Beranda » 3 Cara Budidaya Ayam Kampung Yang Menguntungkan

3 Cara Budidaya Ayam Kampung Yang Menguntungkan

cara budidaya ayam kampung

Jika Anda memiliki sedikit ruang yang tidak terpakai di pekarangan Anda, maka Anda bisa mencoba bisnis yang satu ini. Memelihara ayam kampung atau ayam bukan ras (buras). Cara budidaya ayam kampung ini tidak terlalu sulit dan cocok untuk Anda meskipun pemula sekalipun. Modal pun tak terlalu besar, bahkan dengan budget 500 ribuan hingga 1 jutaan saja Anda sudah dapat memulai bisnis ini. Namun, sebelum Anda melakukannya, mari kita bahas beberapa hal penting dalam budidaya ini.

Apa itu ayam kampung?

Ayam kampung merupakan ayam asli yang telah lama beradaptasi dengan iklim di Indonesia. Penduduk pedesaan sebenarnya telah lama membudidayakan ayam jenis ini.

Budidaya ayam kampung di pedesaan memang belum intensif. Mereka sekedar menjadikan ayam kampung sebagai persediaan daging keluarga. Atau sesekali sebagai pelengkap upacara adat.

Masyarakat pedesaan biasanya membudidayakan ayam ini secara umbaran. Sangat jarang untuk memberikan pakan pabrikan. Mereka membiarkan ayam berkeliaran mencari makan sendiri. Kemudian sesekali akan memberinya makan dari sisa-sisa makanan.

Baca Juga : Budidaya Ayam Potong? Begini tipsnya Untuk Pemula

Potensi bisnis ayam kampung

Saat ini telah banyak berdiri warung makan, rumah makan, maupun restoran yang menyediakan daging ayam kampung. Sedangkan, peternakan ayam kampung insentif saat ini belum banyak. Oleh karena itu stok ketersediaan ayam kampung ini masih belum mencukupi.

Trend masyarakat yang saat ini menginginkan makanan yang sehat juga mendukung potensi bisnis ayam kampung ini. Ayam kampung yang cara budidayanya tidak banyak menggunakan obat-obatan kimia jelas lebih sehat.

Kemudian ayam kampung ini juga menjadi salah satu sarana upacara adat yang masih kental di wilayah-wilayah Indonesia. Bahkan Anda cukup menjualnya di pasar tradisional saja sudah cukup.

Baca Juga : 6 Jenis Ras Ayam Lokal Yang Ada Di Indonesia

Cara budidaya ayam kampung

Ada tiga cara untuk mengembangkan budidaya ayam kampung ini di pekarangan rumah Anda. Kemudian Anda tinggal menyesuaikan dengan modal yang Anda miliki untuk mencoba salah satu cara budidaya berikut ini. Silahkan untuk menyimak hingga selesai :

I. Budidaya sistem umbaran

Sistem umbaran merupakan cara paling mudah dalam budidaya ayam kampung. Anda hanya cukup memelihara ayam kampung dengan kandang sederhana untuk berteduh. Biayanya pun cukup murah, Anda hanya perlu membeli bibit untuk kemudian dipelihara di pekarangan Anda.

Begitu pula dengan ongkos pakan yang semakin hemat. Anda tidak perlu memberikan pasokan makan yang terlalu banyak. Ayam tersebut akan mencari makan sendiri dari lahan umbarannya. Untuk melaksanakan budidaya sistem umbaran ini, Anda memerlukan beberapa hal yakni:

      • Lingkungan budidaya

        1. Memerlukan lingkungan pemeliharaan yang cukup luas. Paling cocok untuk Anda yang berada di pedesaan.
        2. Kondisi pemukiman juga menentukan keberhasilan sistem ini. Sistem umbaran akan lebih cocok bagi Anda yang berada di pemukiman jarang penduduk.
      • Bibit

        1. Bibit paling sedikit 5 ekor ayam betina dengan umur 7-9 bulan.
        2. 1 ekor ayam jantan yang telah mampu kawin, berumur 1-2 tahun.
        3. Akan lebih baik jika Anda mendapatkan bibit dari tetangga agar telah terbiasa dengan lingkungan.
        4. Jika mengambil dari jauh, bibit terlebih dahulu dikarantina untuk mencegah penyebaran bibit penyakit selama kurang lebih 2 minggu.
        5. Pemberian pakan cukup 100gr/hari, air minum tawar 200 – 400 ml.
        6. Hari pertama tambahkan multivitamin anti stress pada air minum.
        7. Kemudian pada hari ke-3 ketika ayam telah tenang berikan suntikan imunisasi.
        8. Berikan juga obat cacing sesuai dosis yang tertera.
        9. Berilah tanda pada ayam-ayam tersebut sebelum anda melepaskannya. Tanda dapat Anda buat dengan tali rafia dan lain-lain.
      • Perkandangan

        1. Meski sistem umbaran namun sebaiknya buatkan kandang untuk berteduh dari hujan dan sinar matahari.
        2. Anda juga harus menyediakan sangkar yang cukup sejumlah ayam betina yang Anda pelihara.
      • Pakan dan air minum

        1. Meski Anda tidak perlu memberi pakan khusus, namun Anda dapat memberinya pakan sederhana setiap pagi hari.
        2. Pemberian pakan dapat dari sisa makanan atau Anda dapat memberinya adonan dedak padi halus dan menir.
        3. Air minum dapat Anda sediakan disekitar kandang saat cuaca terik.

