perhatikan. Unsur hara yang Anda berikan kepada tanaman akan habis pada waktu tertentu. Ketika telah habis dan Anda belum menambahkannya, maka tanaman pun tidak akan mendapatkan suplai asupan lagi. Kemudian tanaman pun tidak dapat tumbuh secara optimal.

Hal sebaliknya pun dapat terjadi jika Anda memberikan suplai pupuk pada saat unsur tersebut masih melimpah. Tanaman akan menjadi kelebihan unsur hara, dan hal tersebut akan berakibat fatal bagi tanaman Anda. Menentukan waktu pemupukan dapat Anda lakukan dengan melihat ciri-ciri kondisi tanaman.

Baca Juga: Kegunaan Pupuk NPK Dan Efek Samping Bagi Tanaman

3. Kesalahan cara pemupukan yang digunakan

Cara memupuk tanaman menjadi hal berikutnya yang penting untuk Anda perhatikan. Ada beberapa cara yang biasanya digunakan untuk memupuk. Menaburkan, menyemprot, menyiram, memasukan ke dalam lubang, dan sebagainya. Setiap cara pemupukan tersebut harus sesuai dengan kebutuhan tanaman, jenis pupuk, atau kondisi lingkungan.

Sebagai contoh Anda memberikan pupuk yang seharusnya ditaburkan dengan cara menyemprotkan. Itu tentu saja tidak akan tepat dan akan menyebabkan dampak yang buruk bagi tanaman. Contoh lainnya adalah menggunakan pupuk cair pada saat musim hujan dengan tidak membuatkan lubang atau tempat khusus.

Tanaman tidak dapat menyerap pupuk dengan optimal jika cara pemberianya tidak tepat. Dalam memilih cara pemupukan ini, Anda perlu memperhatikan jenis pupuk, kondisi lingkungan, dan kebutuhan tanaman.

Baca Juga : Cara Membuat Pupuk Bokashi Jerami Mudah Dan Murah

4. Salah dosis pemupukan

Anda harus memberikan jumlah kebutuhan nutrisi yang pas sesuai kebutuhan tanaman. Tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Sangat penting mengetahui dosis pupuk yang sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Dosis yang terlalu sedikit akan membuat pertumbuhan tanaman kurang baik. Itu karena kebutuhan unsur hara tanaman tidak terpenuhi.

Sedangkan dosis yang berlebihan juga akan menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi tidak normal. Bahkan dosis yang berlebih dapat menyebabkan tanaman mati.

Baca juga : Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Berbagai Bahan

5. Kesalahan tempat

Yang dimaksud tempat memupuk adalah dimana Anda menempatkan pupuk tersebut. Pupuk harus terletak pada posisi yang tepat agar tanaman dapat menyerap dengan baik.

Jarak antara pupuk dan tanaman harus tepat. Tidak terlalu jauh maupun terlalu dekat. Jika terlalu dekat, tanaman juga tidak dapat menyerap dengan optimal. Kadang jarak yang terlalu dekat akan membuat tanaman mati.

Akan tetapi jika terlalu jauh, tanaman pun tidak dapat menyerap dengan baik. Jadi pastikan posisi pemupukan tepat agar tanaman dapat menyerap pupuk dengan optimal.

Baca Juga: Pengertian Kelompok Tani Dan Cara Mendirikannya

Untuk mendapatkan hasil pemupukan yang optimal, Anda sebaiknya menggunakan kaidah pemupukan yang baik. Kaidah pemupukan tersebut populer dengan istilah 5T (Tepat Jenis, Tepat Waktu, Tepat Cara, Tepat Dosis, dan Tepat Tempat). Semoga artikel ini menambah wawasan Anda sekalian. Semoga sukses dalam pemupukan yang Anda lakukan.

Sumber gambar cover : countrygreen.net

Tinggalkan Balasan