Beranda » 4 Bahan Pupuk Kompos Beserta Kandungan Haranya

4 Bahan Pupuk Kompos Beserta Kandungan Haranya

cara membuat pupuk kompos

Pengomposan merupakan praktek tertua dalam menyiapkan pupuk organik agar memiliki kualitas kandungan hara yang lebih tinggi. Saat ini teknologi pengomposan telah menjadi dasar terobosan dalam pengolahan pupuk modern, pengolahan sampah atau limbah pertanian dan industri. Sedangkan proses pengomposan tersebut merupakan proses dekomposisi bahan pupuk kompos dengan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme sebagai decomposer(bakteri pengurai).

Bahan pupuk kompos merupakan bahan organik yang dapat berasal dari limbah/hasil pertanian dan non pertanian (limbah industri dan perkotaan). Bahan-bahan tersebut merupakan bahan yang memiliki kandungan hara yang penting bagi tanaman. Namun, tanaman tidak mampu menyerap langsung kandungan hara bahan tersebut. Karena perbandingan kandungan C/N dalam bahan tersebut tidak sesuai dengan C/N tanah. Sedangkan rasio C/N merupakan perbandingan antara Karbohidrat (C) dan Nitrogen (N).

Rasio C/N tanah berkisar antara 10-12. Apabila bahan organik memiliki rasio C/N mendekati atau sama dengan rasio C/N tanah, maka tanaman mampu menggunakan bahan tersebut. Dan untuk menuruhkan C/N tersebut, proses pengomposan dilakukan.

Dan pada kesempatan kali ini, Tani Millenial akan menjelaskan bahan pembuat pupuk kompos tersebut beserta dengan kandungan hara serta rasio C/N yang ada pada bahan tersebut. Silahkan untuk menyimak ulasan berikut ini sampai selesai.

Baca juga : 13 Unsur Hara Essensial dan Manfaatnya Untuk Tanaman

1. Bahan kompos dari sisa tanaman dan limbah pertanian

Beberapa jenis sisa tanaman dan limbah yang sering menjadi bahan kompos antara lain; jerami, brangkasan, sekam padi, kulit kacang tanah, ampas tebu dan belotong. Bahan-bahan tersebut dapat menjadi pupuk kompos baik dengan proses sederhana maupun dengan penambahan mikroorganisme.

TanamanNPKCaMg
%
Gandum2,800,362,260,610,58
Jagung2,970,302,390,410,16
Kacang tanah4,590,252,031,240,37
Kedelai5,550,342,410,880,37
Kentang3,250,207,500,430,20
Ubi jalar3,760,384,010,780,68
Sumber :Tan (1993)

Kandungan hara sisa tanaman dan limbah pertanian sebenarnya cukup tinggi, meski jumlah kandungan tiap jenis tanaman berbeda-beda. Selain itu, kandungan hara dari sisa tanaman ini sangat baik sebagai sumber energi mikroorganisme dalam tanah. Namun, tanaman dapat memanfaatkan unsur hara tersebut setelah sisa tanaman tersebut melalui proses decomposisi. Sedangkan untuk jumlah kandungan hara tiap tanaman dan limbah pertanian berbeda-beda, penjelasannya ada pada tabel berikut.

Rasio C/N pada sisa tanaman dan limbah ini juga bervareasi. Mulai dari 80:1 pada jerami dan gandum, hingga 20:1 pada tanaman legum. Saat melewati proses decomposisi, rasio C/N akan menurun hingga 10:1. Penjelasan mengenai rasio C/N tersebut, ada pada tabel berikut ini.

Jenis bahanNitrogen per berat keringC/N rasio
%
Limbah cair dari hewan15-180,8
Darah kering10-143
Kuku dan tanduk12-
Limbah ikan4-104-5
Limbah minyak biji-bijian3-93-15
Night soil5,5-6,56-10
Lumpur limbah5-66
Kotoran ternak unggas4-
Tulang2-48
Rumput2-412
Sisa tanaman hijauan3-510-15
Limbah pabrik bir3-515
Limbah rumah tangga2-310-16
Kulit biji kopi1,0-2,38
Enceng gondok2,2-2,520
Kotoran babi1,9-
Kotoran ternak1,0-1,8-
Limbah lumpur padat1,2-1,8-
Millet0,770
Jerami gandum0,680
Limbah tebu0,3150
Serbuk gergaji0,1500
Kertas0,0*
Sumber : FAO, 1987
Keterangan :
(-) tidak ditentukan
(*) tidak tertentu

