Beranda » 13 Langkah Budidaya Padi Yang Menjadi Kunci Sukses

13 Langkah Budidaya Padi Yang Menjadi Kunci Sukses

langkah budidaya padi

Padi merupakan bahan makanan pokok dengan bagi sebagian besar umat manusia. Oleh karena itu, potensi ekonomi dari hasil budidaya dari waktu ke waktu tetaplah tinggi. Setiap orang akan membutuhkan nasi setiap harinya. Akan tetapi jika Anda tidak melakukan langkah budidaya padi yang tepat, mungkin Anda tidak akan mencicipi hasil manisnya. Kerugian tentu menjadi ancaman atau bahkan gagal panen.

Sangat penting untuk melakukan langkah budidaya padi untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Oleh karena itu berbagai organisasi dunia turut memperhatikan perkembangan dari budidaya padi ini. Salah satu organisasi terkemuka dunia IRRI kemudian membuat panduan agar Anda dapat meminimalisir kegagalan panen. Berikut ini panduan langkah-langkah tersebut:

1. Menggunakan kalender penanaman budidaya padi

Sangat penting untuk membuat jadwal dari budidaya padi yang Anda lakukan. Jadwal tersebut memuat tentang kapan waktu penyiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan sebagainya. Intinya Anda, kegiatan bertani Anda harus lebih terencana dengan baik. Perencanaan tersebut akan membuat pekerjaan Anda lebih tepat waktu, lebih mudah mengatur tenaga kerja. Selain itu dengan kegiatan yang terencana, Anda dapat menekan biaya produksi dan kemudian dapat meningkatkan hasil.

Baca Juga : Benih Padi Unggul 2020, Inpari Dengan Hasil Tertinggi

2. Pilih varietas padi terbaik

Setiap daerah penanaman memiliki kecocokan terhadap suatu varietas padi tertentu. Mungkin saja sebuah varietas yang baik di tempat lain belum pasti baik di tempat Anda. Oleh karena itu, Anda harus jeli dalam memilih varietas ini. Maksud varietas terbaik adalah varietas yang paling cocok pada lahan sawah Anda. Pemilihan varietas tersebut berdasarkan potensi hasil, ketahanan hama dan penyakit, kualitas hasil beras yang baik, serta cocok untuk pasar.

3. Gunakan benih untuk budidaya padi yang berkualitas tinggi

Setelah mendapatkan varietas padi yang terbaik, Anda harus memilih benih dengan kualitas tinggi pada varietas tersebut. Benih dengan kualitas tinggi biasanya akan lebih cepat tumbuh saat pembibitan. Selain itu akan menghasilkan bibit yang kuat dan sehat. Kemudian bibit tersebut akan menghasilkan tanaman yang lebih seragam dan memiliki hasil yang tinggi.

Baca Juga : Tiongkok Kembangkan Bibit Padi Hibrida 22 Ton/Hektar

4. Persiapkan lahan budidaya padi dengan baik

Lahan merupakan media tanam yang memiliki faktor paling penting. Oleh karena itu, langkah penyiapan lahan ini sangat penting. Anda harus memastikan dalam persiapan dan perataannya harus benar-benar baik. Hal itu nantinya akan berpengaruh dalam pertumbuhan gulma, penggunaan air, biaya pengerjaan, serta hasil panen.

5. Tanam padi tepat waktu

Dengan menanam tepat waktu, Anda akan mendapatkan tanaman yang pertumbuhannya seragam serta cepat tumbuh. Kemudian tanaman padi akan mampu bersaing dengan gulma dan hama. Dan untuk memilih waktu terbaik, Anda harus memperhatikan kondisi sekitar. Selain itu varietas padi, ketersediaan air, dan kapan waktu panen harus menjadi pertimbangan.

Baca Juga : 10 Fakta Tentang Padi Yang Menarik Dan Jarang Diketahui

6. Menyiangi gulma lebih awal

Gulma merupakan tanaman pengganggu yang bersaing langsung dengan tanaman padi untuk mendapatkan nutrisi dari tanah. Menurut IRRI, setiap 1 kg bahan kering gulma setara dengan 1 kg padi yang hilang. Gulma menjadi penyebab utama kehilangan hasil padi dalam 20-40 hari pertama setelah penanaman. Oleh karena itu, Anda harus segera membersihkan gulma agar tanaman padi dapat tumbuh dengan maksimal.