Baca Juga : Tips Ternak Bebek Pedaging Agar Cepat Besar Dan Sehat

II. Budidaya sistem kandang ren

Sistem kandang ren adalah sistem perkandangan terbuka tanpa atap dengan pagar keliling. Jenis kandang ini merupakan perpaduan antara kandang indoor dan kandang outdoor. Berikut beberapa ketentuan budidaya dengan sistem kandang ren ini:

      • Lingkungan

        1. Luas kubengan kandang ayam yang berpagar 15 m² untuk 8 betina dan 2 ayam jago.
        2. Lahan pekarangan minimum 150 m² jika Anda ingin memelihara 100 ekor ayam dewasa.
      • Bibit ayam

        1. Seperti pada sistem umbaran, sebaiknya Anda membeli bibit dari tetangga yang telah mengenal lingkungan dengan baik.
        2. Jika mengambil dari jauh, maka Anda harus mengkarantina bibit terlebih dahulu.
        3. Sesuaikan jumlah bibit ayam dengan luas lahan serta kemampuan permodalan.
      • Perkandangan

        1. Buatlah pagar untuk lahan seluas 15 m² dengan tinggi 2 meter ( untuk 8 ayam betina dan 10 ayam jago).
        2. Kemudian buatlah kandang dalam pagar dengan ukuran panjang 4 meter x lebar 1 meter dengan dinding pada ketiga sisi dan ada atapnya.
        3. Sediakan juga tenggeran untuk istirahat ayam pada malam hari.
        4. Tempat makan dan minum juga harus tersedia secukupnya.
        5. Buatlah sarang dengan berdiameter 40 cm sejumlah ayam betina.
        6. Untuk memisahkan induk yang sedang mengasuh anak, maka buat juga kandang terpisah untuk memeliharanya.
        7. Kemudian sediakan juga vox ukuran 40 cm x 30 cm x 40 cm lengkap dengan lampu pijar 40 watt untuk merawat anak ayam. Sediakan juga tempat makan dan minum untuk anak ayam.
      • Pakan dan air minum

Dalam pemeliharaan sistem kadang ren ini, peternak harus menyediakan pakan dan minum sepenuhnya. Pakan tersebut harus memenuhi kebutuhan pokok ayam untuk produksi dan reproduksi. Berikut beberapa contoh ransum ayam yang dapat Anda gunakan :

        • Ransum ayam memakai bahan ransum jadi komersial
          1. Konsentrat komersial
          2. Layer komersial
          3. Jagung
          4. Dedak padi
          5. Vitamin-mineral premix
          6. Tepung kapur
        • Ransum ayam memakai bahan pakan
          1. Jagung giling halus
          2. Dedak padi
          3. Minyak sayur
          4. Bungkil kedele
          5. Tepung ikan
          6. Tepung kapur
          7. Garam dapur
          8. Vitamin-mineral premix
          9. DL-Metionin (Asam amino sintetis)

Baca Juga : Cara Ternak Entok Paling Mudah Dan Cepat Untung

III. Budidaya sistem kandang batere

kandang batere

Sumber : Youtube.com

Sistem kandang batere merupakan sistem pemeliharaan paling efektif dan efisien jika tujuan utamannya adalah produksi telur. Dan untuk mendapatkan telur tersebut Anda harus mengawinkan dengan cara kawin tangan, kawin kamar, atau iseminasi buatan. Berikut beberapa hal Anda perlukan :

      • Bibit ayam

Pemilihan bibit ayam pada dasarnya sama dengan kedua sistem pemeliharaan sebelumnya. Anda juga perlu untuk mengkarantina bibit untuk menghindari penyebaran penyakit.

      • Perkandangan

Ada dua jenis kandang dalam sistem batere ini, yakni kandang untuk induk dan kandang untuk anak. Berikut lebih detilnya:

        • Kandang untuk induk
          1. Bentuk kandang cukup sederhana dengan ukuran panjang 30 cm x 15 cm untuk satu ekor. Kemudian kandang tersebut ditata berderet dengan panjang menyesuaikan lahan.
          2. Tinggi kandang dari permukaan tanah kurang lebih 1 m, dan berilah atap agar terhindar dari hujan dan panas.
          3. Anda dapat menggunakan sarang yang menyesuaikan kandang atau dapat juga menggunakan mesin penetas.
          4. Selain untuk perawatan dan pembesaran ayam, kandang ini dapat juga Anda gunakan sebagai kandang karantina.
        • Kandang untuk anak

Kandang untuk anak berfungsi untuk membesarkan anak-anak ayam hasil tetasan. Jumlah kandang tergantung pada jumlah anakan yang akan Anda tetaskan.

      • Pakan dan air minum

        1. Pemberian pakan sama dengan pakan untuk sistem kandang ren, baik nutrisi maupun gizinya.
        2. Anda juga dapat memberikan komposisi ransum yang sama.

Baca Juga : Cara Ternak Kalkun Pemula Agar Hasil Maksimal

Itulah 3 cara budidaya ayam kampung atau ayam bukan ras yang dapat Anda coba. Jika Anda memiliki ruang di pekarangan Anda maka bisnis yang satu ini memang patut Anda coba. Dengan mencobanya maka Anda dapat memperoleh hasil sampingan atau suatu saat nanti menjadi bisnis pokok Anda. Selamat mencoba.

Tinggalkan Balasan