2. Bahan dari kotoran hewan ternak

Kotoran hewan yang sering menjadi bahan kompos antara lain; kotoran ayam, sapi, kerbau, kambing, dan sebagainya. Kandungan hara pada bahan-bahan ini berbeda-beda tergantung pada jumlah dan jenis makanan hewan tersebut. Penjelasan kandungan hara beberapa hewan, ada dalam tabel berikut ini:

SumberNPKCaMgSFe
%
Sapi perah0,530,350,410,280,110,050,004
Sapi daging0,650,150,300,120,100,090,004
Kuda0,700,100,580,790,140,070,010
Unggas1,500,770,890,300,880,000,100
Domba1,280,190,930,590,190,090,020
Sumber: Tan (1993)

Kotoran hewan merupakan salah satu jenis bahan pupuk yang ketersediaan haranya slow release (lambat diserap), sehingga tidak mudah hilang. Salah satu yang menjadi kekurangan dari bahan kotoran hewan ini adalah berbagai bibit penyakit dan mikroorganisme yang terbawa. Oleh karena itu, penggunaan kotoran hewan harus berhati-hati.

3. Bahan dari sampah perkotaan atau limbah industri

Sampah saat ini banyak menjadi sorotan dengan semakin meningkatnya jumlah populasi manusia dan gaya hidup manusia. Dan dari tahun ke tahun, masalah sampah tersebut sangat mengkhawatirkan dan mengganggu kenyamanan, kebersihan dan kesehatan masyarakat. Kemudian, meskipun masih dalam skala kecil, namun saat ini telah banyak yang menjadikan sampah sebagai pupuk kompos. Metode tersebut kemudian menjadi salah satu alternatif untuk mengolah sampah kota maupun limbah industri.

Namun tidak semua sampah tersebut dapat digunakan menjadi pupuk kompos. Sebab, beberapa jenis sampah mengandung bahan yang berbahaya bagi tanaman. Oleh karena itu, perlu pemilihan dan pengetahuan yang jeli untuk mengolah sampah-sampah tersebut menjadi pupuk kompos. Jenis sampah yang dapat digunakan hanya sampah yang berasal dari bahan organik dan dapat diuraikan dengan mudah.

4. Bahan kompos dari kotoran cacing atau vermikompos

Dan yang terakhir yang dapat menjadi pupuk kompos adalah kotoran cacing tertentu atau vermikompos. Bahan ini terbentuk dari hasil penguraian bahan organik oleh jenis-jenis cacing tertentu. Sedangkan jenis cacing tersebut antara lain; branding-worms (Eisenia foetida), dan red worm (cacing merah) (Lubricus rubelius). Dan untuk proses pembuatannya disebut vermikomposting.

Vermikompos mengandung unsur hara yang sangat kaya. Dan dengan penggunaan proses vermikomposting tersebut dapat mendaur ulang sampah dapur menjadi vermikompos yang berkualitas. Kandungan hara yang terdapat dalam pupuk ini ada pada tabel berikut.

Parameter sifat kimiaNilai
pH6,5-7,5
C-organik %20,43-30,31
Nitrogen %1,80-2,05
Fosfor %1,32-1,93
Kalium %1,28-1,50
Rasio karbon : Nitrogen14-15 : 1
Kalsium %3,0-4,5
Magnesium %0,4-0,7
Natrium %0,02-0,30
Sulfur %Traces to 0,40
Fe (ppm)0,3-0,7
Seng (ppm)0,028-0,036
Mangan (ppm)Traces to 0,40
Tembaga (ppm)0,0027-0,0123
Boron (ppm)0,0034-0,0075
Alumunium (ppm)Traces to 0,071
Kobalt, Molibdenum (ppm)-

Itulah empat bahan yang dapat menjadi pupuk organik untuk menyuplai unsur hara tanaman. Bahan-bahan tersebut tentu memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Memilih bahan yang mana tentu harus menyesuaikan dengan kondisi sekitar dan nilai ekonomisnya. Semoga bermanfaat, Salam Tani.

Baca juga: Manfaat Pupuk Organik Untuk Pertanian

Tinggalkan Balasan