7. Pemupukan padi yang tepat

Tanah sebenarnya telah mengandung unsur hara untuk mencukupi kebutuhan tanaman. Akan tetapi, unsur hara tersebut terbatas dan hilang ketika panen. Kemudian untuk meningkatkan unsur hara yang menjadi kebutuhan tanaman ini, pemberian pupuk sangatlah perlu. Dan jangan lupa untuk memberikan pupuk yang seimbang, baik untuk pertumbuhan tanaman maupun untuk menjaga kondisi tanah atau lahan.

Baca Juga : Budidaya Udang Galah Dengan Padi, Begini Caranya!

8. Gunakan air untuk budidaya padi secara efisien

Air merupakan faktor penting lain yang menentukan hasil panen padi. Air harus selalu tersedia agar tanaman padi tetap terus tumbuh. Dengan mengontrol penggunaan air akan meningkatkan hasil panen dan kualitas biji padi. Menurut penelitian, setiap 1 kg biji padi membutuhkan 2000 liter atau 2 m³ air. Selain itu, penggunaan air yang efisien akan meningkatkan efisiensi pupuk, herbisida maupun pestisida.

9. Kontrol hama dan penyakit tanaman padi secara efektif

Menurut IRRI, petani kehilangan tanaman padi sekitar 37% karena serangan hama dan penyakit. Oleh karena itu, pengendalian hama dan penyakit harus menjadi agenda khusus dari perawatan tanaman padi Anda. Anda harus dapat mendiagnosis hama dan penyakit dengan tepat waktu dan akurat. Hal itu agar anda dapat menentukan langkah selanjutnya dalam menangani hama tersebut.

Baca Juga : Kenali 7 Hama Tanaman Padi Yang Paling Merugikan Ini

10. Panen padi tepat waktu

Anda harus memanen padi dengan waktu yang pas, tidak terlalu dini dan tidak terlalu lambat. Jika Anda memanen terlalu cepat, maka biji padi belum terisi penuh yang artinya belum menghasilkan secara maksimal. Sedangkan jika pemanenan terlambat maka ada kemungkinan tanaman padi akan rusak atau diserang hama burung. Selain itu kualitas biji padi juga akan menurun karena pelapukan.

11. Simpan padi dengan aman

Padi akan lebih baik jika Anda menyimpannya dalam bentuk gabah. Itu karena kulitnya masih memberikan perlindungan terhadap serangga dan membantu mencegah penurunan kualitas biji beras. Dengan menggunakan sistem penyimpanan yang baik, padi Anda akan terjaga kualitasnya dan terbebas dari serangan hama.

12. Giling padi secara efisien

Penggilingan padi akan menghilangkan lapisan sekam dan dedak untuk menghasilkan beras putih. Sebaiknya Anda menggiling pada kadar air yang baik untuk penggilingan, yakni 13-14%. Sedangkan untuk menghasilkan hasil terbaik perlu beberapa tahapan. Tahapan tersebut antara lain suhu penggilingan (45ºC), efisiensi pabrik penggilingan, dan sebagainya.

13. Pahami pasar

Memahami beras yang dibutuhkan pasar tentu sangat penting agar Anda mendapatkan harga yang terbaik. Dengan memahami kondisi pasar Anda dapat merencanakan proses seperti apa untuk menghasilkan produk yang sesuai. Konsumen biasanya menilai beras dari beberapa karakter, baik fisik maupun kimiawi.

Itulah 13 langkah budidaya padi agar Anda mendapatkan hasil panen yang baik dan juga harga terbaik. Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, potensi untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal akan lebih besar. Semoga menambah wawasan Anda dan semoga panen padi Anda memuaskan.

Sumber : Internasional Rice Research Institute

1 tanggapan pada “13 Langkah Budidaya Padi Yang Menjadi Kunci Sukses”

  1. Pingback: Mengintip Bibit Padi Hibrida Dengan Hasil 22 Ton/Hektar Di China

Tinggalkan Balasan