Beranda » 5 Jenis Pupuk Subsidi Beserta Kandungan dan Ciri-Cirinya

5 Jenis Pupuk Subsidi Beserta Kandungan dan Ciri-Cirinya

Sebagai penunjang untuk meningkatkan hasil pertanian di Indonesia, Pemerintah kemudian mengeluarkan kebijakan subsidi pupuk. Sedangkan untuk pupuk yang bersubsidi sebagian besar merupakan pupuk kimia. Dan pupuk subsidi tersebut di produksi oleh perusahaan BUMN PT Pupuk Indonesia beserta anak perusahaannya.

Namun pendistribusian pupuk ini kadang mengalami kendala dengan berbagai kelangkaan yang sering terjadi. Hal tersebut tentu sangat mengganggu para petani. Hal tersebut kemudian menyebabkan adanya beberapa pupuk palsu yang beredar di pasaran. Nah, agar tidak keliru dalam membeli pupuk subsidi tersebut ada baiknya untuk mengenali pupuk tersebut dengan jelas. Berikut ini Tani Millenial akan menjelaskan 5 jenis pupuk yang disubsidi oleh pemerintah.

1. Pupuk NPK Phonska

Pupuk NPK Phonska merupakan pupuk makro yang mengandung Nitrogen, Fosfat dan Kalium. Sedangkan untuk besaran kandungan pupuk ini adalah Nitrogen (N) sebesar 15%, Fosfat (P2O5) sebesar 15%, Kalium (K) sebesar 15% serta Sulfur (S) sebesar 10%.

Pupuk ini memiliki ciri-ciri dengan berbentuk granule (butiran) dan berwarna merah muda (pink). Selain itu pupuk ini juga sangat mudah larut dalam air, serta sangat mudah menghisap air (Higroskopis). Sedangkan untuk ciri-ciri kemasanya, pupuk ini memiliki berat 50 kg/karung. Dan untuk merek dagangnya adalah NPK Phonska dan disertai dengan tulisan “Pupuk Bersubsidi Pemerintah”.

2. Pupuk Urea

Pupuk Urea merupakan pupuk makro kimia dengan kadar hara Nitrogen (N). Sedangkan untuk besarannya, pupuk urea mengandun Nitrogen (N) sebesar 46%. Sedangkan untuk rumus kimia pupuk ini adalah NH2 CHNO2.

Pupuk ini memiliki ciri-ciri fisik dengan bentuk butiran kristal berwarna merah muda(pink). Selain itu pupuk ini juga mudah larut dalam air, serta sangat mudah untuk menghisap air (Higroskopis). Sedangkan untuk ciri-ciri kemasannya, pupuk ini dikemas dengan isi 50kg/karung. Dan untuk pupuk yang asli bertuliskan “Pupuk Bersubsidi Pemerintah”.

3. Pupuk Petroganik

Pupuk petroganik merupakan satu-satunya pupuk organik yang mendapatkan subsidi. Pupuk ini mengandung C Organik sebesar 15%, C/N Ratio sebesar 15:25, pH sebesar 4-9 dan Kadar air sebesar 8-20%.

Petroganik memiliki bentuk granule (butiran) dan berwarna coklat kehitaman. Untuk setiap karungnya, pupuk ini memiliki berat 40 kg/karung. Dan untuk pupuk bersubsidi yang asli di kemasannya bertuliskan “Pupuk Bersubsidi Pemerintah”.

4. Pupuk SP-36

Pupuk SP-36 merupakan pupuk makro yang mengandung Fosfat (P2O5) sebesar 36% dan Sulfur (S) sebesar 5%. Pupuk ini berbentuk butiran dan berwarna abu-abu. Meskipun pupuk ini mudah larut dalam air namun sifatnya tidak Hidrokopis atau mudah menghisap air.

Pupuk SP-36 memiliki bobot 50 kg/karung, serta menggunakan merek dagang Pupuk SP-36. Sedangkan untuk pupuk bersubsidi yang asli bertuliskan “Pupuk Bersubsidi Pemerintah”.

5. Pupuk ZA

Pupuk ZA merupakan pupuk subsidi yang mengandung Nitrogen (N) sebesar 21% dan Sulfur (S) sebesar 24%. Pupuk ini merupakan pupuk jenis kimia atau anorganik. Sedangkan bentuknya, pupuk ini berbentuk butir-butir kristal dan berwarna orange. Dan pupuk ini mudah larut dalam air, namun tidak Hidroskopis.

Untuk ciri-ciri kemasanya, pupuk ini dikemas dengan berat 50 kg/karung, dan menggunakan merek dagang Pupuk ZA. Dan untuk pupuk bersubsidinya memiliki ciri-ciri tulisan Pupuk Bersubsidi Pemerintah.

Itulah 5 jenis pupuk yang saat ini mendapatkan subsidi dari pemerintah. Dengan adanya subsidi tersebut tentunya sangat membantu para petani dalam mendapatkan pupuk yang cukup. Namun yang harus di ingat adalah petani semestinya menggunakan pupuk tersebut dengan berimbang dan menggunakan prinsip pertanian berkelanjutan.

Baca juga: Tujuan Pertanian Berkelanjutan Yang Wajib Diketahui

Tinggalkan Balasan